ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR EKONOMI DALAM PENENTUAN KONSUMSI DAERAH PROVINSI GORONTALO

Ismail A. Ibrahim, Moh Arif Novriansyah, Nurdin Yusuf

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antar sektor ekonomi dalam menentukan pola konsumsi daerah Provinsi Gorontalo selama periode 2018–2023. Transformasi ekonomi yang terjadi menunjukkan pergeseran struktur dari sektor primer menuju sektor jasa dan perdagangan. Metode yang digunakan adalah analisis proporsi dan pertumbuhan sektoral berdasarkan model keterkaitan Leontief, dengan data PDRB sektoral dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB, namun mengalami penurunan dari 37,50% menjadi 36,02%. Sebaliknya, sektor perdagangan besar dan eceran meningkat dari 11,29% menjadi 12,41%, diikuti oleh pertumbuhan signifikan pada sektor jasa. Pergeseran ini menandakan adanya transformasi menuju ekonomi berbasis konsumsi, meskipun keterkaitan antar sektor masih lemah. Fenomena tersebut menyebabkan konsumsi daerah tumbuh tanpa diimbangi peningkatan produktivitas lokal, sehingga efek pemerataan kesejahteraan belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi Gorontalo bersifat separatif, bukan integratif. Diperlukan kebijakan yang memperkuat konektivitas antar sektor, khususnya antara pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, agar pertumbuhan ekonomi daerah lebih inklusif dan berkelanjutan.

Keywords


Keterkaitan Sektoral; Konsumsi Daerah; Pertumbuhan Ekonomi; Transformasi Struktural; Gorontalo

Full Text:

PDF

References


Adisasmita, R. (2014). Pembangunan Ekonomi Daerah dan Perencanaan Tata Ruang. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: STIE YKPN.

Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. (2019–2023). Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Provinsi Gorontalo (Atas Dasar Harga Konstan 2010). Gorontalo: BPS.

Bappenas. (2024). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Boediono. (2012). Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE.

Daryanto, A., & Hafizrianda, Y. (2010). Model Input–Output dan Social Accounting Matrix untuk Analisis Ekonomi Daerah. Bogor: IPB Press.

Jhingan, M. L. (2020). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Kuncoro, M. (2013). Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah, dan Kebijakan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Leontief, W. (1986). Input–Output Economics. New York: Oxford University Press.

Mankiw, N. G. (2019). Principles of Economics (9th ed.). Boston: Cengage Learning.

Resosudarmo, B. P., & Nurkholis. (2022). Regional Economic Transformation in Indonesia: Lessons from the Provinces. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 58(3), 289–312.

Richardson, H. W. (1977). Regional Growth Theory. London: Macmillan Press.

Sukirno, S. (2011). Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Tambunan, T. T. H. (2019). Perekonomian Indonesia: Kajian Teoretis dan Analisis Empiris. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic Development (13th ed.). New York: Pearson Education.

Utomo, S. (2021). Analisis Struktur Ekonomi dan Ketimpangan Wilayah di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(2), 115–132. https://doi.org/10.22212/jekp.v12i2.3894




DOI: https://doi.org/10.37479/jimb.v8i3.37186

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Alamat Redaksi:

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo

Jalan Jenderal Sudirman No. 6 Kota Gorontalo