Adaptasi Masyarakat Suku Bajo Terhadap Bencana Di Desa Torsiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo
| Dublin Core | PKP Metadata Items | Metadata for this Document | |
| 1. | Title | Title of document | Adaptasi Masyarakat Suku Bajo Terhadap Bencana Di Desa Torsiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo |
| 2. | Creator | Author's name, affiliation, country | Felix Rubama; Pendidikan Geografi, Pasacasarjana, Universitas Negeri Gorontalo; Indonesia |
| 2. | Creator | Author's name, affiliation, country | Idris Hasan; Pendidikan Geografi, Pasacasarjana, Universitas Negeri Gorontalo; Indonesia |
| 2. | Creator | Author's name, affiliation, country | Rusli Limonu; Pendidikan Geografi, Pasacasarjana, Universitas Negeri Gorontalo; Indonesia |
| 2. | Creator | Author's name, affiliation, country | Fitryane Lihawa; Pendidikan Geografi, Pasacasarjana, Universitas Negeri Gorontalo |
| 2. | Creator | Author's name, affiliation, country | Nawir Sune; Pendidikan Geografi, Pasacasarjana, Universitas Negeri Gorontalo |
| 3. | Subject | Discipline(s) | |
| 3. | Subject | Keyword(s) | Adaptasi; Bencana; Desa Torosiaje; Kondisi Sosial |
| 4. | Description | Abstract | Suku Bangsa Bajo tidak dapat terpisahkan dari laut. Laut bagi orang Bajo merupakan cermin kehidupan masa lalu, kekinian, dan harapan masa depan. Oleh karena itu, Suku Bangsa Bajo disebut sebagai suku laut karena mereka sangat bergantung pada laut untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, Untuk itu masyarakat suku bajo rentan akan bncana khususnya gempa Tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adaptasi masyarakat terhadap bencana, Penelitian ini mengunakan metode analisis deskriptif kuantitatif hasil menunjuhkan bahwa Tingkat Pendidikan didominasi oleh masyarakat lulusan SD sederajat, Desa Torsiaje didominasi oleh pekerja dalam sektor nelayan , Masyarakat suku Bajo yang ada di Desa torsiaje tidak memilki pengetahuan tentang tsunami dan gempa bumi. masyarakat hanya memilki mitos tentang gempa bumi. Suku bajo melihat sudut pandang tanda-tanda terjadi gempa bumi dengan bermunculan ikan-ikan dipermukaan air selaian itu Kearifan lokal masyarakat Suku Bajo merupakan aset berharga dalam menghadapi bencana alam. Penggunaan rumah panggung, pengelolaan lingkungan yang bijaksana, dan pengetahuan tradisional tentang tanda-tanda alam adalah contoh nyata dari adaptasi yang telah terbukti efektif. |
| 5. | Publisher | Organizing agency, location | Universitas Negeri Gorontalo |
| 6. | Contributor | Sponsor(s) | |
| 7. | Date | (YYYY-MM-DD) | 2024-06-30 |
| 8. | Type | Status & genre | Peer-reviewed Article |
| 8. | Type | Type | |
| 9. | Format | File format | |
| 10. | Identifier | Uniform Resource Identifier | https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/geojpg/article/view/25665 |
| 10. | Identifier | Digital Object Identifier (DOI) | https://doi.org/10.37905/geojpg.v3i1.25665 |
| 11. | Source | Title; vol., no. (year) | Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi; Vol 3, No 1 (2024): Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi |
| 12. | Language | English=en | en |
| 13. | Relation | Supp. Files | |
| 14. | Coverage | Geo-spatial location, chronological period, research sample (gender, age, etc.) | |
| 15. | Rights | Copyright and permissions |
Copyright (c) 2024 Felix Rubama, Fitryane Lihawa, Nurfaika Nurfaika, Ramla Hartini Melo, Nawir Sune, Idris Hasan, Rusli Limonu![]() This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. |
