Analisis Literasi Digital dalam Konteks Akademik Mahasiswa Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak UNG

Sri Ariyanti Sabiku, Muchlis Polin, Burhan Liputo

Abstract


Literasi digital di pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dengan kemampuan memahami dan menerapkan prinsip penggunaan informasi secara tepat dan etis dalam kegiatan akademik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi awal literasi digital mahasiswa, khususnya pemahaman konseptual dan pengalaman prosedural, serta mengaitkannya dengan rancangan pembelajaran dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Literasi Digital. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan campuran sederhana dan melibatkan 19 mahasiswa semester pertama Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) Universitas Negeri Gorontalo. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri atas pertanyaan tertutup dan terbuka serta telaah dokumen RPS. Data tertutup dianalisis secara deskriptif, sedangkan data terbuka dianalisis secara tematik dan dipetakan dengan kompetensi yang tercantum dalam RPS. Hasil penelitian menggambarkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman awal yang relatif baik pada aspek etika akademik dengan skor rata-rata 3,81 dan kemampuan membedakan sumber akademik dan non-akademik sebesar 3,42. Sementara itu, pengalaman prosedural yang dilaporkan mahasiswa menunjukkan kecenderungan lebih rendah, terutama pada keterampilan parafrasa (2,79) dan penggunaan aplikasi pendukung akademik (2,42). Meskipun demikian, telaah RPS memperlihatkan bahwa kompetensi terkait pencarian sumber, etika akademik, sitasi, dan penggunaan aplikasi pendukung telah tercantum dalam rancangan pembelajaran. Temuan ini dapat menjadi dasar diagnostik untuk mengembangkan strategi pembelajaran literasi digital yang lebih kontekstual serta memperkuat implementasi pembelajaran melalui praktik langsung, latihan terbimbing, dan pemberian umpan balik untuk membantu mengembangkan pemahaman konseptual menjadi keterampilan prosedural yang lebih memadai.


Keywords


Literasi Digital; Konteks Akademik; Mahasiswa Teknologi; Pemahaman Konseptual; Pengalaman Prosedural

Full Text:

PDF

References


American Library Association. (2015). Framework for Information Literacy for Higher Education. American Library Association. https://www.ala.org/acrl/standards/ilframework

Anwar, Z., Hanurawan, F., Chusniyah, T., & Setiyowati, N. (2023). Adaptation of the Academic Digital Literacy Scale for College Students: A Validity and Reliability Study. Psychological Science and Education, 28(4), 98–111. https://doi.org/10.17759/pse.2023280406

Bawden, D. (2008). Digital Literacies: Concepts, Policies and Practices (C. Lankshear & M. Knobel, Ed.). Peter Lang.

Billett, S. (2015). Readiness and learning in health care education. The Clinical Teacher, 12(6), 367–372. https://doi.org/10.1111/tct.12477

Billett, S. (2018). Student Readiness and the Integration of Experiences in Practice and Education Settings. Dalam S. Choy, G.-B. Wärvik, & V. Lindberg (Ed.), Integration of Vocational Education and Training Experiences: Purposes, Practices and Principles (hlm. 19–40). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-10-8857-5_2

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Fereday, J., & Muir-Cochrane, E. (2006). Demonstrating Rigor Using Thematic Analysis: A Hybrid Approach of Inductive and Deductive Coding and Theme Development. International Journal of Qualitative Methods, 5(1), 80–92. https://doi.org/10.1177/160940690600500107

Festas, I., Seixas, A., & Matos, A. (2022). Plagiarism as an academic literacy issue: The comprehension, writing and consulting strategies of Portuguese university students. International Journal for Educational Integrity, 18(1), 25. https://doi.org/10.1007/s40979-022-00119-8

Keck, C. (2014). Copying, paraphrasing, and academic writing development: A re-examination of L1 and L2 summarization practices. Journal of Second Language Writing, 25, 4–22. https://doi.org/10.1016/j.jslw.2014.05.005

Loughlin, C., Lygo-Baker, S., & Lindberg-Sand, Å. (2021). Reclaiming constructive alignment. European Journal of Higher Education, 11(2), 119–136. https://doi.org/10.1080/21568235.2020.1816197

Maddox, E. N., Forte, M., & Boozer, R. W. (2000). Learning Readiness: An Underappreciated yet Vital Dimension in Experiential Learning. Developments in Business Simulation and Experiential Learning, 27. https://absel-ojs-ttu.tdl.org/absel/article/view/914

Nkansah, J. O., & Oldac, Y. I. (2024). Unraveling the attributions of digital literacy skills and knowledge gap in Ghana’s higher education: Undergraduate students voices in a phenomenological study. Education and Information Technologies, 29(12), 15249–15268. https://doi.org/10.1007/s10639-024-12483-8

Pangrazio, L., Godhe, A.-L., & Ledesma, A. G. L. (2020). What is digital literacy? A comparative review of publications across three language contexts. E-Learning and Digital Media, 17(6), 442–459. https://doi.org/10.1177/2042753020946291

Reddy, P., Chaudhary, K., & Hussein, S. (2023). A digital literacy model to narrow the digital literacy skills gap. Heliyon, 9(4). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e14878




DOI: https://doi.org/10.37031/diffusion.v6i2.41076

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Sri Ariyanti Sabiku, Muchlis Polin, Burhan Liputo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Diffusion: Journal of Systems and Information Technology
Department of Information System, Universitas Negeri Gorontalo
Engineering Faculty Building, 1st Floor
Jl. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Bone Bolango, Gorontalo, 96119, Indonesia
Phone: +62 (435) 821125, Fax: +62 435 821752
Email: [email protected]



This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.