KUNJUNGAN DAN POLA PERILAKU MAMALIA PADA SALT LICK DI SUAKA MARGASATWA NANTU BOLIYOHUTO, GORONTALO

Rafika Aulia Yahdi, Djuna Lamondo, Abubakar Sidik Katili, Zuliyanto Zakaria

Abstract


Salt lick merupakan sumber daya habitat yang dapat dimanfaatkan oleh mamalia untuk memperoleh mineral serta melakukan berbagai aktivitas seperti mencari makan, bergerak, dan berinteraksi. Informasi mengenai kunjungan dan perilaku mamalia pada salt lick di Suaka Margasatwa Nantu–Boliyohuto masih terbatas, terutama setelah munculnya African Swine Fever (ASF) pada bentang alam di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi taksa mamalia yang mengunjungi satu lokasi salt lick serta mendeskripsikan pola perilakunya selama periode pengamatan. Penelitian dilaksanakan pada 23 Februari–23 Maret 2026 menggunakan dua kamera jebak yang beroperasi selama 24 jam dan didukung pengamatan lapangan. Perilaku yang terekam diklasifikasikan berdasarkan ethogram untuk menggambarkan aktivitas mamalia selama berada di lokasi penelitian. Sebanyak lima taksa mamalia terdeteksi, yaitu Macaca hecki, Bubalus depressicornis, Viverra tangalunga, Muridae, dan Sciuridae. Macaca hecki merupakan taksa yang paling sering terdeteksi dan menunjukkan beragam aktivitas, termasuk mencari makan, berjalan, berpindah, kewaspadaan, serta interaksi sosial. Bubalus depressicornis terutama terdeteksi pada malam hari dengan aktivitas berjalan, eksplorasi, kewaspadaan, dan kunjungan ke area salt lick. Viverra tangalunga hanya terdeteksi dalam jumlah terbatas pada periode malam hari, sedangkan Muridae dan Sciuridae menunjukkan deteksi yang relatif sedikit. Kelompok Suidae tidak terdeteksi selama periode penelitian. Hasil ini memberikan gambaran awal mengenai kunjungan dan perilaku mamalia pada satu salt lick di Suaka Margasatwa Nantu–Boliyohuto dan dapat menjadi data dasar untuk pemantauan jangka panjang, termasuk untuk mengevaluasi perubahan aktivitas mamalia dan kemungkinan perubahan keberadaan Suidae di kawasan tersebut.

Keywords


kunjungan mamalia; perilaku; salt lick; Suaka Margasatwa; Nantu–Boliyohuto

Full Text:

YAHDI ET AL.,

References


Burton, A. C., Neilson, E., Moreira, D., Ladle, A., Steenweg, R., Fisher, J. T., Bayne, E., & Boutin, S. (2015). Wildlife camera trapping: A review and recommendations for linking surveys to ecological processes. Journal of Applied Ecology, 52, 675–685. https://doi.org/10.1111/1365-2664.12432

Burton, J. A., Hedges, S., & Mustari, A. H. (2005). The taxonomic status, distribution and conservation of the lowland anoa Bubalus depressicornis and mountain anoa Bubalus quarlesi. Mammal Review, 35(1), 25–50. https://doi.org/10.1111/j.1365-2907.2005.00048.x

Dharmayanti, N. L. P. I., Sendow, I., Ratnawati, A., Settypalli, T. B. K., Saepulloh, M., Dundon, W. G., Nuradji, H., Naletoski, I., Cattoli, G., & Lamien, C. E. (2021). African swine fever in North Sumatra and West Java provinces in 2019 and 2020, Indonesia. Transboundary and Emerging Diseases, 68(5), 2890–2896. https://doi.org/10.1111/tbed.14070

Dixon, L. K., Stahl, K., Jori, F., Vial, L., & Pfeiffer, D. U. (2020). African swine fever epidemiology and control. Annual Review of Animal Biosciences, 8, 221–246. https://doi.org/10.1146/annurev-animal-021419-083741

Hamidun, M. S., Baderan, D. W. K., & Modjo, M. L. (2015). Potensi satwa liar untuk pengembangan ekowisata di kawasan Suaka Margasatwa Nantu Provinsi Gorontalo. Dalam Prosiding Seminar Nasional Biologi Indonesia Perhimpunan Biologi Indonesia ke-XXIII (hlm. 88–96). Uncen Press.

Hamidun, M. S., Baderan, D. W. K., & Modjo, M. L. (2016). Biodiversitas Suaka Margasatwa Nantu sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas, 5(2), 45–49.

Ibrahim, M., Lamangantjo, C. J., & Mooduto, R. E. C. (2023). Perilaku harian Macaca hecki di hutan area Desa Makarti Jaya Pohuwato Gorontalo. Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 10(2), 259–264. https://doi.org/10.31849/bl.v10i2.13643

Jennings, A. P., Seymour, A. S., & Dunstone, N. (2006). Ranging behaviour, spatial organization and activity of the Malay civet (Viverra tangalunga) on Buton Island, Sulawesi. Journal of Zoology, 268, 63–71. https://doi.org/10.1111/j.1469-7998.2005.00023.x

Klaus, G., & Schmidg, B. (1998). Geophagy at natural licks and mammal ecology: A review. Mammalia, 62(4), 482–498. https://doi.org/10.1515/mamm.1998.62.4.482b

Martin, P., & Bateson, P. (1993). Measuring behaviour: An introductory guide (2nd ed.). Cambridge University Press.

Matsubayashi, H., Lagan, P., Majalap, N., Tangah, J., Sukor, J. R. A., & Kitayama, K. (2007). Importance of natural licks for the mammals in Bornean inland tropical rain forests. Ecological Research, 22(5), 742–748. https://doi.org/10.1007/s11284-006-0313-4

Modanggu, Z. (2019). Perilaku kelompok allelomimetik babirusa (Babyrussa babyrussa) dalam aktifitas berkubangan di Hutan Suaka Margasatwa Nantu Boliyohuto [Skripsi, Universitas Negeri Gorontalo].

Muflihanah, Muhiddin, S. N. M., Rimporok, F., Said, S. H., Widodo, R., & Agustia. (2024). Kasus kematian babi hutan (Sus celebensis) yang terduga menderita penyakit African Swine Fever (ASF) di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Buletin Diagnosa Veteriner, 23(1), 30–45.

Rahman, D. A., Pinondang, I. M. R., Noerfahmy, S., Suryometaram, S. S., Oktaviani, R., & Cahyana, A. N. (2025). Panduan inventarisasi mamalia. Kementerian Kehutanan, Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik.

Razali, N. B., Shafie, M. S. H., Jobran, R. A. M., Karim, N. H. A., Khamis, S., Mohd-Taib, F. S., Nor, S. M., Ngadi, E., Razali, S. H. A., Husin, S. M., & Hussein, M. S. R. (2020). Physical factors at salt licks influenced the frequency of wildlife visitation in the Malaysian tropical rainforest. Tropical Zoology, 33(3), 83–96. https://doi.org/10.4081/tz.2020.69

Razali, N. B., Mansor, M. S., Farinordin, F. A., Ahmad Zaini, M. I. H., Razali, S. H. A., Abdul Patah, P., Husin, S. M., Hussein, M. S. R., & Nor, S. M. (2025). Mineral supplementation by artificial salt licks is comparatively effective as natural salt licks for Malaysian mammals. Ecological Processes, 14, Article 2. https://doi.org/10.1186/s13717-024-00564-y

Surya, S., Mardhiah, U., Sheherazade, Elmi, N., Salih, F., Mahdi, Setyawati, T., Zen, T. V., Faisal, A., Marthy, W., Andayani, N., & Linkie, M. (2026). Mapping African swine fever across the Indonesian archipelago using media-based surveillance. Biological Conservation, 317, 111813. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2026.111813

Whitten, T., & Henderson, G. S. (2012). Ecology of Sulawesi. Tuttle Publishing.




DOI: https://doi.org/10.34312/jebj.v8i1.40676

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2026 Rafika Aulia Yahdi

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 .

 

<!--