Edukasi Masyarakat tentang Penggolongan Obat Tradisional dan Penyalahgunaan BKO dalam Jamu untuk Kesehatan Otak
Abstract
Obat tradisional, khususnya jamu, masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia karena diyakini aman dan berasal dari bahan alami. Namun, permasalahan serius muncul akibat penyalahgunaan Bahan Kimia Obat (BKO) yang ditambahkan secara ilegal ke dalam jamu untuk memberikan efek terapeutik cepat. BKO berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang serius, termasuk gangguan pada sistem saraf pusat dan kesehatan otak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggolongan obat tradisional serta bahaya penyalahgunaan BKO dalam jamu. Kegiatan dilaksanakan di Apotek Siaga Kota Bandar Lampung dengan metode pretest, penyuluhan menggunakan media audio-visual, dan posttest. Peserta berjumlah 32 orang yang merupakan peserta bakti sosial pemeriksaan kesehatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh speserta, dengan nilai pretest berkisar 60-100 dan nilai posttest meningkat menjadi 80–100. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait pemilihan dan penggunaan obat tradisional yang aman serta mendorong peran apotek sebagai pusat edukasi kesehatan
Keywords
Full Text:
PDFReferences
World Health Organization. WHO global report on traditional and complementary medicine 2019. Geneva: World Health Organization; 2019. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/978924151536.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia; 2023. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Details/284994/peraturan-bpom-no-25-tahun-2023.
Ichim MC. The DNA-based authentication of commercial herbal products reveals their globally widespread adulteration. Front Pharmacol. 2019;10:1227. https://doi.org/10.3389/fphar.2019.01227.
World Health Organization Regional Office for South-East Asia. Pharmacovigilance and traditional and complementary medicine in South-East Asia: a situation review. New Delhi: World Health Organization Regional Office for South-East Asia; 2019. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789290227250.
Pertiwi PLA, Suariyani NLP. Kandungan bahan kimia obat pada obat tradisional yang beredar di pasaran. Archive of Community Health. 2020;7(2):95–106. https://doi.org/10.24843/ACH.2020.v07.i02.p08.
Dewi L, Hendrayanti H, Nurhayati C. Pemeriksaan bahan kimia obat (BKO) natrium diklofenak dalam beberapa sediaan jamu rematik yang beredar di Pasar Purwadadi Subang. Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi. 2019;8(1):5–10. https://doi.org/10.53675/jsfar.v1i1.14.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. BPOM temukan jamu mengandung obat kimia berbahaya, kenali ciri produk yang aman dan resmi [Internet]. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia; 2026 May 29 [cited 2026 Oct 21]. Available from: https://intelijen.pom.go.id/hot-issue/bpom-temukan-jamu-mengandung-obat-kimia-berbahaya-kenali-ciri-produk-yang-aman-dan-resmi.
Crighton E, Coghlan ML, Farrington R, Hoban CL, Power MWP, Nash C, et al. Toxicological screening and DNA sequencing detects contamination and adulteration in regulated herbal medicines and supplements for diet, weight loss and cardiovascular health. J Pharm Biomed Anal. 2019;176:112834. https://doi.org/10.1016/j.jpba.2019.112834.
Beaney T, Schutte AE, Stergiou GS, Borghi C, Burger D, Charchar F, et al. May Measurement Month 2019: the global blood pressure screening campaign of the International Society of Hypertension. Hypertension. 2020;76(2):333–41. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.120.14874.
World Health Organization Regional Office for South-East Asia. Pharmacovigilance for traditional medicine products: why and how? New Delhi: World Health Organization Regional Office for South-East Asia; 2018. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/pharmacovigilance.
Skalli S, Caro-Rojas A, Rostom H, Elhawary MA. A framework for promoting safety monitoring of herbal medicines: the International Society of Pharmacovigilance Special Interest Group on Herbal and Traditional Medicines. Drug Saf. 2024;47(6):515–20. https://doi.org/10.1007/s40264-024-01440-6.
Pratiwi R, Saputri FA, Nuwarda RF. Tingkat pengetahuan dan penggunaan obat tradisional di masyarakat: studi pendahuluan pada masyarakat di Desa Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang. Dharmakarya. 2018;7(2):97–100. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v7i2.19295.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia; 2023. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Details/284994/peraturan-bpom-no-25-tahun-2023.
Choudhury A, Singh PA, Bajwa N, Dash S, Bisht P. Pharmacovigilance of herbal medicines: concerns and future prospects. J Ethnopharmacol. 2023;309:116383. https://doi.org/10.1016/j.jep.2023.116383.
Pratiwi R, Dipadharma RHF, Prayugo IJ, Layandro OA. Recent analytical method for detection of chemical adulterants in herbal medicine. Molecules. 2021;26(21):6606. https://doi.org/10.3390/molecules26216606.
Suparmi S, Wahidin D, Rietjens IMCM. Risk characterisation of constituents present in jamu to promote its safe use. Crit Rev Toxicol. 2021;51(2):183–91. https://doi.org/10.1080/10408444.2021.1912708.
Choudhury A, Singh PA, Bajwa N, Dash S, Bisht P. Pharmacovigilance of herbal medicines: concerns and future prospects. J Ethnopharmacol. 2023;309:116383. https://doi.org/10.1016/j.jep.2023.116383.
Balekundri A, Mannur V. Quality control of the traditional herbs and herbal products: a review. Futur J Pharm Sci. 2020;6:67. https://doi.org/10.1186/s43094-020-00091-5.
DOI: https://doi.org/10.37905/phar.soc.v5i3.41457
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
VISITOR






