Pengembangan Masterplan Kawasan Wisata Benteng Ulanta sebagai Kawasan Ekowisata dan Pariwisata Terintegrasi
Abstract
Abstract
Tourism in Gorontalo Province has grown rapidly, with tourist visits rising by about 282% between 2020 and 2024. Ulanta Fortress in Bone Bolango Regency is regarded by the Department of Tourism, Youth, and Sports as a potential driver of the regional economy, yet it remains poorly managed because of damaged infrastructure, a lack of supporting facilities, and non-integrated development management. This community service activity prepared a master plan for the Ulanta Fortress tourism area, in cooperation with the partner, based on ecotourism and integrated tourism concepts. A descriptive qualitative approach was applied through site surveys, interviews with the partner, a literature review, and SWOT analysis. The outputs are a master plan and 3D designs that divide the area of approximately 8,105 m² into four zones: public (green open space and camping ground), semi-public (micro, small, and medium enterprises (MSME) area and flying fox), service, and private. The design uses local, environmentally friendly materials such as wood and natural stone and retains the existing vegetation without massive clearing. The master plan is expected to revitalize Ulanta Fortress as a sustainable historical and nature tourism destination in Bone Bolango Regency.
Abstrak
Sektor pariwisata di Provinsi Gorontalo tumbuh pesat, dengan kunjungan wisatawan yang naik sekitar 282% pada periode 2020–2024. Benteng Ulanta di Kabupaten Bone Bolango dipandang oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga sebagai aset yang berpotensi menggerakkan ekonomi daerah, tetapi belum terkelola optimal akibat infrastruktur yang rusak, minimnya fasilitas penunjang, dan manajemen pengembangan yang belum terintegrasi. Kegiatan pengabdian ini menyusun masterplan Kawasan Wisata Benteng Ulanta dengan melibatkan mitra, menggunakan konsep ekowisata dan pariwisata terintegrasi. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui survei lokasi, wawancara dengan mitra, studi literatur, dan analisis SWOT. Luaran kegiatan berupa masterplan dan desain tiga dimensi (3D) yang membagi kawasan seluas kurang lebih 8.105 m² menjadi empat zona, yaitu zona publik (ruang terbuka hijau dan camping ground), zona semi publik (area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan flying fox), zona servis, dan zona privat. Rancangan menggunakan material lokal ramah lingkungan seperti kayu dan batu alam serta mempertahankan vegetasi eksisting tanpa pembabatan masif. Masterplan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali daya tarik Benteng Ulanta sebagai destinasi wisata sejarah dan alam yang berkelanjutan di Kabupaten Bone Bolango.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Mokoginta, R. A., Poluan, R. J., & Lakat, R. M. S. (2020). Pengembangan kawasan wisata bahari (Studi: Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur). Spasial: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 7(3), 325–334. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/spasial/article/view/30873
Popa, A. H., Ibrahim, M., Yusuf, B. R., & Yusuf, N. (2024). Pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. JEMAI: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 3(3), 83–90. https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/jemai/article/view/3609
Satria R, A., Tjahjono, B., & Sulistyantara, B. (2025). Strategi pengembangan kawasan ekowisata bahari Kota Sabang Provinsi Aceh. Bappenas Working Papers, 8(2), 285–312. https://doi.org/10.47266/bwp.v8i2.397
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 zuhriati A Djailani, Siti Revalina Ngiu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN CETAK: -

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



