PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN PROSES SAINS YANG MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PERKULIAHAN EKSPERIMEN FISIKA 2

Ketarina Esomar, Juliana Nirahua, Frandy Akyuwen

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah  mengembangan bahan  ajar  keterampilan proses sains menggunakan model discovery learning . Tujuan ini akan tercapai melalui kajian operasional atas pertanyaan-pertanyan penelitian yakni: (1). bagaimana hasil uji kelayakan bahan ajar dan instrument pendudukung yang dikembangkan, (2). bagaimana hasil uji coba one-to one trying out, (3). bagaimana hasil uji coba kelompok kecil (small group try out). Penelitian ini dikembangkan mengikuti model pendekatan sistem yang dirancang dan dikembangkan oleh  Dick & Carey. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan fisika semester 6 Tahun Ajaran 2018-2019 yang berjumlah 40 orang, dimana dalam uji coba one-to one trying dan out small group try out dilakukan terhadap 11 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa skor validasi instrument (SVI) berada pada 3,60 ≤  3,67 sampai 3,80  ≤ 4,0, artinya instrument yang dikembangkan sangat baik dan dapat digunakan tanpa revisi. Sedangkan nilai penguasaan komponen-komponen keterampilan proses sain pada uji coba one-to one trying dan out small group try out adalah 77,70 (cukup baik) dan 83,07 (baik), dengan demikian disimpulkan bahwa  (1). Pengembangan bahan  ajar  keterampilan proses sains yang menggunakan model discovery learning layak digunakan sebagai bahan ajar pada mata kuliah Eksperimen Fisika 2. (2). Pengembangan bahan  ajar  keterampilan proses sains menggunakan model discovery learning dapat membantu mahasiswa pada uji coba one-to one trying  menguasai komponen keterampilan proses sains berada pada kualifikasi cukup baik dengan rata-rata nilai 77,70, dan (3). Pengembangan bahan  ajar  keterampilan proses sains menggunakan model discovery learning dapat membantu mahasiswa pada uji coba kelompok kecil (small group try out)  menguasai komponen keterampilan proses sains berada pada kualifikasi baik dengan rata-rata nilai 83,07.


Keywords


Keterampilan Proses Sains; Discovery Learning.

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Esomar, K. (2016). Peningkatan Keterampilan Proses Sains Dalam Pembelajaran Menggunakan Model Discovery Laerning Pada Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Unpatty Semester 2 Angkatan 2014-2015. Jurnal Inovasi Pembelajaran, Sains Dan Teknologi (INOPSTEK) ,10(2).

Furchan, H. A. (2007). Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustska Pelajar Offset

Harjanto. (2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineke Cipta

Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013) Suatu Pendekatan Praktis. Edisi Revisi. Jakarta: PT RajaGravindo Persada.

Majid, A. (2009). Perencanaan Pembelajaran. Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa E. (2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Rosdakarya.

Nur, M., & Wikandari, P. R. (2000). Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivisme Dalam Pengajaran. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Nur M. (2003). Buku Panduan Kerterampilan Proses dan Hakikat Sain. Surabaya: University Prees.

Rusman. (2013). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru Edisi Kedua. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Setyosary, H. P. (2016). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Prenadamedia Group

Silberman, M. L. (2013). Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa Cendekia

Sudijono, A. (2006). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta

Suparno, P. (2007). Kajian dan Pengantar Kurikulum IPA SMP & MT. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.




DOI: https://doi.org/10.34312/jpj.v2i1.6863

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jambura Physics Journal