Karakteristik Morfologi Kacang Tanah Lokal (Arachis hypogea L.) Var. Pala RH dan Garuda RH

Winda Jakaria, Novri Youla Kandowangko, Jusna Ahmad, Febriyanti Febriyanti, Magfirahtul Jannah, Lindawaty Isima

Abstract


Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas pertanian bernilai ekonomi dan gizi tinggi serta berpotensi mendukung ketahanan pangan lokal. Gorontalo memiliki varietas kacang tanah lokal, antara lain Pala RH dan Garuda RH, yang perlu dikarakterisasi sebagai dasar pelestarian dan pengembangan varietas unggul lokal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter morfologi kacang tanah lokal Pala RH dan Garuda RH. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengamati karakter vegetatif, generatif, polong, dan biji. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, panjang dan lebar polong, panjang dan lebar biji, serta berat 100 biji. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan rata-rata hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua varietas memiliki sejumlah persamaan, antara lain tipe pertumbuhan tegak dengan cabang lateral menuju ke atas, pola percabangan tidak beraturan tanpa bunga pada cabang utama, batang hijau, daun tidak berbulu, tepi daun rata, ujung daun tumpul, bunga kuning, dan ginofor hijau keunguan. Perbedaan utama terdapat pada waktu berbunga, karakter polong, dan bentuk biji. Garuda RH berbunga lebih cepat, yaitu 22 hari setelah tanam, memiliki polong sedikit berlekuk, retikulasi kulit polong lebih jelas, serta menghasilkan 2–3 biji per polong dengan bentuk agak bulat dan ukuran lebih besar. Sebaliknya, Pala RH berbunga pada 24 HST, memiliki polong dengan lekukan sedang, retikulasi kurang menonjol, serta menghasilkan 1–2 biji per polong dengan bentuk lonjong dan ukuran lebih kecil. Hasil ini menunjukkan bahwa Pala RH dan Garuda RH memiliki karakter morfologi khas yang dapat digunakan sebagai dasar identifikasi, konservasi, dan pengembangan kacang tanah lokal Gorontalo.


Keywords


Kacang tanah, Karakter morfologi, Pangan lokal, Varietas lokal, Gorontalo

Full Text:

JAKARIA ET AL.,

References


Akmalia, H. A., & Suharyanto, E. (2017). Pengaruh perbedaan intensitas cahaya dan penyiraman pada pertumbuhan jagung (Zea mays L.) ‘Sweet Boy-02’. Jurnal Sains Dasar, 6(1), 8–16. https://doi.org/10.21831/jsd.v6i1.13403

Catharina, T. S., Dethan, S. H., & Meikapassa, N. W. P. (2022). Pengaruh kondisi lengas tanah dan media tumbuh yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Vigna radiata L.). Ganec Swara, 16(2), 1721–1728. https://doi.org/10.35327/gara.v16i2.338

Dalimunthe, B. A., & Rizal, K. (2018). Pengaruh aplikasi pupuk kandang ayam cair terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada lahan gambut di Desa Tetap Jaya Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara. Jurnal Agroplasma Labuhanbatu, 5(1), 1–14.

Das, J. B. B., Bharti, S., Singh, R. P., Singh, D., Singh, L., Ranganna, G., Sikarwar, P. S., & Kumar, S. (2025). Role of plant growth regulators in flower induction and quality enhancement: A review. Plant Archives, 25(2), 515–523.

Denis, M. F., & Muhartini, S. (2019). Pengaruh jenis pupuk kandang dan konsentrasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Vegetalika, 8(2), 108–115. https://doi.org/10.22146/veg.45908

Dewi, F. A., Haryono, G., Anindyawati, N., & Novianto, E. D. (2023). Pengaruh konsentrasi dan interval waktu pemberian urine kelinci pada hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L. var. Tala 1). Partner, 28(2), 167–177. https://doi.org/10.35726/jp.v28i2.7089

Duta, O. J., Aisyah, Arti, I. M., & Nugraha, J. A. (2025). The effect of liquid organic fertilizer (LOF) banana on the growth and yield of purple string bean (Vigna unguiculata L.). Jurnal Biologi Tropis, 25(1), 239–246. https://doi.org/10.29303/jbt.v25i1.8395

Hardiman, T., Islami, T., & Sebayang, H. T. (2014). Pengaruh waktu penyiangan gulma pada sistem tanam tumpangsari kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dengan ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.). Jurnal Produksi Tanaman, 2(2), 111–120.

IBPGR & ICRISAT. (1992). Descriptors for groundnut. International Board for Plant Genetic Resources; International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics.

Ikhsani, D., Hindersah, R., & Herdiyantoro, D. (2018). Pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L. Merril) setelah aplikasi Azotobacter chroococcum dan pupuk NPK. Agrologia, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.30598/a.v7i1.351

Kasno, A., & Harnowo, D. (2014). Karakteristik varietas unggul kacang tanah dan adopsinya oleh petani. Iptek Tanaman Pangan, 9(1), 13–23.

Kiryowa, M., Ddamulira, G., Alenoma, G., Karwani, G., Ifeyinwa, M. O., Umeugochukwu, O. P., & Alanyo, M. (2022). Morphological characterization and diversity of Bambara groundnuts in Uganda. Journal of Agricultural Science, 14(9), 86. https://doi.org/10.5539/jas.v14n9p86

Koloa, M. I., & Sio, S. (2020). Pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan rumput setaria (Setaria sphacelata S.). Journal of Animal Science, 5(3), 48–50. https://doi.org/10.32938/ja.v5i3.898

Kurniawan, R. M., Purnamawati, H., & Yudiwanti, W. E. K. (2017). Respon pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap sistem tanam alur dan pemberian jenis pupuk. Buletin Agrohorti, 5(3), 342–350. https://doi.org/10.29244/agrob.v5i3.16472

Kusmiadi, R., Prayoga, G. I., Apendi, F., & Alfiansyah. (2018). Karakterisasi plasma nutfah kacang tanah (Arachis hypogaea L.) lokal asal Bangka berdasarkan karakter morfologi. AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 2(2), 61–66. https://doi.org/10.33019/agrosainstek.v2i2.25

Lifiani, R., Sutresna, I. W., & Hemon, A. F. (2022). Karakter morfologi beberapa galur kacang tanah F4 (Arachis hypogaea L.) terhadap cekaman naungan. Agroteksos, 31(1), 70–83. https://doi.org/10.29303/agroteksos.v31i1.655

Malelak, N. D. M. O., Pasangka, B., & Mbiliyora, C. (2023). Pemuliaan kacang tanah lokal jumbo tipe tegak Rote Ndao dengan metode iradiasi multigamma untuk mendapatkan varietas bakal unggul. Jurnal Fisika: Fisika Sains dan Aplikasinya, 8(1), 50–55. https://doi.org/10.35508/fisa.v8i1.11824

Marino, L. A., Ruffa, P., Mozzanini, E., Patono, D. L., Sereno, A., & Pavese, V. (2025). LEDs in plant tissue culture: Boosting micropropagation of Castanea sativa cultivars. Journal of Plant Growth Regulation, 44, 6046–6060. https://doi.org/10.1007/s00344-025-11812-6

Marjanah, & Fitriyani. (2017). Pengaruh kompos terhadap pertumbuhan Rhizobium pada tanaman kacang (Leguminase). Jurnal Jeumpa, 4(2), 1–7.

Marom, N., Rizal, & Bintoro, M. (2017). Uji efektivitas saat pemberian dan konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap produksi dan mutu benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences, 1(2), 174–184. https://doi.org/10.25047/agriprima.v1i2.43

Masruroh, A. I., Hamim, H., & Nurmauli, N. (2017). Pengaruh pupuk urea terhadap hasil tanaman jagung yang ditumpangsarikan dengan kacang tanah. Jurnal Agrotek Tropika, 5(1), 7–12. https://doi.org/10.23960/jat.v5i1.1839

Mau, I. K., Seran, Y. N., & Bria, E. J. (2023). Keragaman kacang-kacangan genus Vigna berdasarkan karakter morfologis di Kabupaten Timor Tengah Utara. Agroprimatech, 7(1), 42–49. https://doi.org/10.34012/agroprimatech.v7i1.4287

Nasution, M. H., Putra, I. A., & Berliana, Y. (2025). Pengaruh berbagai tinggi bedengan dan pemberian Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Pondasi: Journal of Applied Science Engineering, 2(1), 1–13.

Ndjurumanna, E. L. W., Nganji, M. U., & Lewu, L. D. (2022). Identifikasi varietas kacang tanah Sandle berdasarkan karakter morfologi pada varietas kacang tanah lokal di Kecamatan Haharu. Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 10(1), 14–25. https://doi.org/10.30605/perbal.v10i1.1466

Nuraina, S., Kusumo, Y. W. E., & Purnamawati, H. (2023). Uji daya hasil 18 galur kacang tanah (Arachis hypogaea L.) hasil seleksi IPB di Cianjur, Jawa Barat. Buletin Agrohorti, 11(1), 88–95. https://doi.org/10.29244/agrob.v11i1.46579

Nurdin, M., Khaidir, & Munazar. (2019). Peranan mulsa dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Jurnal Agrium, 16(1), 52–64. https://doi.org/10.29103/agrium.v16i1.1342

Patriyawaty, N. R., & Pratiwi, H. (2022). Invigorasi benih terhadap viabilitas dan vigor benih kacang tanah (Arachis hypogaea). Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 4, 110–117. https://doi.org/10.30595/pspfs.v4i.491

Purnomo, & Khotimah, N. (2019). Variations and phenetic analysis of peanut cultivars (Arachis hypogaea L.) based on morphological characteristics. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 4(1), 24–31. https://doi.org/10.22146/jtbb.39390

Rizkia, A., Linda, R., & Zakiah, Z. (2022). Application of legume inoculum (Legin) to the root nodules and peanut (Arachis hypogaea L.) production on peat soil West Kalimantan. Jurnal Biologi Tropis, 22(3), 914–920. https://doi.org/10.29303/jbt.v22i3.3606

Rozak, A. (2020). Pengaruh dosis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di lahan salin. Biofarm: Jurnal Ilmiah Pertanian, 16(2), 74–82. https://doi.org/10.31941/biofarm.v16i2.1175

Safta, L., Jaya, I. K. D., Santoso, B. B., & Jayaputra. (2024). Hasil dan nisbah kesetaraan lahan dua varietas cabai merah (Capsicum annuum L.) yang ditumpangsarikan dengan kacang tanah di lahan kering. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 10(1), 1–11. https://doi.org/10.29303/jstl.v10i1.587

Sembiring, M., Sipayung, R., & Sitepu, F. E. (2014). Pertumbuhan dan produksi kacang tanah dengan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit pada frekuensi pembumbunan yang berbeda. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(2), 598–606. https://doi.org/10.32734/jaet.v2i2.7066

Sirait, B. A., & Siahaan, P. (2019). Pengaruh pemberian pupuk dolomit dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Jurnal Agrotekda, 3(1), 10–18.

Sobari, E., Fathurohman, F., & Hadi, M. A. (2018). Karakter pertumbuhan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dengan pemanfaatan kompos limbah baglog jamur dan kotoran domba. Agrin, 22(2), 116–122. https://doi.org/10.20884/1.agrin.2018.22.2.447

Sofiana, R., & Syaban, R. A. (2017). Aplikasi pupuk biourine terhadap hasil dan mutu benih dua varietas kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences, 1(1), 63–71. https://doi.org/10.25047/agriprima.v1i1.11

Susilo, E., Parwito, & Pujiwati, H. (2019). Perbaikan pertumbuhan dan hasil kacang tanah di tanah ultisol dengan aplikasi pupuk P dan K. AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 5(2), 126–136. https://doi.org/10.37676/agritepa.v6i1.804

Zulchi, T. (2016). Potensi produksi kacang tanah lokal Situraja. Planta Tropika: Journal of Agro Science, 4(1), 37–45. https://doi.org/10.18196/pt.2016.055.37-45




DOI: https://doi.org/10.34312/jebj.v7i2.31848

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2025 Winda Jakaria, Novri Youla Kandowangko, Jusna Ahmad, Febriyanti Febriyanti

Lisensi Creative Commons
Karya ini dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 .

 

<!--