PENGARUH TINGGI BEDENGAN DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascolanikumL)

Anan Abdul Afik Tahutu, Wawan Pembengo, Fitriah Suryani Jamin, Yunnita Rahim

Abstract


Di Indonesia, bawang merah (Allium ascolanicum L.) adalah salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama di budidayakan oleh para petani secara kontinyu. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi tinggi bedengan dan jarak tanam yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, serta mengetahui tinggi bedengan dan jarak tanam yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.

Penelitian ini di laksanakan di Desa Ayuhulalo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Bualemo, Kota Gorontalo  pada Bulan September sampai Bulan Nopember 2021. Metode ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah Tinggi Bedengan yaitu Tinggi Bedengan 10cm , Tinggi Bedengan 15cm dan Tinggi bedengan 25cm, dan faktor kedua adalah Jarak Tanam yaitu Jarak Tanam 20cm x 25cm dan 25cm x 30cm. Di ulang sebanyak 3 kali. Jumlah tinggi bedengan terdiri dari 18 bedeng . Hasil penelitian menunjukan perlakuan tinggi bedengan dan jarak tanam  tidak terdapat interaksi terhdap pertumbuhan dan hasil bawang merah, tetapi hanya perlakuan jarak tanam yang berbeda nyata pada pengamatan 2 MST.

Keywords


Bawang Merah.Tinggi Bedengan, Jarak Tanam

Full Text:

PDF

References


Anshar, M., Tohari, Bambang, H.S., Endang S. 2011. Pertumbuhan, Hasil Dan Kualitas Umbi Bawang Merah Pada Kadar Air Tanah Dan Ketinggian Tempat Berbeda. Jurnal Agrivigor. 10 (2): 128-138

Asmaliyah dan Tati Rostiwati. 2012. Pengaruh Pengaturan Jarak Tanam terhadap Perkembangan Serangan Hama dan Penyakit Pulai Darat. Palembang: Jurnal Penelitian Hutan Tanaman.

Azmi, C., I.M. Hidayat, dan G. Wiguna. 2016. Pengaruh varietas dan ukuran umbi terhadap produktivitas bawang merah. Jurnal Hortikultura, 21(3): 206 – 213.

Basuki RS. 2009. Analisis kelayakan teknis dan ekonomis teknologi budidaya bawang merah dengan benih biji botani dan benih umbi tradisional. J Hort 19 (2): 214- 227

Budion o, D. P. 2004. Multiplikasi In Vitro Tunas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Berbagai Taraf Konsentrasi Air Kelapa. Jurnal Agronomi 8(2): 75-80.

Dina Omayani Dewi dan M. Syahri Mubarok Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat Jl. Budi Utomo No. 45 Siantan Hulu Pontianak Utara Kalimantan Barat

Dewi, N. 2012. Untung segunung bertanam aneka bawang. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Hidayat A, Rosliani R. 2003. Pengaruh Jarak Tanam dan Ukuran Umbi Bibit Bawang merah terhadap Hasil dan Distribusi Ukuran Umbi Bawang Merah: Laporan hasil penelitian. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Lembang, Bandung.

Komang, I.S dan T.L. Proklamita. 2017. Pertumbuhan dan hasil beberapa kultivar bawang merah pada berbagai durasi genangan. Buletin Pertanian Terapan Politeknik Pertanian, Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (PLM) Kupang, 22(2): 474 – 486.

Kurnia. U., Y. Sulaeman, dan A. Muti K. 2000. Potensi dan pengelolaan lahan kering dataran tinggi. hlm. 227-245 dalam Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Kusuma, A.A. 2013. Adaptasi beberapa varietas bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada dataran rendah dengan pemberian pupuk kandang dan NPK. Jurnal Online Agroteknologi, 1(4): 2337 – 6597.

Osman, K. T. 2013. Soils. Principle, Properties and Management. Department of Soil Science Univ. of Chittagong. Springer. London. p 86.

Moephulli, S. 2011. Guide To Growing Vegetables. Cape Town: Farming SA.

Lakitan, B. 2010. Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 205.

Lancaster, J. E., C. M. Triggs, J. M. De Ruiter, and P. W. Gandar. 1996. Bulbing in Onions: Photoperiod and Temperature Requirements and Prediction of Bulb Size and Maturity. Annals Botany. 78:423-430.

Menurut Wibowo,1987. Pengaturan tinggi bedengan bawang merah dan jarak tanam pada musim peng hujan. Thesis. Institut Pertanian Bogor.

Pitojo, S. 2003. Benih Bawang Merah. Kanisius. Yogyakarta. 82 hal.

Rahmawati. 2017. Pengaruh Beberapa Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah Varietas Kelinci (Arachis hypogeae L.). Sumatra Barat: Jurnal Pertanian Faperta UMSB.

Saidah. 2018. Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil

Bawang Merah Asal Biji di Kabupaten Sigi, Sulawesi tengah. Pros Semnas Masy Biodiv Indon. Vol. 5, No. 2

Setiyawan dan soeparno, 2009. Pengaruh Jarak Tanam Dan Dosis Urea Terhadap Pertumbuhan Hasil Dan Kualitas Umbi Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum group). Disertasi. Universitas Gadjah Mada

Souminar, S., S. Fajriani, dan Ariffin. 2018. Respon pertumbuhan dan hasil tiga varietas bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap beberapa tingkat ketinggian bedengan. Jurnal Produksi Tanaman, 6(10): 2413 – 2422.

Sumadi, B. 2003. Intensifikasi Budidaya Bawang Merah dan Respons Pertumbuhan Hasil Tanman Bawang Merah Terhadap Berbagai tingi bedengan pada Tanah Alluvial. J.Hort Vol. 22 .

Sumarni, et al.2012. Optimasi Jarak Tanam dan Dosis Pupuk NPK untuk Produksi Bawang Merah dari Benih Umbi Mini di Dataran. Jurnal hortikultura. 22(2): 148-155

Sunarjono, H. 2003. Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya. memudahkan dalam pengangkutan dan penyimpanan Jakarta. 132 hal.

Surian, 2011. Bawang Bawa Untung Budidaya Bawang Merah dan Bawang Putih. Cahaya Atma Pustaka. Yogyakarta.

Susilawati, B.S, Purwoko, H. Aswidinnoor, dan E. Santosa. 2012. Peran hara N, P, dan K pada pertumbuhan dan perkembangan ratun lima genotipe padi. J. Agron. Indonesia, 40(3): 174 – 179.

Abidin, Z.,A.A. A Asandhi dan Suwahyo. 1984. Pengaruh Kerapatan Tanam dan Dosis Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bayam Cabut. Buletin Penelitian Hortikultura XI (1): 1-8.

Ansori, N. Dan S.S. Haryadi. 1973. Pengaruh Naungan Terhadap Suatu Varietas Kentang (Solanum Tuberosum L) dalam Hubungannya dengan Hama Epilachna. Buletin Agronomi. IV (3): 17- 27.

Sutedjo, M.L. 2002. Pupuk dan cara pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutono, S., W. Hartatik, dan J. Purnomo. 2007. Penerapan Teknologi Pengelolaan Air

dan Hara Terpadu untuk Bawang Merah di Donggala. Balai Penelitian Tanah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. 41 Hlm

Onwuka, B dan B. Mang. 2018. Effects of Soil Temperature on Some Soil Properties and Plant Growth. Advance in Plants and Agricultural Research. 8 (1): 38–41..

Wibowo, S. 2005. Budidaya Bawang; Bawang Putih, Bawang Merah, Bawang Bombay. Penebar Swadaya, Jakara.

Wulandari. R, Suminarti N. E dan Sebayang H. T. 2016. Pengaruh Jarak Tanam Dan Frekuensi Penyiangan Gulma Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum). J Produksi Tanaman 4 (7): 547553.

Sitompul, S.M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. hal.38-124, 211-244

Murda, C. S., & Soelistyono. (2019). Kajian Tinggi Bedengan dan Kerapatan Tanaman terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu. Jurnal Produksi Tanaman, 7(4), 1278– 1287.

Agbede, T. M. (2010). Tillage and fertilizer effects on some soil properties, leaf nutrient concentrations, growth and sweet potato yield on an Alfisol in southwestern Nigeria.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2026 Jurnal Agroteknotropika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.