Identifikasi Kesehatan Tegakan Pohon Di Ruang Terbuka Hijau Kota Gorontalo

Firmansyah Ashari, Iswan Dunggio, Risnayanti Juramang, Supriyatna Supriyatna, Siti Amalia Gobel, Farid SM

Abstract


Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesehatan dan kerusakan tegakan di Ruang Terbuka Hijau Kota Gorontalo. Penelitian dilaksanakan pada bullan Mei sampai Juli 2024. Penelitian ini dilaksanakan di RTH Kota Tengah, RTH Taman Nursery dan RTH Taman Taruna Remaja. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan yaitu metode survey dan Monitoring Kesehatan Hutan atau Forest Health Monitoring (FHM). Hasil penelitian menemukan 287 tegakan pohon yang terdiri dari 13 jenis. Bagian kerusakan pohon terbesar berada di bagian cabang 42% dan daun 9%. Terdapat 266 kasus kerusakan pohon di RTH Kota Gorontalo, RTH Kota Tengah dengan 43 kasus, RTH Taman Nulrselry delngan 100 kasuls, dan Taman Tarulna Relmaja delngan 123 kasuls. Tingkat kelparahan kerusakan pohon tertinggi di RTH Kota Gorontalo yaitu berada di RTH Taman Nursery sebanyak 77%, selanjutnya RTH Taman Taruna Remaja 64% dan terkecil di RTH Kota Tengah 48%. Ruang Terbuka Hijau Kota Tengah termasuk status kategori kelas rusak ringan dengan nilai 10,75. Selanjutnya, Taman Taruna Remaja termasuk status kategori  kelas rusak sedang dengan nilai 12 dan Ruang Terbuka Hijau Taman Nursery termasuk status kategori kelas rusak berat dengan nilai 19.

Abstract This study aims to evaluate the level of health and damage of stands in Gorontalo City Green Open Space. The research was conducted from May to July 2024. This research was conducted in Central City Green Open Space, Nursery Park Green Open Space and Youth Taruna Park Green Open Space. The type of research conducted is descriptive quantitative. The method used is survey method and Forest Health Monitoring (FHM). The results found 287 tree stands consisting of 13 species. The largest part of the tree damage was in the branches 42% and leaves 9%. There were 266 cases of tree damage in Gorontalo City green space, 43 cases in Central City Green Space, 100 cases in Nursery Park Green Space, and 123 cases in Youth Taruna Park. The highest level of tree abundance in the Gorontalo City green space is in the Nursery Park as much as 77%, followed by the Youth Taruna Park 64% and the smallest in the Central City Green Space 48%. The green greenery in the middle city has a statistical value of 10.75. Next, the Youth Taruna Park has a score of 12 and the Nursery Park Green Open Space has a score of 19.





Keywords


Tree Health, Green Open Space, Gorontalo City

Full Text:

PDF PDF

References


Abimanyu, B., Safe’i, R., & Hidayat, W. (2019). Aplikasi Metode Forest Health Monitoring dalam Penilaian Kerusakan Pohon di Hutan Kota Metro (Application of Forest Health Monitoring Method in Assessing Tree Damage in Metro Urban Forests). Jurnal Sylva Lestari, 7(3), 289-298.

Haikal, F. F., Darmawan, A., Kaskoyo, H., & Safe'i, R. (2020). Pentingnya pemantauan kesehatan hutan dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 4(1), 31-43.

Hariyadi, H. (2011). Pengaruh pemangkasan batang dan cabang primer terhadap laju fotosintesis dan produksi jarak pagar (Jatropha curcas L.). Indonesian Journal of Agronomy, 39(3), 7755.

Iskandar, T. (2018). Penilaian Kesehatan Kebun Benih Semai Pinus Merkusii dengan Metode FHM (Forest Health Monitoring) di KPH Sumedang Health Assessment for Seedling Seed Orchard of Pinus merkusii Using FHM (Forest Health Monitoring) Method in KPH

Mangold, R. (1997). Forest Health Monitoring: Field Methods Guide. Buku. USDA Forest USDA Forest Service General Technical Report. New York.135 p

Nuhamara, S. T., & Kasno, I. U. (2001). Assessment of damage indicator in forest health monitoring to monitor the sustainability of Indonesian tropical rain forest. Forest Health Monitoring To Monitor The Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest, 2.

Nurjani, E., Rahayu, A., & Rachmawati, F. (2013). Kajian bencana angin ribut di Indonesia periode 1990-2011: upaya mitigasi bencana. Geomedia: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian, 11(2), 191-206.

Pertiwi, D., Safe'i, R., & Kaskoyo, H. (2019). Identifikasi kondisi kerusakan pohon menggunakan metode forest health monitoring di tahura war provinsi lampung. Jurnal Perennial, 15(1), 1-7.

Prastyaningsih, S. R. (2014). Pemantauan Kesehatan Hutan Kota Pekanbaru. Jurnal Hutan Tropis, 2(3), 220-225.

Rikto. (2010). Tipe Kerusakan Pohon Hutan Kota (Studi Kasus: Hutan Kota Bentuk Jalur Hijau,Kota Bogor Jawa Barat). [skripsi]. Bogor:Departemen Konservasi Sumber daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, IPB.

Safe'i, R. (2014). Value of vitality status in monoculture and agroforestry planting systems of the community forests. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR), 18(2), 340-353.

Safe'i, R., Hardjanto, H., Supriyanto, S., & Sundawati, L. (2015). Pengembangan metode penilaian kesehatan hutan rakyat sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & JW Grimes). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 12(3), 175-187.

Sodikin, D. (2019). Penilaian Kesehatan Jalur Hijau di Kota Bogor.

USDA Forest Service. (2001). Forest Health Monitoring to Monitor the Sustainability of-Indonesian Tropical RainForest. SEAMEO BIOTROP. Indonesia.

Waruwu, E., Firdara, E. K., Octavianus, R., & Triyadi, A. (2021). Evaluasi Kesehatan Pohon Menggunakan Indikator Forest Health Monitoring Pada Ruang Terbuka Hijau Universitas Palangka Raya: Evaluation of Tree Health Using Forest Health Monitoring Indicators in Palangka Raya University Green Space Area. Hutan Tropika, 16(1), 26-44.




DOI: https://doi.org/10.37905/geojpg.v4i1.33606

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Firmansyah Ashari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.