Studi Temuan Cendawan Patogen Penyebab Penyakit Pada Biji Kakao Provinsi Gorontalo

Moh Rifki Darise, Netty Ino Ischak, Hikmawati Hikmawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan patogen yang menjadi penyebab penyakit pada biji kakao yang dianalisis di Laboratorium Mikologi, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Gorontalo. Proses identifikasi cendawan dilakukan menggunakan teknik kultur pada media selektif yang sesuai, disertai dengan observasi baik secara makroskopis dan mikroskopis untuk memperoleh karakteristik dari mikroorganisme tersebut. Hasil analisis mengungkapkan bahwa cendawan patogen yang ditemukan pada sampel biji kakao adalah Curvularia sp. Adanya infeksi oleh Curvularia sp. pada biji kakao berimplikasi pada penurunan mutu dan viabilitas benih, yang pada gilirannya dapat menghambat proses perkecambahan serta menurunkan produktivitas tanaman kakao. Temuan ini menggarisbawahi urgensi pelaksanaan deteksi dini serta penerapan strategi pengendalian yang efektif terhadap cendawan patogen pada biji kakao, guna menjaga kelangsungan dan keberlanjutan produksi kakao di wilayah Provinsi Gorontalo.
Kata kunci: Kakao; Cendawan;Curvularia sp.

References


Farhanandi, B. W., & Indah, N. K. (2022). Karakteristik Morfologi dan Anatomi Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) yang Tumbuh pada Ketinggian Berbeda. 11(2), 310–325. https://journal.unesa.ac.id/index.php/lenterabio/index310

Harahap, M. S., Siregar, E. J., Lubis, M. H., Harahap, A. H., Lubis, J. R., & Gunung, M. R. (2024). Optimalisasi Strategi Pengendalian Bercak Daun Curvularia sp. pada Pembibitan Kelapa Sawit di Desa Binanga. Jumas : Jurnal Masyarakat. https://doi.org/10.54209/jumas.v3i02.93

Kapli, H., Athifahullaila, D., Furqoni, A. T., & Yoshe, D. (2022). Identifikasi Cendawan Potensial Sebagai Organisme Pengganggu Tanaman Dan Penyebab Penyakit Pada Tanaman Budidaya di Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen Dan Keanekaragaman Hayati, 9(2), 70–83.

Kapoh, A. M. R., Soepeno, M. H., & Korua, J. M. (2024). Penyelenggaraan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2019. Jurnal Fakultas Hukum UNSRAT Lex Administratum, 12(4), 1.

Koni, J. (2023). Penyelenggaraan Statistik Sektoral Provinsi Gorontalo Tahun 2023. Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik.

Rezky, P. A., Wirianata, H., Hirmawan Program Studi Agroteknologi, A., Pertanian, F., & Yogyakarta, I. (2025). Pengaruh Perlakuan Fungisida dan Konsentrasi Monosodium Glutamat Terhadap Penyakit Bercak Daun (Culvularia sp) di Pembibitan Main Nursery.

Sabahannur, S., Syam, N., & Ervina, E. (2023). MUTU FISIK DAN KIMIA BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA BEBERAPA JENIS KLON. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 7(2), 99–107. https://doi.org/10.33096/agrotek.v7i2.347

Sa’diah, I. (2024). Review : Teknik Penanganan dan Penyimpanan Biji Kakao Terhadap Kadar Air, Suhu, Kelembaban dan Cemaran Jamur. Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product, 6–12. https://doi.org/10.31316/jitap.v2i1.6589

Suganda, T., & Wulandari, D. Y. (2018). Curvularia sp . Jamur Patogen Baru Penyebab Penyakit Bercak Daun pada Tanaman Sawi. Jurnal Agrikultura, 29(3), 119–123.

Syatrawati, & Inderiati, S. (2018). Identifikasi cendawan pada biji Kakao kering di tingkat petani. AgroPlantae, 7(2), 8–13.

Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan

Wakhidah, N., Kasrina, & Bustamam, H. (2021). KEANEKARAGAMAN JAMUR PATOGEN DAN GEJALA YANG DITIMBULKAN PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI DATARAN RENDAH. Konservati Hayati.




DOI: https://doi.org/10.37905/je.v21i1.33658

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Editorial Office


Department of Chemistry, Universitas Negeri Gorontalo
Jl. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Moutong, Tilongkabila, Bone Bolango 96554, Gorontalo, Indonesia

E-mail: [email protected]

+6285341773856 (Call/sms/wa)

Jurnal Entropi (JE) (p-ISSN: 1907-1965| e-ISSN: XXX-XXXX) by Department of Chemistry Universitas Negeri Gorontalo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Powered by Public Knowledge Project OJS