TINGKAT DISTRES PSIKOLOGIS PADA DOKTER GIGI INTERN DALAM MASA PELATIHAN KLINIK: STUDI CROSS-SECTIONAL MENGGUNAKAN KUESIONER SRQ-20
Abstract
Dokter gigi intern merupakan kelompok yang rentan mengalami distres psikologis akibat tekanan akademik, tuntutan pencapaian kompetensi klinis, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis, proses pembelajaran, prestasi akademik, dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan pola gejala distres psikologis pada dokter gigi intern yang menjalani pelatihan klinis menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang pada dokter gigi intern di salah satu rumah sakit daerah di Sumatera Selatan, Indonesia. Sebanyak 38 responden dilibatkan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan SRQ-20 yang dikembangkan oleh World Health Organization dan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan prevalensi serta distribusi gejala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86,8% responden mengalami distres psikologis. Gejala yang paling sering dilaporkan meliputi merasa tegang, cemas, atau khawatir dan mudah merasa lelah, masing-masing sebesar 89,5%, diikuti mudah terkejut atau takut sebesar 81,6% serta merasa lelah sepanjang waktu sebesar 78,9%. Gejala kognitif berupa kesulitan berpikir jernih ditemukan pada 60,5% responden, sedangkan kesulitan mengambil keputusan sebesar 52,6%. Tingginya prevalensi distres psikologis menunjukkan perlunya skrining berkala, layanan dukungan psikososial, promosi kesehatan mental, serta sistem pendampingan berkelanjutan dari institusi pendidikan dan rumah sakit. Upaya tersebut diperlukan untuk menjaga kesejahteraan peserta dan mendukung mutu pelayanan klinis.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Soeli YM, Hunawa RD, Rahim NK, Wahab Pakaya A, Ayun N, Yusuf R, et al. Gambaran Mental Health Dosen Kesehatan Di Provinsi Gorontalo Overview of Mental Health Lecturers in Gorontalo Province. J Heal Sci Gorontalo J Sci Community [Internet]. 2023;1–10. Tersedia pada: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/index
Puthran R, Zhang MWB, Tam WW, Ho RC. Prevalence of depression amongst medical students: a meta-analysis. Med Educ. 2016;50(4):456–68.
Mak CH, Cao LM, Luo HY, Zhou K, Yu YF, Li ZZ. Burnout among dental students: a systematic review and meta-analysis. BMC Med Educ. 2026;26:522.
National Academies of Sciences and Medicine E. Taking Action Against Clinician Burnout: A Systems Approach to Professional Well-Being. Washington, DC: National Academies Press; 2019.
Organization WH. Guidelines on Mental Health at Work. Geneva: World Health Organization; 2022.
Javed MQ, Ahmad Z, Muhammad M, Binrayes A, Niazi I, Nawabi S. Burnout level evaluation of undergraduate dental college students at a Middle Eastern university. BMC Med Educ. 2024;24:1155.
Karimi Afshar M, Ghorbani Nejad S, Karimi Afshar M. Academic burnout and its related factors among dental students in southeast Iran: a cross-sectional study. BMC Med Educ. 2025;25:27.
Menacho-Rivera J, Castro-Ramirez L, Yarasca-Berrocal E, Huamani-Echaccaya J, Hernández-Vergara C, Ladera-Castañeda M, et al. Academic burnout syndrome associated with anxiety, stress, depression, and quality of life in Peruvian dentistry students: an analysis using a multivariable regression model. BMC Med Educ. 2025;25:998.
Irfan Helmi Nugroho RM. Burnout and Quality of Life Among General Practitioner. Jambura J Heal Sci Res [Internet]. 2024;6(October):528–34. Tersedia pada: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/index
Association AP. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. 5th editio. Washington, DC: American Psychiatric Association Publishing; 2022.
Maslach C, Leiter MP. The Burnout Challenge: Managing People’s Relationships with Their Jobs. Cambridge, MA: Harvard University Press; 2022.
West CP, Dyrbye LN, Shanafelt TD. Physician burnout: contributors, consequences and solutions. J Intern Med. 2018;283(6):516–29.
Organization WH. A User’s Guide to the Self-Reporting Questionnaire (SRQ). Geneva: World Health Organization; 1994.
Prasetio CE, Triwahyuni A, Prathama AG. Psychometric properties of Self-Report Questionnaire-20 (SRQ-20) Indonesian version. J Psikol. 2022;49(1):69–86.
Harding TW, de Arango M V, Baltazar J, Climent CE, Ibrahim HHA, Ladrido-Ignacio L. Mental disorders in primary health care: a study of their frequency and diagnosis in four developing countries. Psychol Med. 1980;10(2):231–41.
Mari J de J, Williams P. A validity study of a psychiatric screening questionnaire (SRQ-20) in primary care in the city of São Paulo. Br J Psychiatry. 1986;148(1):23–6.
van der Westhuizen C, Wyatt G, Williams JK, Stein DJ, Sorsdahl K. Validation of the Self Reporting Questionnaire 20-item (SRQ-20) for use in a low- and middle-income country emergency centre setting. Int J Ment Health Addict. 2016;14(1):37–48.
Organization WH. World Mental Health Report: Transforming Mental Health for All. Geneva: World Health Organization; 2022.
DOI: https://doi.org/10.35971/gojhes.v10i3.39860
Refbacks
- There are currently no refbacks.





_edit_2.png)
1.png)
2.png)
.png)
_(1).png)
_(2).png)
_(2)1.png)
_(1)2.png)
_(2).png)
_(1)1.png)
_(1).png)
_(1)1.png)



_2.png)

