FAKTOR RENDAHNYA KEPERCAYAAN DIRI REMAJA PADA KOMUNITAS TEMAN TULI DI GORONTALO KETIKA TAMPIL DI DEPAN UMUM SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN

Sri Alda Rabiasa, Mohamad Frangki Dunggio, Randi Sudirman

Abstract


Penelitian kualitatif fenomenologis ini bertujuan mengkaji faktor pemicu rendahnya kepercayaan diri remaja pada komunitas Teman Tuli di Gorontalo saat tampil di depan umum, sekaligus menggali efektivitasnya terhadap rencana pembelajaran di kelas. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari empat orang Teman Tuli pengguna aktif bahasa isyarat serta dua Juru Bahasa Isyarat (JBI). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan transkripsi, pengodean tematik, dan triangulasi data melalui member check . Hasil penelitian mengungkapkan empat faktor pemicu utama, yaitu: (1) ketakutan ditertawakan dan kepekaan sosial berlebih akibat trauma stigma ( auditorisme ); (2) keterbatasan kosa kata dan literasi akibat kekurangan bahasa di masa kecil; (3) gangguan sistemik lingkungan publik yang tidak ramah bahasa isyarat; serta (4) terbentuknya hirarki internal di mana partisipan yang merasa “orang biasa” menyerahkan seluruh panggung representasi publik kepada rekan yang bergelar sarjana. Implikasi praktis bagi dunia pendidikan merancang solusi berbasis matriks pembelajaran, mencakup penerapan Scaffolded Presentation dalam Project-Based Learning , Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis video BISINDO dan glosarium digital, serta Cooperative Learning tipe Jigsaw dengan rotasi peran wajib guna membangun efikasi diri siswa Tuli secara inklusif dan berkelanjutan.

Keywords


Teman Tuli; Kepercayaan Diri; Implikasi Pembelajaran

Full Text:

PDF

References


Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman and Company.

Goffman, E. (1963). Stigma: Notes on the management of spoiled identity. Prentice-Hall.

Guluma, A. B. (2013). Challenges and opportunities of deaf students in inclusive education: The case of selected schools. Journal of Education and Practice, 4(12), 101–108.

Kagan, S. (1994). Cooperative learning. Kagan Cooperative Learning.

Ladd, P. (2003). Understanding deaf culture: In search of deafhood. Multilingual Matters.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Marschark, M., & Hauser, P. C. (2012). How deaf children learn: What parents and teachers need to know. Oxford University Press.

Mousavi, S. Z., Hassanzadeh, S., & Mirzaei, H. (2017). Social support and self-efficacy in hearing-impaired adolescents. Iranian Rehabilitation Journal, 15(3), 241–248.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. SAGE Publications.

Norahmasari, D. (2015). Hubungan antara dukungan sosial dengan kepercayaan diri pada remaja tunarungu. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 5(2), 112–119.

Padden, C., & Humphries, T. (2005). Inside deaf culture. Harvard University Press.

Purba, R., & Nugraha, A. (2025). Stigma sosial dan dinamika penyesuaian diri individu Tuli dalam masyarakat pendengar. Jurnal Inklusi Pendidikan, 12(1), 45–58.

Rabiasa, S. A., dkk. (2025). Development of Animated Video Learning Media in Increasing Learning Interest of Deaf Students at Special Schools. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA. 10(7), 4327-4332

Rabiasa, S. A., dkk. (2026). Model Media Pembelajaran Flashcard Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Pemahaman Istilah Fisika Materi Tata Surya pada Siswa Tunarungu. JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA. 6(2). 1493-1503

Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Interpretative phenomenological analysis: Theory, method and research. SAGE Publications.

Stamou, A. G., & Simons, M. (2011). Communication challenges and family dynamics in raising deaf children. Journal of Deaf Studies and Deaf Education, 16(2), 180–195.

Syarifah, L., & Ekasari, A. (2024). Pengaruh language deprivation terhadap literasi dan regulasi emosi remaja Tuli. Jurnal Psikologi Perkembangan, 18(2), 134–145.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. (2016). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 69. Jakarta.

Van Gent, T., Goedhart, A. W., Hindley, P. A., & Treffers, P. D. A. (2012). Prevalence and correlates of psychopathology in a sample of deaf children and adolescents. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 53(9), 950–958.

World Health Organization. (2021). World report on hearing. World Health Organization.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jambura Journal of Sustainable Nexus

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office of Jambura Journal of Sustainable Nexus:

SDGs Centre, Universitas Negeri Gorontalo

Jalan. Jenderal Sudirman No. 6 Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, 96128, Indonesia

Tel. +62-435-821752; +62-813-42423408 (Call/SMS/WA)

E-mail: [email protected]


Website: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/buletin/

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.