STRATEGI PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK BERBASIS PLACE MAKING DAN KEBERLANJUTAN : STUDI KASUS KAWASAN TARUNA REMAJA GORONTALO
Abstract
Ruang publik memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan, baik sebagai wadah interaksi sosial maupun sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota berkelanjutan. Pada kota menengah seperti Gorontalo, pengembangan ruang publik masih menghadapi tantangan, di antaranya keterbatasan fasilitas hijau, rendahnya inklusivitas, serta kurang optimalnya partisipasi masyarakat.
Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan ruang publik di Kawasan Taruna Remaja, Gorontalo, dengan pendekatan place-making dan prinsip keberlanjutan.
Pendekatan penelitian menggunakan mixed methods melalui observasi perilaku pengguna, survei persepsi masyarakat, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta analisis spasial. Analisis data dilakukan dengan triangulasi untuk mengidentifikasi pola aktivitas, kebutuhan masyarakat, serta kesenjangan antara kondisi eksisting dengan standar ruang publik berkelanjutan (green and inclusive public space).
Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Taruna Remaja berfungsi sebagai pusat rekreasi dan interaksi sosial, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan vegetasi, fasilitas yang belum ramah difabel, serta lemahnya tata kelola lingkungan. Analisis kesenjangan mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara kondisi eksisting dengan prinsip ruang publik hijau dan inklusif.
Penelitian ini merekomendasikan strategi pengembangan berbasis green infrastructure, peningkatan inklusivitas fasilitas, dan penguatan partisipasi masyarakat melalui pendekatan place-making. Kontribusi utama penelitian ini adalah penyusunan model strategi pengembangan ruang publik yang dapat direplikasi di kota menengah lainnya di Indonesia, serta mendukung pencapaian SDG 11 (Sustainable Cities and Communities).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Davies, Llewelyn. 2000. Urban Design Compedium. English Partnerships. The Departement of the Environment, Transport and the Regions
Davies, Llewelyn. 2006. Car Parking, What works where. English partnerships. The Departement of the Environment, Transport and the Regions
Elmlund, P., Haas, T., & Mehaffy, M. W. (2018). Public Space in the New Urban Agenda. The Challenge of Implementation. 3(1), 165–170. https://doi.org/10.5204/JPS.V3I1.324
Lagrelius, H. J., & Bravo, L. (2022). Universally Accessible Public Spaces for All. The Journal of Public Space, 7(2), 1–4. https://doi.org/10.32891/jps.v7i2.1610
Yusuf, M., Kurniasih, D., & Saputra, A. S. (2023). Governing green open space in indonesia: barriers and opportunities to enhancing enviromental quality. https://doi.org/10.26618/ojip.v13i3.11685
Shirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Process. Canada: Van Nostrand Reinhold Company, Inc.
Spreiregen, Paul D. 1965. Urban Design: The Architecture of Towns and Cities,
Trancik, Roger., 1986. Finding Lost Space, New York : Van Nostrand Reinhold Company, Inc.
Whyte H., William., The Sosial Life of Small Urban Spaces. Washington DC : The Conservation Foundation 1980
Zahnd., Markus., 2006. Perancangan Kota Secara Terpadu. Semarang: Kanisius
DOI: https://doi.org/10.37905/jjoa.v7i1.34221
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Elvie Fatmah Mokodongan, Nurnaningsih Nico Abdul

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN CETAK: 2654-5896

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


