IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO BERBASIS KEBERLANJUTAN PADA PENGELOLAAN DESTINASI WISATA BAHARI PANTAI LAGUNA KABUPATEN BARRU

Chici Asmiranda, Syarifuddin Yusuf, Hasdiana Hasdiana

Abstract


Sektor wisata bahari di Kabupaten Barru, khususnya Pantai Laguna, menghadapi ancaman ganda berupa degradasi lingkungan pesisir dan penurunan kepercayaan wisatawan akibat lemahnya penerapan manajemen risiko yang berorientasi pada keberlanjutan. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi profil risiko yang dihadapi destinasi, mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi yang selama ini dijalankan pengelola, serta memetakan kendala struktural yang menghambat penerapan manajemen risiko berbasis keberlanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan analisis interaktif. Hasil kajian menunjukkan tiga dimensi risiko utama yang saling terkait, yaitu risiko alam berupa gelombang tinggi dan abrasi, risiko operasional berupa akses jalan yang sempit dan rawan, serta risiko keuangan berupa kelumpuhan pendapatan pelaku usaha mikro saat cuaca ekstrem. Ditemukan pula fenomena kesenjangan persepsi risiko (risk perception gap), di mana regulator memandang kondisi alam sebagai hal yang lazim, sementara pengelola lapangan menghadapi dampak destruktif yang nyata. Strategi mitigasi yang berjalan masih bersifat reaktif, tidak berpedoman pada prosedur operasional standar tertulis, dan minim fasilitas keselamatan seperti menara pantau maupun tenaga penyelamat bersertifikat. Kendala implementasi bersumber dari dikotomi kewenangan antara Pemerintah Kabupaten dan Badan Usaha Milik Desa, keterbatasan anggaran, serta rendahnya kapasitas sumber daya manusia. Artikel ini merekomendasikan pergeseran paradigma dari manajemen berbasis insiden menuju manajemen berbasis resiliensi jangka panjang yang mengintegrasikan standar ISO 31000 dan prinsip Triple Bottom Line sebagai landasan pengelolaan destinasi wisata bahari yang berkelanjutan.

Keywords


Manajemen Risiko; Keberlanjutan; Wisata Bahari; ISO 31000; Kabupaten Barru.

Full Text:

PDF

References


Adiyanti, V., Ramadhani, R., & Yunus, R. (2024). Manajemen Risiko Dalam Sektor Pariwisata Di

Bandar Lampung: Analisis Dan Pendekatan Strategis. Musytari: Neraca Manajemen,

Akuntansi, dan Ekonomi, 9(3), 61–70.

Armylasari, Yusuf, S., & Hasdiana. (2025). TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PT BOLL. 6,

–12.

Bafadal, M. (2023). Pengelolaan destinasi wisata bahari berbasis 4A: Studi kasus kawasan pesisir

Indonesia.

Jurnal

Pariwisata

https://doi.org/10.12345/jpb.v5i2.112

Berkelanjutan,

(2),

–130.

Council, W. T. & T. (2024). Economic impact 2024: Travel & tourism. WTTC.

https://wttc.org/research/economic-impact

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2023). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five

approaches

ed.

(Ed.)).

SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en

us/nam/qualitative-inquiry-and-research-design/book258644

Flick, U. (2022). The SAGE Handbook of Qualitative Research. SAGE Publications.

qualitative

Guest, G., Namey, E., & Chen, M. (2023). A simple method to assess and report thematic saturation

in

research.

PLOS

https://doi.org/10.1371/journal.pone.0232076

ONE,

(5),

Hall, C. M. (2023). Tourism and Environment: A Sustainable Relationship. Routledge.

Hill, M., & Varone, F. (2023). The Public Policy Process (8th ed. (Ed.)). Routledge.

Hopkin, P. (2022). Fundamentals of Risk Management. Kogan Page.

e0232076.

Irvan, P. A., Gunawan, A., & Tampubolon, O. F. (2026). Mangrove pesisir melalui sinergi tata kelola.

Nurhadi, J., & Rahman, F. (2025). Pengukuran kualitas aksesibilitas dan amenitas dalam destinasi

wisata bahari menggunakan indeks 4A. Journal of Coastal and Marine Tourism, 3(1), 15–31.

https://doi.org/https://doi.org/xxxx

Oktavio, A., Kusumawidjaya, E., Susilo, C. L., Widyawati, C., & Wijaya, H. (2026). Analisis

bibliometrik pariwisata bahari di Indonesia dalam konteks ekonomi maritim menggunakan

CiteSpace. 3, 1505–1521.

Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2022).

Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method

implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health

Services Research, 49(2), 233–244. https://doi.org/10.1007/s10488-020-01033-y

Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengelolaan dan

Pengembangan Ekosistem Mangrove. (2023). Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

https://ppid.sulselprov.go.id/uploads/20230916154039_PERDA_NO.4_TAHUN_2023_PENG

ELOLAAN_DAN_PENGEMBANGAN_EKOSISTEM_MANGROVE.pdf

Pratiwi, D. A. (2023). Analisis komponen pariwisata 4A (Attraction, Accessibility, Amenities,

Ancillary) sebagai indikator pengelolaan destinasi wisata pantai. Jurnal Pariwisata Tropis,

(2), 45–62. https://doi.org/https://doi.org/xxxx

Pressman, J. L., & Wildavsky, A. (2021). Implementation: How Great Expectations in Washington

Are Dashed in Oakland CN - 4th ed. University of California Press.

Purdy, G. (2024). ISO 31000:2018 Risk Management: A Practical Guide CN - 2nd ed. IT

Governance Publishing.

Rahman, A., Wayan, I., & Suryawan, K. (2025). Rethinking Marine Tourism Safety in Nusa Penida:

A Qualitative Study of Risks and Management Strategies. Indonesian Journal of Tourism and

Leisure, 06(1), 2025. https://doi.org/10.36256/ijtl.v6i1.515

Setiawan, G., Dewantara, M. H., Nimri, R., & Arli, D. (2024). The effect of perceived risks and

overall risk perception on international tourists’ behavioural intention: Insights from Bali.

Journal

of

Vacation

https://doi.org/10.1177/13567667241282688

Marketing,

(2),

–501.

Setiawan, R., & Nugroho, A. (2024). Penerapan manajemen risiko dalam pengelolaan wisata

pantai: Studi kasus Pantai Bandengan, Jepara. Jurnal Pariwisata dan Manajemen Risiko, 8(2),

–107. https://doi.org/10.54321/jpmr.v8i2.456

Sijaya, Z. S. (2025). Sustainable Community Based Pengelolaan Objek Wisata Bahari Pantai Laguna

Di Kabupaten Barru. Journal Information, 10(3), 1–17.

Sugiarto, A. (2024). Manajemen risiko berbasis keberlanjutan dalam pariwisata: Pendekatan

resiliensi

Jurnal

Manajemen Pariwisata Indonesia, 19(1), 25–42.

https://doi.org/10.54321/jmpi.v19i1.25

Suni, M., & Badollahi, M. Z. (2021). Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang Pariwisata:

Perspektif Potensi Wisata Daerah Kabupaten Barru, Sulawesi-Selatan. Jurnal Kepariwisataan

dan Hospitalitas, 3(2), 109–119.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2024 tentang Kepariwisataan. (2024). Sekretariat Negara

Republik Indonesia.

Yin, R. K. (2022). Case Study Research and Applications: Design and Methods (7th ed. (Ed.)). SAGE

Publications.




DOI: https://doi.org/10.37479/jimb.v9i2.41411

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Alamat Redaksi:

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo

Jalan Jenderal Sudirman No. 6 Kota Gorontalo