Enforcing Environmental Law Against Ecosystem Degradation in the Kasintuwu Protected Forest, Luwu Timur

Achdiat Mubaraq, Laola Subair, Salmi Salmi

Abstract


Indonesia governs its protected forests through a dense body of legislation, yet ecosystem degradation caused by illegal logging continues largely unchecked. This article asks why environmental law enforcement fails in the Kasintuwu Protected Forest, Mangkutana District, Luwu Timur Regency, South Sulawesi. Applying an empirical legal method, it combines interviews at four institutions, examination of their case registers, and statutory analysis, in order to trace where forestry cases are lost along the enforcement chain. Between 2017 and 2023 residents lodged ninety-four reports of illegal logging, while only ten case files reached the public prosecutor and nine cases were registered at the district court, and enforcement clustered almost entirely in a single year. Three obstacles explain this attrition: evidentiary difficulty produced by imprecise forest-boundary designation and overlapping licensing; institutional incapacity, with three forest rangers responsible for 163,283.30 hectares; and alleged informal levies that terminate reports before investigation. The article argues that the enforcement deficit is structural rather than normative, and recommends boundary re-demarcation with legal certainty, a minimum ranger-to-area ratio, independent oversight of pre-investigation screening, and community-based conservation incentives


Keywords


Ecosystem Degradation; Environmental Law; Illegal Logging; Law Enforcement; Protected Forest.

References


Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi. “Kasus Kayu Ilegal di Kabupaten Luwu Timur.” 27 April 2020. Accessed 13 January 2023. http://sulawesi.gakkum.menlhk.go.id/index.php/2020/04/27/.

Dihni, Vika Azkiya. “10 Negara dengan Area Hutan Lindung Terluas (2020).” Databoks, 13 January 2022. Accessed 20 December 2022. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/01/13/indonesia-miliki-kawasan-hutan-lindung-terluas-ke-2-di-dunia.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten. “Kerusakan Hutan Indonesia.” Accessed 13 January 2023. https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/.

Hasyim, A. Miftahuddin A. “Tinjauan Yuridis terhadap Tindak Pidana Illegal Logging di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Kabupaten Luwu Timur.” Thesis, Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Penebangan Kayu Illegal dan Peredaran Hasil Hutan Illegal di Kawasan Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Tanjung Putting.

Irwansyah, and Ahsan Yunus. Penelitian Hukum: Pilihan Metode dan Praktik Penulisan Artikel. Rev. ed. Yogyakarta: Mirra Buana Media.

Jumhari. Head of the Technical Implementation Unit, South Sulawesi Provincial Forestry Service. Interview, 8 May 2023.

Kaisar. Head of the Forest Planning and Utilisation Section, KPH Kalaena. Interview, 28 March 2023.

Mappeasse. Forest Ranger, KPH Kalaena. Interview, 27 March 2023.

Moeljatno. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Murhaini, Suriansyah. Hukum Kehutanan. Yogyakarta: Laksbang Grafika, 2011.

Pamulardi, Bambang. Hukum Kehutanan dan Pembangunan Bidang Kehutanan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. “Geografis.” Accessed 15 February 2016. www.luwutimurkab.go.id.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. “Kehutanan.” Accessed 15 February 2016. www.luwutimurkab.go.id.

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.6/Menhut-II/2010 tentang Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria Pengelolaan Hutan pada KPHL dan KPHP.

Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan.

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 45/PUU-IX/2011.

Rahmadi, Takdir. Hukum Lingkungan di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Sahwal. Head of the Special Crimes Section, Luwu Timur Public Prosecution Office. Interview, 31 March 2023.

Saleh, Sri Rahayu Muh., Abrar Saleng, and Kahar Lahae. “Pemanfaatan Lahan Kawasan Hutan Lindung oleh Masyarakat Hukum Adat, Masyarakat Lokal, dan Masyarakat dari Luar Kawasan.” Master’s thesis, Faculty of Law, Universitas Hasanuddin, 2022.

Senoaji, Gunggung. “Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan Lindung Bukit Daun di Bengkulu.” Sosiohumaniora 13, no. 1 (2009): 13.

Soekanto, Soerjono. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: UI Press, 1983.

Supriadi. Hukum Kehutanan dan Hukum Perkebunan di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2010.

Supriadi. Hukum Kehutanan dan Hukum Perkebunan di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2011.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, art. 33(3).

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Luwu Timur di Provinsi Sulawesi Selatan.

Zein, Alam Setia. Kamus Kehutanan. Jakarta: Rineka Cipta, 2003.




DOI: https://doi.org/10.33756/eslaj.v8i2.34006

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Achdiat Mubaraq, Laola Subair, and Salmi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Estudiante Law Journal has been indexed by:

Sinta Garuda GS Crossref
Microsoft Academic Dimension EuroPub Copernicus
International Standard Serial Number International Scientific Indexing Base ResearchBib
scilit orcid citefactorcitefactor
ss