Hubungan Pemberian Frekuensi MP-ASI dengan Kejadian Stunting Pada Baduta 6-24 Bulan

Ryskina Fatimah Siregar, Pascal Adventra Tandiabang, Novia Martin, Sulaiman Putra Nagaring

Abstract


Pendahuluan: Stunting yaitu suatu kondisi anak mengalami kegagalan pertumbuhan dan perkembangan akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama, penyakit infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat. Anak yang terkena stunting pada usia 0-2 tahun merupakan faktor risiko terjadinya stunting setelah berusia 2 tahun.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik kuantitatif dengan desain rancangan case control.

Hasil: Hasil uji statistik chi-square dengan nilai p-value adalah 0,001, menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara frekuensi pemberian MPASI dengan kejadian stunting nilai OR = 7,737; (CI : 2,515 – 23,805), artinya risiko untuk mengalami stunting pada kelompok yang frekuensi pemberian MPASI tidak sesuai adalah 7,737 kali lebih besar dibanding kelompok yang memberikan frekuensi MPASI sesuai standar IDAI.

Kesimpulan: Ada hubungan pemberian frekuensi MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak baduta 6-24 bulan.

 

Keywords: Baduta,, frekuensi, MP-ASI, stunting


Full Text:

PDF

References


WHO. Reducing Stunting in Children: Global Nutrition Targets 2025 Progress Report. Geneva: WHO; 2023.

UNICEF. The State of the World’s Children 2022: A Fair Chance for Every Child. New York: UNICEF; 2022.

United Nations Children’s Fund (UNICEF) WHOIB for R and DWB. Levels and trends in child malnutrition: UNICEF / WHO / World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates. Key findings of the 2025 edition. . 2025th ed. Ganeva; 2025.

UNICEF. The Situation of Children in Indonesia – Trends, Opportunities, and Challenges in Fulfilling Children’s Rights. . Jakarta; 2020.

Kemenkes RI. Laporan Statistik Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. 2025.

Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.

Adair LS, Fall CH, Osmond C, Stein AD, Martorell R, Ramirez-Zea M, et al. Associations of linear growth and relative weight gain during early life with adult health and human capital in countries of low and middle income: findings from five birth cohort studies. Lancet. 2013 Aug;382(9891):525–34.

Soesanti I, Saptandari P, Adiningsih S, Qomaruddin MB. The Practice of Complementary Feeding among Stunted Children under the Age of Two. Infect Dis Rep. 2020 Jul 7;12(11):8723.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pelayanan Kesehatan Neonatal dan Bayi. Jakarta; 2022.

Fewtrell M, Bronsky J, Campoy C, Domellöf M, Embleton N, Fidler Mis N, et al. Complementary Feeding. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2017 Jan;64(1):119–32.

IDAI. Rekomendasi Pemberian Praktik Makan Berbasis Bukti pada Bayi & Batita di Indonesia untuk Mencegah Malnutrisi. Jakarta; 2015.

Aguayo VM, Nair R, Badgaiyan N, Krishna V. Determinants of stunting and poor linear growth in children under 2 years of age in India: an in‐depth analysis of Maharashtra’s comprehensive nutrition survey. Matern Child Nutr. 2016 May 17;12(S1):121–40.

Stewart CP, Iannotti L, Dewey KG, Michaelsen KF, Onyango AW. Contextualising complementary feeding in a broader framework for stunting prevention. Matern Child Nutr. 2013 Sep 18;9(S2):27–45.

Widyawati W, Febry F, Destriatania S. Analysis complementary feeding and nutritional status among children aged 12- 24 months in Puskesmas Lesung Batu, Empat Lawang. J Ilmu Kesehat Masy. 2016;

Uwiringiyimana V, Ocké MC, Amer S, Veldkamp A. Predictors of stunting with particular focus on complementary feeding practices: A cross-sectional study in the northern province of Rwanda. Nutrition. 2019 Apr;60:11–8.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jambura Axon Medika (JAM) telah ter-index oleh:

  


Sekretariat Tim Editor

Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo
Gedung Fakultas Kedokteran, Lantai 1
Jl. Jend. Sudirman No.6, Kota Gorontalo, Gorontalo, 96128, Indonesia.Whatsapp: +6285233215280 Email: [email protected]

 

Creative Commons Licence
Jambura Axon Medika (JAM), is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.