TELAAH ARSITEKTURAL TERHADAP KARAKTER INDISH PADA DESAIN GEREJA MASEHI INJILI BOLAANG MONGONDOW DI KOTAMOBAGU

Yohanes P Erick A, Ratna Dwi Ma'sum

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik arsitektur "Indish" pada Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow di Kotamobagu, dengan menelusuri bagaimana elemen desain kolonial Belanda diintegrasikan dengan adaptasi lokal untuk menghadapi kondisi iklim tropis dan kebutuhan fungsional masyarakat setempat. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, meliputi observasi lapangan, studi literatur dan arsip, analisis foto lama, guna melakukan triangulasi data dan memperoleh gambaran menyeluruh tentang penerapan ciri-ciri arsitektur seperti denah simetris, orientasi bangunan yang menghindari sinar matahari langsung, penggunaan bahan kayu yang kokoh, serta tata ruang yang diadaptasi untuk sirkulasi udara alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja ini mempertahankan beberapa elemen penting dari gaya Indish, misalnya berdirinya bangunan di atas tanah yang luas, penggunaan konstruksi kayu, ventilasi dan pencahayaan alami yang optimal, dan kehadiran elemen simbolik seperti bangunan penggantung lonceng. Namun terdapat penyimpangan pada elemen lain seperti ketiadaan teras yang mengelilingi bangunan, absennya elemen menara khas serta penggunaan material kaca pada jendela, yang mencerminkan proses modifikasi desain seiring perkembangan jaman. Penelitian ini mengungkap bahwa Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow merupakan hasil sintesis dinamis antara warisan arsitektur kolonial dan kearifan lokal menghasilkan identitas visual dan fungsional yang unik serta relevan dengan konteks modern di Sulawesi Utara.

Kata kunci: Telaah Arsitektural; Arsitektur Indish; Gereja Masehi Injili; Bolaang Mongondow


Keywords


Architectural Studies; Indish Architecture; Evangelical Christian Church; Bolaang Mongondow

Full Text:

PDF

References


Agusintadewi, N. K., Prajnawrdhi, T. A., & Satria, M. W. (2019). Karakter Arsitektural Bangunan Kolonial Sebagai Warisan Budaya Kota Singaraja. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 8(2), 67–73. Https://Doi.Org/10.32315/Jlbi.8.1.16

Ella Veronica. (2008). Pengaruh Liturgi Gereja Katolik Roma Pada Interior Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria. Dimensi Interior, 6(2), 123–133. Http://Puslit2.Petra.Ac.Id/Ejournal/Index.Php/Int/Article/View/18073

Hastati, F., Putri Kamase, G. A. P., & Jayatri Putra, P. (2021). Karakteristik Arsitektural Bangunan Indis Pada Perumahan Pegawai PJKA Pengok Blok A & B Di Yogyakarta. SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi Dan Teknik Sipil, 1(1), 28–41. Https://Doi.Org/10.29303/Sade.V1i1.8

Leatimia, I. Y., & Hasbi, R. M. (2019). Transformasi Fasad Pada Bangunan Kolonial Gereja Gpib Immanuel Kota Depok Lama. Vitruvian, 9(1), 57. Https://Doi.Org/10.22441/Vitruvian.2019.V9i1.006

Mansyur, S., & Hasrianti. (2019). Perkembangan Arsitektur Masa Kolonial Di Kota Palopo

(1908-1940) The Development Of Colonial Architecture In The Palopo City. Jurnal Tumotowa Volume, 2(2), 92–105. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.24832/Tmt.V2i2.35

Mansyur, S., Iriyanto, N., Riset, P., Lingkungan, A., Budaya, F. I., & Khairun, U. (2024). Rumah Bergaya Indis Di Kota Ternate: Kajian Sejarah Arsitektur. 22(2), 101–120.

Mantiri, A., Warouw, F., & Waani, J. O. (2021). Arsitektur Kolonial Belanda Menuju Kawasan Cagar Budaya Di Kota Tomohon. Jurnal Fraktal, 6(1), 1–10.

Pinem, M. (2016). Sejarah, Bentuk Dan Makna Arsitektur Gereja GPIB Bethel Bandung. Jurnal Lektur Keagamaan, 14(2), 347. Https://Doi.Org/10.31291/Jlk.V14i2.505

Prastiwi, R. E., Saraswati, U., & Witasari, N. (2019). Sejarah Perkembangan Arsitektur Bangunan Indis Di Purworejo Tahun 1913-1942. Journal Of Indonesian History, 8(1), 88–95.

Purnomo, H., Waani, J. O., & Wuisang, C. E. V. (2017). Gaya & Karakter Visual Arsitektur Kolonial Belanda Di Kawasan Benteng Oranje Ternate. Jurnal Media Matrasain, 14(1), 23–33. Https://Ejournal.Unsrat.Ac.Id/Index.Php/Jmm/Article/View/15443/14987

Rizienta, F., Sudikno, A., & Surtasari, N. (2015). Arsitektur Fasade Bangunan Rumah Tinggal Kolonial Belanda Di Kawasan Nyai Ageng Arem-Arem Gresik. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur, 3.

Rustamaji, I.-. (2019). Pengaruh Gaya Arsitektur Bangunan Indis Terhadap Aspek Sosial Dan Budaya Masyarakat Kabupaten Boyolali. Haluan Sastra Budaya, 3(1), 47. Https://Doi.Org/10.20961/Hsb.V3i1.26408

Wihardyanto, D., & Rahmi, D. H. (2020). Pengaruh Kolonialisasi Belanda Di Kawasan Pusat Kota Pulau Jawa : Sebuah Kajian Literatur. Nature: National Academic Journal Of Architecture, 7(1), 15. Https://Doi.Org/10.24252/Nature.V7i1a2

Wihardyanto, D., & Sudaryono, S. (2020). Arsitektur Kolonial Belanda Di Indonesia Dalam Konteks Sejarah Filsafat Dan Filsafat Ilmu. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, 7(1), 42. Https://Doi.Org/10.26418/Lantang.V7i1.35500




DOI: https://doi.org/10.37905/jjoa.v7i2.31530

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Yohanes P Erick A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

ISSN CETAK: 2654-5896
Website: http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jja/

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.