PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DENGAN MEMBUAT RAPORT GIZI SEBAGAI SCREENING PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

Yena Wineini Migang, Alfeus Manuntung

Abstract


Stunting adalah kondisi balita yang tinggi badan tidak sesuai dengan usia, menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Berdasarkan data Kemenkes RI Dirjen Kesmas, Direktorat Gizi, Kalimantan pada tahun 2015 persentase stunting usia 0-59 bulan sebanyak  (38,4%) tahun 2016 (34,1%) tahun 2017 (39,0%),  tahun 2018 (34%) dan tahun 2019 (32,20%) hal ini masih jauh dari target  RPJM tahun 2020-2024 (19%). Laporan Dinkes Kota Palangka Raya tahun 2018 persentase stunting pada balita 14,83%. Di kota Palangka Raya, walaupun tidak menjadi target nasional untuk percepatan penurunan stunting, namun masih adanya ditemukan balita stunting perlu upaya pencegahan agar tidak terjadi loncakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa workshop pelatihan membuat raport untuk pemantauan status gizi anak usia pra sekolah. Buku raport status gizi siswa ini, di dalamnya terdapat hasil pengukuran status gizi (tinggi badan, berat badan, usia, status gizi TB/U, status gizi PB/U dan BB/TB serta grafik antropometri), terdapat pula lembar konseling orangtua, daftar menu makanan anak dan informasi yang diperlukan oleh orangtua sebagai pengetahuan tentang pencegahan stunting pada balita. Metode pelaksanaan dalam bentuk workshop dan focus group discussion. Subyek kegiatan adalah guru PAUD sebanyak 5 (lima) orang, dilaksanakan pada tahun 2019. Setelah dilakukan kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang pengukuran antropometri dan pertumbuhan balita. Di akhir kegiatan output yang dicapai adalah tercetak raport status gizi siswa, yang digunakan oleh sekolah saat akhir semester sebagai upaya pencegahan dan  pemantauan secara berlanjut pada status gizi balita terutama pada masa usia pra sekolah.

 

Kata Kunci: Stunting; Raport; Status gizi; PAUD


Full Text:

PDF

References


Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan ( The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas ). E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1).

Destiadi, A., Susila, T., & Sumarmi, S. (2013). Frekuensi Kunjungan Posyandu dan Riwayat Kenaikan Berat badan sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 3-5 Tahun. Media Gizi Indonesia, Vol.10 No., hlm.71-75.

Irwan Mery T, Sunarto Kadir, L. A. (2020). Efektivitas Pemberian Pmt Modif Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Peningkatan Status Gizi Balita Gizi Kurang Dan Stunting. Journal Health and Science Gorontalo Journal Health & Science Community, 4, 59–67.

Kasim, E., Malonda, N., & Amisi, M. (2019). Hubungan Antara Riwayat Pemberian Imunisasi dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. (Relationship Between History of Immunization and Infectious Disease with Nutritional Status i. Jurnal Bios Logos, 9(1), 34. https://doi.org/10.35799/jbl.9.1.2019.23421

Lives, Y., & Brief, P. (2015). Nutrition , Stunting and Catch-Up Growth, (November).

Mahfudhotin. (2020). Regresi Generalized Poisson Untuk Memodelkan Jumlah Penderita Gizi Buruk Pada Balita di Surabaya. Jambura Journal of Probability and Statistics, 1(1), 47–56. https://doi.org/10.34312/jjps.v1i1.5643

Migang, Y. W., Rarome, M. J., Heriteluna, M., & Dawam, M. (2020). Intervention of Specific Nutrition and Sensitive Nutrition with Nutritional Status of Under Two-Year Infants in Family Planning Village as Efforts to Face the Demographic Bonus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(1), 101–110. https://doi.org/10.15294/kemas.v16i1.23172

Mustafa, J., No, S., Selatan, T., & Komunitas, J. K. (2015). Permasalahan Anak Pendek ( Stunting ) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting ( Suatu Kajian Kepustakaan ) Stunting Problems and Interventions to Prevent Stunting ( A Literature Review ). Jurnal Kesehatan Komunitas, 2(6), 254–261.

Nations, U., & Unicef, F. (2013). Improving Chils Nutrition The achievable imperative for global progress. New York.

OA.Esimai; OE, O. (2015). iMedPub Journals Nutrition and Health Status of Adolescents in a Private Secondary School in Port Harcourt, Vol 9 No,5, 2–6.

Paula, A., Clemente, G., Maria, T., & Toledo, D. M. (2018). Cognitive Performance of Stunted Pre-SchoolChildren Undergoing Nutritional Recovery Treatment.

Permatasari, D. F., & Sumarmi, S. (2018). Differences of Born Body Length, History of Infectious Diseases, and Development between Stunting and Non-Stunting Toddlers. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), 182. https://doi.org/10.20473/jbe.v6i22018.182-191

Rahmadini, N., Sudiarti, T., & Utari, D. M. (2013). Status Gizi Balita Berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 7(12), 539–544.

RI, K. kesehatan. (2016). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Senbanjo, I. O., Oshikoya, K. A., Odusanya, O. O., & Njokanma, O. F. (2011). Prevalence of and Risk factors for Stunting among School Children and Adolescents in Abeokuta , Southwest Nigeria, 29(4), 364–370.

Sukmawati, Hendrayati, Chaerunnimah, & Nurhumaira. (2018). Status Gizi Ibu Saat Hamil, Berat Badan Lahir Bayi dengan Stunting Pada Balita. Media Gizi Pangan, 25, 18–25.

Tim Nasional Pencegahan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), S. W. P. R. (2018). Mendorong Konvergensi dan Efektifititas Upaya Percepatan Penurunan Stunting (Vol. 5).

Torlesse, H., Cronin, A. A., Sebayang, S. K., & Nandy, R. (2016). Determinants of stunting in Indonesian children : evidence from a cross-sectional survey indicate a prominent role for the water , sanitation and hygiene sector in stunting reduction. BMC Public Health, 1–11. https://doi.org/10.1186/s12889-016-3339-8




DOI: https://doi.org/10.37905/jpkm.v1i2.10436

Refbacks

  • There are currently no refbacks.