HUBUNGAN ANTARA SIKAP, SELF–EFFICACY, DAN DUKUNGAN TEMAN PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL (WPS) DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)

Tamara Yushe, Sri Winarni, Zahroh Shaluhiyah

Abstract


Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu penyebab permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi di banyak negara, hampir 500 juta kasus baru IMS terjadi setiap tahun di seluruh dunia. Jawa Tengah adalah provinsi dengan jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan terbesar sebanyak 307 kasus. Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah menjadi peringkat pertama tingkat Provinsi dengan kasus IMS tertinggi pada tahun 2018 yaitu sebanyak 1.233 kasus. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang bubungan sikap, self-efficacy, dan dukungan teman pada wanita pekerja seksual dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara sikap, self-efficacy, dan dukungan teman pada WPS dengan perilaku pencegahan IMS. Metode penelitian yang igunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian dihitung dengan rumus Lemeshow, diperoleh hasil 96 sampel dibulatkan dan ditambah sampel cadangan sebanyak 10% maka diperoleh hasil akhir sampel sebanyak 110 sampel. Hasil analisis menggunakan uji chi square continuity correction diperoleh sikap (p-value = 0,000), self-efficacy (p-value = 0,013), dan dukungan teman (p-value = 0,000) memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan IMS. Secara simultan menggunakan uji regresi logistic diperoleh hasil bahwa sikap, sekf-effficacy, dan dukungan teman memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan IMS dan mempengaruhi sebesar 52,3%. Kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan antara sikap, self-efficacy, dan dukungan teman. Sehingga untuk penerapan perilaku pencegahan IMS perlu didukung oleh sikap, self-efficacy, dan dukungan teman yang baik, para tenaga kesehatan untuk selalu memberi informasi yang benar serta para tokoh masyarakat agar tidak mengintimidasi.


Keywords


Dukungan teman; Perilaku pencegahan IMS; Sikap; Self-efficacy.

Full Text:

PDF

References


Sovia S, Suharti S, Daryono D. Efektifitas Penggunaan Media Animasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang HIV/AIDS. Jambura J Heal Sci Res [Internet]. 2019 Jul 30;1(2):37–46. Available from: http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/article/view/2398

Patanduk E, Medyati N, Assa I, Tuturop KL, Tambing Y, Mamoribo SN. Analysis Of Risk Factors For Syphilis In Patients At The Kotaraja Jayapura Reproductive Health Center. Jambura J Heal Sci Res [Internet]. 2023 Jan 16;5(1):285–94. Available from: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/article/view/17013

Achdiat PA, Rowawi R, Fatmasari D, Johan R. Tingkat Pengetahuan Penyakit Infeksi Menular Seksual Dan Komplikasinya Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Jatinangor. Dharmakarya [Internet]. 2019 Mar 4;8(1):35. Available from: http://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/view/19534

Kemenkes. Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual. Kesmas: National Public Health Journal. 2016. 2–117 p.

Kementerian Kesehatan. Laporan Perkembangan Hiv Aids Dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan I Tahun 2021. 2021;6.

Data Jumlah Kasus HIV/AIDS, IMS, DBD, Diare, TB, dan Malaria Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2018.

Mufrohim O, Setiyono J. Kebijakan Hukum Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning dalam Penanggulangan Tindak Pidana Prostitusi Online Di Kota Semarang. Ajudikasi J Ilmu Huk. 2021;4(2):113–24.

Ginanjar A. Dampak pasca penutupan lokalisasi prostitusi pada pekerja seks komersial dalam perspektif rational choice theory. Ber Kedokt Masy. 2018;34(11):14–1.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. In: Alfabeta. 2017.

Putri S, Shaluhiyah Z, Prabamurti PN. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Remaja Yang Tinggal Di Lingkungan Resosialisasi Argorejo Kota Semarang. J Kesehat Masy . 2017;5(5):2356–3346.

Kurniati D, Sulastri N. Hubungan Pengetahuan, Pendidikan Dan Akses Ke Pelayanan Kesehatan Dengan Upaya Pencarian Pertolongan Infeksi Menular Seksual (IMS) Pada Wanita Pekerja Seksual (WPS) Di Desa Pasirsari Kabupaten Bekasi. J Ilm Kesehat. 2018;XI(I):321–30.

Kusnsan A. Analisis Hubungan Determinan Kejadian Penyakit Infeksi Menular Seksual (Ims) Pada Wanita Penjaja Seksual. J Kesehat. 2013;4(2).

Masturoh E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur (Wus) Dalam Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (Iva). Skripsi. 2016;1–148.

Widyani KW, Gama IK, Ngurah IG, Sudiantara K. Hubungan Efikasi Diri Dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Dewasa Muda. J Gema Keperawatan. 2023;16(1):124–36.




DOI: https://doi.org/10.35971/jjhsr.v5i4.20994

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons Licence
 

 

Jambura Journal of Health Sciences and Research is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

</p