ANALISIS KERUSAKAN PADA MESIN COOLER BOOSTER COMPRESSOR (330-E-1001 A2) MENGGUNAKAN METODE FMEA DI PT. XYZ

Ismayati Sutina Azis

Abstract


Mesin produksi merupakan salah satu faktor produksi yang harus dioptimalkan penggunaannya. Cooler Booster Compressor merupakan alat penukar panas yang berfungsi untuk menurunkan temperatur gas setelah proses kompresi pada booster compressor. Pada alat penukar panas ini, umumnya beberapa kali terjadi masalah, hal tersebut tentunya mengganggu keseluruhan proses pada sistem gas. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyebab dan akibat kerusakan pada komponen Cooler Booster Compressor yang memiliki nilai RPN tertinggi serta langkah yang tepat untuk menanggulangi kerusakan yang terjadi pada komponen kritis cooler booster compressor. Metode yang digunakan untuk penelitian adalah menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil yang diperoleh, nilai kritis RPN terdapat pada 4 komponen kritis, yaitu terdapat pada komponen Monoblok dengan total nilai RPN sebesar 144, Bearing Electic motor 72 dan 60, sensor vibrasi sebesar 70 dan bearing Monoblok sebesar 60. Nilai RPN keempat risiko tersebut berada diatas 52 yang merupakan nilai kritis RPN.

 

Kata kunci: Cooler Booster Compressor, FMEA, Preventive Maintenance, RPN


Full Text:

PDF

References


Andalucia, S. (2023). Operasi Dan Troubleshooting Gas Compressor Di Stasiun Kompresor Gas (Skg) Lembak Pt Pertamina Hulu Rokan Region 1 Zona 4. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(5), 2133–2152. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i5.4727

Aprianto, H. A., Nusyirwan, Prasetya, & dan Sonki. (2019). Analisis Kegagalan Gas Cooler pada Sistem Gas Compressor Menggunakan Metode FMEA.

Ariyanty, R. (2021). MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB KERUSAKAN MESIN VERTICAL SHAFT PADA PT . PRIMA KARYA MANUNGGAL PANGKEP Oleh : menyelesaikan program Diploma Tiga Jurusan / Program Studi Teknik Industri Agro.

Corder, A. (1992). Teknik Manajemen Pemeliharaan. Erlangga.

Firmansyah, R. (2019). DESKRIPSI PROSES CPP MATINDOK DAN SISTEM KERJA HIGH PRESSURE SEPARATOR 320-D-1001 DI PT.PERTAMINA EP ASSET 4 DONGGI-MATINDOK FIELD.

Imam, S., & Pakpahan, D. M. N. (2020). Risiko Kegagalan Pada Proses Produksi Kemasan Karton Lipat (Studi Kasus : PT. Interact Corpindo). Journal Printing and Packaging Technology, 1, 49–55.

Madyantoro, H. I., Adib, A., Yaqin, R. I., & Siahaan, J. P. (2022). Penerapan Metode Fmea Dalam Perawatan Mesin Pendingin Kapal Penangkap Ikan (Studi Kasus: KM. Sinar Bayu Utama). Aurelia Journal, 4(1), 97–106.

Muttaqin, A. Z., & Kusuma, Y. A. (2018). Analisis Failure Mode And Effect Analysis Proyek X Di Kota Madiun. SAE Technical Papers, 1(2). https://doi.org/10.4271/770740

Santoso, R., Lahay, I. H., Junus, S., & Lapai, Y. (2021). Optimalisasi Perawatan Mesin Press dengan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Jambura Industrial Review (JIREV), 1(1), 1–6. https://doi.org/10.37905/jirev.1.1.1-6

Sudrajat, A. (2011). Pedoman Praktis Manajemen Perawatan Mesin Industri. PT. Refika Aditama.




DOI: https://doi.org/10.37905/jirev.v3i2.23152

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Ismayati Sutina Azis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Total pengunjung = Web Analytics View My Stats

 Creative Commons License

Jambura Industrial Review (ISSN Online: 2798-026X) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.