OPTIMALISASI KEPATUHAN PENGGUNAAN FORMULARIUM NASIONAL DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSK BEDAH ROPANASURI PADANG
Abstract
Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022 dengan target minimal 80%. Ketidakpatuhan terhadap formularium nasional dapat menyebabkan inefisiensi penggunaan obat, peningkatan biaya pelayanan kesehatan, serta penurunan mutu dan keselamatan pasien. RSK Bedah Ropanasuri Padang mencatat rata-rata kepatuhan hanya sebesar 59,1% pada periode Januari–Maret 2025. Kondisi ini menunjukkan perlunya identifikasi akar masalah secara sistematis guna mendukung perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya kepatuhan serta merumuskan alternatif pemecahan masalah dan rencana tindak lanjut (Plan of Action) untuk mencapai target ≥80%. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta telaah dokumen. Serta mengidentifikasi prioritas dan akar masalah dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dan diagram fishbone (Ishikawa) yang mencakup aspek sumber daya manusia, sistem, sarana, dan komunikasi. Hasil penelitian mengidentifikasi kurangnya pengetahuan tenaga medis mengenai daftar obat formularium nasional, belum optimalnya koordinasi antara instalasi farmasi rawat jalan dan unit terkait, belum adanya kebijakan pembatasan obat non-formularium dalam sistem e-receipt maupun resep manual, serta belum tersedianya laporan bulanan tertulis mengenai peresepan obat di luar formularium. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kepatuhan penggunaan Formularium Nasional di rumah sakit khusus bedah, yang memiliki karakteristik unik berupa kebutuhan obat pascaoperasi yang beragam dan sering kali berada di luar daftar formularium. Penelitian ini tidak hanya menilai tingkat kepatuhan, tetapi juga mengkaji faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian penggunaan Formularium Nasional dari perspektif fasilitas kesehatan dengan kecenderungan penggunaan obat berbiaya tinggi, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif dibandingkan penelitian sebelumnya.
Kata kunci: Fishbone, Formularium Nasional, Indikator Instalasi Farmasi Mutu, USG
References
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Formularium Nasional. HK.01.07/MENKES/2197/2023. 2023.
Kementerian Kesehatan Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2022. Nomor 30 Tahun 2022. 2022.
Kementerian Kesehatan Indonesia. Formularium Nasional Kendalikan Mutu dan Biaya Pengobatan [Internet]. 2015 [cited 2026 Apr 23]. Available from: https://kemkes.go.id/eng/formularium-nasional-kendalikan-mutu-dan-biaya-pengobatan
Artemisia SD. Kesesuaian Penulisan Resep Dokter Terhadap Formularium di Rumah Sakit Wilayah Banyuwangi. JIlmFarm Akademi Farmasi jember. 2024 Jul 27;7(1):142–6. doi:10.53864/jifakfar.v7i1.191
Ni’matunnisa E, Nurwahyuni A. Analisis Kepatuhan Dokter Dalam Meresepkan Obat Formularium Nasional di Rumah Sakit Multazam Medika. jkm j kesehat masy cendekia utama. 2021 Sep 1;9(1):29. doi:10.31596/jkm.v9i1.797
Waluyatiningsih N, Hartayu TS, Yuniarti E, Capritasari R, Astuti F. Rasionalitas Terapi Menuju Indonesia Sehat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2024.
Cini, M. Medicines Accessibility in a National Health Service [Doctoral Dissertation]. University of Malta Library: Departement of Pharmacy; 2025. https://www.um.edu.mt/library/oar/handle/123456789/141868
Banjarnahor PL, Rachman A, Veranita M. Optimalisasi Pengelolaan Obat Non-Formularium Berbasis Efisiensi Biaya di Rumah Sakit Advent Manado. ProBusiness: Management Journal [Internet]. 2025 [cited 2026 Apr 23];16(1). Available from: https://journal.jis-institute.org/index.php/ijmhrr/article/view/587
Skarayadi O, Endarti D, Mukti AG, Satibi. Prescriptions Conformity with National Formulary: A Literature Review to Explore the Need for Pharmaceutical Cost Containment. BIO Web of Conferences 75, 05014 (2023) [Diakses 15 April 2026] Available at https://www.bio-conferences.org/articles/bioconf/abs/2023/20/bioconf_biomic2023_05014/bioconf_biomic2023_05014.html
Ni’matunnisa E, Nurwahyuni A. ANALISIS KEPATUHAN DOKTER DALAM MERESEPKAN OBAT FORMULARIUM NASIONAL DI RUMAH SAKIT MULTAZAM MEDIKA TAHUN 2018. jkm j kesehat masy cendekia utama. 2021 Sep 1;9(1):29. doi:10.31596/jkm.v9i1.797
Islam RN, Pranoto ME, Suswanti I. Analisa kesesuaian peresepan obat kronis pasien BPJS rawat jalan poliklinik syaraf dengan formularium nasional di rumah sakit X Tangerang Selatan. IJHS. 2024 Aug 27;4(5):598–607. doi:10.54957/ijhs.v4i5.1085
Nabilah T, Dewi NMAR, Aini SR. Evaluasi kesesuaian peresepan obat terhadap formularium nasional di Rumah Sakit Umum Daerah Sumbawa tahun 2021. SJP. 2023 Apr 30;4(1):14–8. doi:10.29303/sjp.v4i1.204
Satibi S, Faradiba F, Aditama H, Dwi Prasetyo S. Identification of Problems or Barriers in Medicine Procurement Process in Low- and Lower-Middle-Income Countries: A Narrative Review. Indonesian J Pharm. 2022 Jan 18. doi:10.22146/ijp.2519
DOI: https://doi.org/10.35971/gojhes.v10i2.38464
Refbacks
- There are currently no refbacks.





_edit_2.png)
1.png)
2.png)
.png)
_(1).png)
_(2).png)
_(2)1.png)
_(1)2.png)
_(2).png)
_(1)1.png)
_(1).png)
_(1)1.png)



_2.png)

