Kampung Segitiga Sompilan: Dinamika Ruang dan Kearifan Lokal

Munarsi Munandar, Cahyani Suhardi, Dui Buana Mustakima

Abstract


Urbanisasi yang pesat di Yogyakarta telah mendorong transformasi kampung kota, termasuk Blok Sompilan di Kampung Pogung Kidul, yang kini menghadapi tekanan akibat komersialisasi lahan dan pembangunan infrastruktur kota. Permasalahan penelitian ini adalah menelaah bagaimana konfigurasi spasial Blok Sompilan terbentuk melalui praktik sosial warga serta nilai-nilai lokal yang memengaruhi pola spasialnya. Penelitian ini menganalisis produksi ruang di Blok Sompilan, Yogyakarta, dengan pendekatan teori produksi ruang Henri Lefebvre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blok Sompilan dibentuk oleh jaringan jalan berbentuk segitiga yang mengurung pola hunian organik dimana bagian tengah stabil sedangkan bagian tepi lebih dinamis dengan bangunan  multifungsi Temuan ini menunjukkan bahwa Blok Sompilan tidak tumbuh karena “kekurangan” sistem formal, melainkan merupakan hasil produksi ruang yang kompleks dan adaptif: morfologi organik terbentuk dari pewarisan lahan, pembagian kapling dan pembangunan jalan; adanya ikatan emosional terhadap kampung  mendorong  warga untuk tetap bertahan di tengah urbanisasi. Sehingga mengembangkan praktik sosial seperti ngindung serta sistem kepemilikan lahan bangunan yang tumpang-tindih (hibrid). Sehingga ruang di Sompilan adalah ruang negosiasi terus‑menerus antara kebutuhan ekonomi, nilai kultural, dan intervensi infrastruktur formal, sehingga menghasilkan konfigurasi spasial kampung kota yang dinamis.


Full Text:

PDF

References


Atika, F. A., & Ikaputra, I. (2023). Permukiman Kumuh Ditinjau dari Kontinum Formal dan Informal (Studi Kasus: Permukiman Kumuh Lintas Negara). Media Komunikasi Geografi, 24(2), 168–188. https://doi.org/10.23887/mkg.v24i2.65945

Dovey, K. (2012). Informal Urbanism and Complex Adaptive Assemblage. International Development Planning Review, 34(4), 349–368. https://doi.org/10.3828/idpr.2012.23

Dovey, K., & King, R. (2011). Forms of Informality: Morphology and Visibility of Informal Settlements. Built Environment, 37(1), 11–29. https://doi.org/10.2148/benv.37.1.11

Fouad, Z., & Abbas, S. S. (2021). The Role of Urban Land Management on the Informal Settlements. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 754(1), 12014. https://doi.org/10.1088/1755-1315/754/1/012014

Hanli, N., & Lianto, F. (2020). Pembentukan Ruang Kolektif Sebagai Lanskap Kreatif Masyarakat Kampung Kota di Kebon Kacang. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 2(1), 961–974. https://doi.org/10.24912/stupa.v2i1.6826

Harjoko, T. Y. (2011). Fenomena Bentuk dan Wujud Arsitektural: Antara Materialitas, Representasi dan Muatan Kehidupan Keseharian dari Permukiman Kampung Perkotaan. NALARs: Jurnal Arsitektur, 10(2), 131–154. https://doi.org/10.24853/nalars.10.2.%25p

Husin, D., Prijotomo, J., & Sugiharto, B. (2021). The Informality of Urban Kampungs in Jakarta: A Model of an Architectural Form. Journal of the International Society for the Study of Vernacular Settlements, 8(4), 16–30. https://www.isvshome.com/pdf/ISVS_8-4/ISVS-8.4.2-Denny-Husain.pdf

Ibadi, R. M. W. (2023). Dialektika Teori The Production of Space. Journal of Architecture and Human Experience, 1(2), 91–104. https://doi.org/10.59810/archimane.v1i2.11

KBBI. (2025). Kamus Versi Online/Daring (Dalam Jaringan). Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.web.id/informalitas

Khairi, D. A., & Marsoyo, A. (2021). Sektor Informal: Peninjauan Kembali dalam Perspektif Konseptual. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 17(2), 360–386. https://doi.org/10.20961/region.v17i2.47072

Lutzoni, L. (2016). In-formalised Urban Space Design. Rethinking the Relationship Between Formal and Informal. City, Territory and Architecture, 3(1), 20. https://doi.org/10.1186/s40410-016-0046-9

Mohanty, M. (2020). Challenges of Informal Urbanization. In Sustainable Cities and Communities (pp. 45–56). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-71061-7_53-1

Nabila, F. E. (2023). Dialektika Spasial dan Produksi Beautifikasi Ruang Kota terhadap Pelaku Aktivitas Ekonomi Informal. Jurnal Analisa Sosiologi, 12(2), 431–464. https://doi.org/10.20961/jas.v12i2.71253

Sekhani, R., Mohan, D., Mistry, J., Singh, A., & Mittal, V. (2022). Examining the Informality in Urban Informal Settlements-Evidence from Kapashera. Cities, 123, 103591. https://doi.org/10.1016/j.cities.2022.103591

Solak, S. (2022). Reading Architecture, City and Space in Latife Tekin’s Novels Through Henri Lefebvre. Gazi University Journal of Science Part B: Art Humanities Design and Planning, 10(2), 185–194. https://dergipark.org.tr/en/pub/gujsb/issue/70943/1123040

Sugiyono, P. B. (2022). Memahami Konsep Ruang Menurut Henri Lefebvre. SOSIOGLOBAL: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Sosiologi, 6(2), 101–113. https://doi.org/10.24198/jsg.v6i2.36309

UN-Habitat. (2025). Definitions: Informal Settlements (Annex). Expert Group Meeting and Inter-sessional Thematic Meeting on the Definition of Informal Settlements. Nairobi: UN-Habitat.




DOI: https://doi.org/10.37905/jjoa.v7i2.34450

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Munarsi Munandar, Cahyani Suhardi, Dui Buana Mustakima

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

ISSN CETAK: 2654-5896
Website: http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jja/

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.