Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bulawa Dalam Penggunaan Antibiotik Rasional Dengan Web Form Edukatif

Widy Susanti Abdulkadir, Indeks Keku

Abstract


Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan salah satu pemicu utama terjadinya resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) yang berisiko menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan beban kesehatan masyarakat. Objektif pengabdian masyarakat ini adalah memperkuat literasi kesehatan digital masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kebutuhan antibiotik berdasarkan gejala yang dialami. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, mengenai penggunaan antibiotik yang rasional serta menekan praktik swamedikasi antibiotik yang tidak tepat. Metode pengabdian dilakukan melalui edukasi berbasis digital health literacy dengan memanfaatkan web form edukatif berjudul “Apakah Gejala Saya Memerlukan Antibiotik?”. Web form dirancang sebagai instrumen penilaian mandiri yang mengarahkan responden untuk mengenali gejala, memahami indikasi penggunaan antibiotik, dan mempertimbangkan kapan perlu konsultasi ke tenaga kesehatan. Evaluasi efektivitas intervensi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah edukasi. Skor pengetahuan diklasifikasikan ke dalam kategori Kurang, Cukup, dan Baik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah intervensi. Pada pre-test, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan rendah (84,44%). Setelah edukasi melalui web form, distribusi tingkat pengetahuan bergeser, yaitu 44,44% responden berada pada kategori Baik dan 55% pada kategori Cukup, menandakan perbaikan pemahaman mengenai indikasi antibiotik dan risiko penggunaan tanpa resep. Simpulannya edukasi menggunakan web form berbasis literasi kesehatan digital terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan berpotensi mengurangi swamedikasi antibiotik yang tidak tepat. Program ini berkontribusi pada upaya pengendalian AMR di Kabupaten Bone Bolango serta dapat direplikasi sebagai model edukasi kesehatan digital di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Keywords


Antibiotik; Rasionalisasi; Web Form Edukatif; Resistensi Antimikroba (AMR); Digital Health Literacy

Full Text:

PDF

References


World Health Organization. Global Antimicrobial Resistance and Use Surveillance System (GLASS) report. Geneva: WHO; 2022.

World Health Organization Regional Office for South-East Asia. Antimicrobial consumption and rational use in South-East Asia Region. New Delhi: WHO SEARO; 2024.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone Bolango. Bone Bolango dalam Angka 2023. Gorontalo: BPS; 2023.

Kurniawati LH. Pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat Indonesia: sebuah tinjauan sistematis. J Farm Klin Indones. 2021;10(2):85–95.

Widayati A, Suryawati S, de Crespigny C. Self-medication with antibiotics in Indonesia: a systematic review. J Pharm Policy Pract. 2020;13(1):1–12. https://doi.org/10.1186/s40545-020-00210-0

Sari IP, Handayani RS, Supardi S. Hubungan pengetahuan masyarakat dengan penggunaan antibiotik rasional di pelayanan kesehatan primer. J Kesehat Masy. 2022;17(3):189–197.

Putri DR, Rahmawati I. Persepsi dan keyakinan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik pada penyakit infeksi ringan. J Ilmu Kesehat Masy. 2023;14(1):45–53.

Doni T, Sari D. Pengetahuan masyarakat tentang bantuan hidup dasar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. J Ilmu Kesehat. 2024;22(3):201–210.

Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelaksanaan program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Jakarta: Kemenkes RI; 2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021 tentang pedoman penggunaan antibiotik. Jakarta: Kemenkes RI; 2021.

Adam H. Telaah penggunaan literasi kesehatan digital pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. KESMAS. 2022;11(2).

Simaremare ES, Gunawan E, Dewi K, Bakrie NF, Pratiwi RD, Agustine R. Pendidikan pemakaian obat dan antibiotik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Jayapura. Indones J Community Engagem. 2020;6(4):241–247.

Afriyani, Rusdi MS, Efendi MR. Edukasi penggunaan antibiotik yang bijak pada tenaga kependidikan Universitas Dharma Andalas. Ruang Pengabdian. 2022;2(2):129–137.

Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2019.

Nursalam. Metodologi penelitian ilmu keperawatan: pendekatan praktis. Edisi ke-5. Jakarta: Salemba Medika; 2020.

Widayati A, Suryawati S, de Crespigny C. Self-medication with antibiotics in Indonesia: a systematic review. J Pharm Policy Pract. 2020;13(1):1–12. https://doi.org/10.1186/s40545-020-00210-0

Putri DR, Rahmawati I. Persepsi dan keyakinan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik pada penyakit infeksi ringan. J Ilmu Kesehat Masy. 2023;14(1):45–53.

Sari IP, Handayani RS, Supardi S. Hubungan pengetahuan masyarakat dengan penggunaan antibiotik rasional di pelayanan kesehatan primer. J Kesehat Masy. 2022;17(3):189–197.

Suryawati S, de Crespigny C. Penggunaan media edukasi berbasis teknologi untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di Indonesia. J Kesehat. 2021;21(4):54–63.

Hizrian M, Aditya R. Pengaruh edukasi digital terhadap pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik. J Kesehat Masy. 2022;17(1):112–118.

Nuryanti, Syafitri S. Digital literacy and health education: challenges and opportunities in Indonesia. J Pendidik Kesehat. 2023;14(1):43–50.

Kurniawati LH. Pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat Indonesia: sebuah tinjauan sistematis. J Farm Klin Indones. 2021;10(2):85–95.

Doni T, Sari D. Pengetahuan masyarakat tentang bantuan hidup dasar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. J Ilmu Kesehat. 2024;22(3):201–210.

Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2017.

Meithia AP. Peningkatan literasi kesehatan berbasis tanaman obat keluarga melalui pelatihan pembuatan jamu pada pendidikan kesetaraan. J Pengabd Masy Farmasi Pharmacare Soc. 2025;4(3):192–200. https://doi.org/10.37905/phar.soc.v4i3.34031

Suleman I, Mustaki MF. Design aplikasi emergency: Gorontalo Emergency Sistem PSC JID sebagai upaya tanggap tindakan kegawatdaruratan berbasis lokasi di Gorontalo. J Pengabd Masy Farmasi Pharmacare Soc. 2025;4(1):23–33. https://doi.org/10.37905/phar.soc.v4i1.31069

Listiani PAR, Indraswari PII. Pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi batuk pada remaja di SMK Bintang Persada Denpasar. J Pengabd Masy Farmasi Pharmacare Soc. 2026;5(1):1–7. https://doi.org/10.37905/phar.soc.v5i1.24913




DOI: https://doi.org/10.37905/phar.soc.v5i1.36976

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Creative Commons License

Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

VISITOR

toto slot

slot 4d

toto

toto slot

toto

toto slot

slot 4d

kembang128

kembang128

https://silon-stage.kpu-ri.org/

kembang128

situs toto

manta128

Manta128

Manta128

manta128

manta128

senja128

winsortoto

toto

Astro128

astro128

gampangtoto

winsortoto

rasa4d

rasa4d

rasa4d

situs toto

situs toto