PENGEMBANGAN KAWASAN PEMUKIMAN NELAYAN YANG SEHAT DAN BERKELANJUTAN MELALUI PENGABDIAN BERBASIS DESAIN DI DESA BOTUTONUO KABUPATEN BONE BOLANGO
Abstract
Fishermen's settlements in Botutonuo Village, Bonebolango Regency, still face various social and environmental problems, such as limited basic facilities, poor sanitation, and low awareness of environmental management. This community service project aims to improve the quality of life of fishermen through the design of sustainable coastal organizations using a participatory approach. The activity methods included field surveys and observations, mapping potential and weaknesses, focus group discussions, joint community design, and environmental management training and mentoring. The project resulted in a design for an integrated fishermen's organization area that accommodates housing, the fishermen's economy, public space, and coastal disaster mitigation functions. The participatory process encouraged active community involvement and increased understanding of the importance of healthy and organized environmental organizations. The resulting design received support from the village government and can be used as a reference in the RPJMDes and proposed Village Fund programs. This program demonstrates that community empowerment based on participatory planning is effective in improving the welfare of coastal fishermen.
Full Text:
PDFReferences
Aldi, M., Andira, A.A., Latif, S., Amalia, A.A. Konsep Pemukiman Nelayan Tangguh Bencana dengan Sistem Modular: Studi Kasus Dusun Lamangkia Takalar. (2023). Journal of Green Complex Engineering, 1(1), 21-32.
Amalia, A. A. (2020). Prototipe desain ruang produktif kelompok ibu rumah tangga nelayan di Kampung Ujung Kassi Kelurahan Barombong Kota Makassar. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat, 3(1), 400–409.
Azuga, N. A. (2021). Kajian kerentanan kawasan pesisir terhadap bencana kenaikan muka air laut (sea level rise) di Indonesia. Jurnal Riset Kelautan Tropis, 3(2), 65–76.
Dharma, I. (2017). Respon rumah tradisional suku Bajo terhadap iklim tropis. Prosiding IPLBI 2017, H097–H112.
Djaina, W.Y., Baruadi, A.S., Yapanto, L.M. (2023). Pengaruh Bantuan Sarana Penangkapan Ikan terhadap Pendapatan Nelayan di Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 11(1), 29-36.
Fadhila, A., Hardiyanti, & Faqih, M. (2016). Konsep perancangan kampung baru nelayan Kenjeran Surabaya berbasis potensi wilayah. Jurnal Sains dan Seni ITS, 5(2).
Maifizar, A., Sopar, S., & Yulianda, R. (2021). Budaya kemiskinan nelayan kecil dan buruh nelayan. Community: Pengawas Dinamika Sosial, 7(1), 102–109.
Maulana, E., Wulan, T. R., Wahyuningsih, D. S., Mahendra, I., & Siswanti, E. (2016). Strategi pengurangan risiko abrasi di pesisir Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Terkait Perubahan Iklim (Seminar Nasional Geografi). UMS.
Mintardjo, F.I., Firdaus, R.J.., Winasih, S.Y. (2021) Pengembangan Permukiman Pesisir Sukolilo Menggunakan Konsep Arsitektur Kontekstual (Studi Kasus: Kampung Nelayan Sukolilo Baru, Surabaya). Jurnal Arsitektur, 11(1), 17-24.
Nurmayani. (2015). Penetapan ruang terbuka hijau sebagai pendukung pembangunan berkelanjutan. Bandar Lampung: Indepht Publishing.
Rahayuningtyas, N., Daryanto, T., & Purwani, O. (2017). Penerapan arsitektur kontekstual dalam perancangan kawasan wisata budaya Samin di Blora. Region.
Rohana, R. (2018). Konsep pengembangan lingkungan pemukiman berbasis komunitas di kawasan Lakkang Kota Makassar. Jurnal Linears, 1(1), 35–42.
Sapoetra, N. J. (2021). Hunian adaptif sebagai revitalisasi permukiman kumuh Kampung Rawa Bengkel. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur, 3(2), 1787–1802.
Shofa, R., Hadi, H. (2017). Studi Sanitasi Lingkungan Permukiman Nelayan di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruakkabupaten Lombok Timur. Jurnal Geodika, (2), 22-34.
Sitaresmi, G. (2016). Analisis potensi wilayah pesisir untuk pengembangan pariwisata. Retrieved April 1, 2016.
Umami, M. K., Rahman, A., Poernomo, G., Khoyriyah, N. (2024). Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos di Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Jurnal Pengabdian Teknik Industri, 3(1), 24-31
Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
DOI: https://doi.org/10.37905/jpti.v4i2.35555
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Heryati Heryati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





