STRATEGI EDUKASI KOMPREHENSIF DALAM PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL: STUDI DI KOTA MAGELANG

Ari Susilowati, Anggraini Budi Sulistyawati, Hanifah Maharani, Sodikin Kurniawan, Etik Sulistyowati, Ayu Cahyaningtyas, Nursaima Siregar

Abstract


Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual (IMS) merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesadaran pengetahuan generasi muda di Indonesia. Beban kasus HIV dan IMS masih tinggi, sehingga diperlukan strategi edukasi yang terstruktur dan partisipatif. Kebaruan kegiatan ini terletak pada penggabungan edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan IMS, dan kerahasiaan rekam medis dalam satu seminar partisipatif. Seminar ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan IMS, serta peran laboratorium dan rekam medis dalam menjaga kerahasiaan dan kualitas layanan kesehatan. Metode penelitian menggunakan menggunakan uji paired sample test, melalui seminar edukatif dengan tahapan pre-test, pemaparan materi, diskusi, dan post-test. Peserta berjumlah 29 orang, terdiri atas 12 laki-laki dan 17 perempuan, dengan rentang usia 17–35 tahun (8 orang berusia 17–20 tahun, 15 orang berusia 21–25 tahun, dan 6 orang berusia 26–35 tahun). Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada semua kelompok (uji paired sample test, p=0,000). Rata-rata skor keseluruhan meningkat dari 9,1 menjadi 10,0 (+0,9). Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki mengalami peningkatan rata-rata 1,0, sedangkan perempuan 0,8, dengan kecenderungan perempuan lebih responsif terhadap isu kerentanan remaja. Berdasarkan usia, peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok 17–20 tahun (+1,5). Kegiatan ini terbukti efektif sebagai model edukasi kesehatan berbasis bukti, terstruktur, dan partisipatif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan IMS. Meskipun demikian, tantangan terkait persepsi negatif dan stigma sosial mengenai kesehatan reproduksi masih perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Kata Kunci: Deteksi Dini; IMS; Teknologi Laboratorium Medis.

Full Text:

PDF

References


Hanny PI. Edukasi Hiv Dan Pencegahan Nya Pada Remaja Di Smk Al Hidayah Lestari Lebak Bulus , Jakarta Selatan Hiv Education and Its Prevention in Adolescents At Smk Al Hidayah Lestari Lebak Bulus , South Jakarta. J Pengabdi Kesehat Masyrakat. 2025;6(1):46–54.

Nayoan CR, Haninuna GY. Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Pelatihan Kader Posyandu Remaja Di Daerah Kepulauan. J Pengabdi Kesehat Masy. 2022;4(1):1–10.

De Azevedo FM, Schnor AC, Chaise RF, Jacobsen G dos S, Rocha KB, Pizzinato A. Preventive Interventions Regarding Sexuality in Adolescence: A Systematic Review of School-Based Programs. Univ Psychol [Internet]. 2025 Feb 25;22:1–16. Available from: https://revistas.javeriana.edu.co/index.php/revPsycho/article/view/40103

Osman S, Hirsch C, Jalal Z, Paudyal V. Collaborative approaches to health education: perspectives of parents and teachers on self-care and managing common health issues in UK primary schools. BMC Health Serv Res. 2024;24(1).

Irwan, Ayini SLalu N. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembentukan Kelompok Warga Perduli Aids (Wpa) Berbasis Kearifan Local Community Empowerment Through the Formation of Aids Concerned Citizens (Wpa) Groups Based on Local Wisdom. J Pengabdi Kesehat Masy. 2020;1(1):27–37.

World Health Organization. World health Organization - World health statistics 2024. ISBN 9789240094703. tatistics 2024. 2024. 1–96 p.

Bower M, Fulgenzi C, Pria AD. AIDS-Related Malignancy. In: Treatment of Cancer [Internet]. Boca Raton: CRC Press; 2025. p. 594–601. Available from: https://www.taylorfrancis.com/books/9781003433064/chapters/10.1201/9781003433064-33

Muhawarman.Aji. Berani Tes , Berani Lindungi Diri , Kemenkes Targetkan Eliminasi HIV dan IMS Tahun 2030. 2025. p. 3–5.

Merkuri L, Qorri E, Rizaj X, Emir B, Shapo L. Sexually Transmitted Infection knowledge and risky behaviours among Albanian university students: findings from a cross-sectional study. J Infect Dev Ctries [Internet]. 2025 Apr 29;19(04):553–9. Available from: https://www.jidc.org/index.php/journal/article/view/20852

Shapoo N, Shapoo N, Rehman A, Boma N. Smart Healthcare: The Role of Digital Health in Modern Medicine. Heal Care Sci. 2025;4(3):179–87.

Nilasanti Parwata, Agusrianto, Rosamey Eleike Langitan. Peningkatan Self Awareness Remaja Tentang Dampak Media Internet Pada Perilaku Sex Bebas & Hiv Aids. JPKM J Pengabdi Kesehat Masy. 2024;5(1):51.

Toskin I, Govender V, Blondeel K, Murtagh M, Unemo M, Zemouri C, et al. Call to action for health systems integration of point-of-care testing to mitigate the transmission and burden of sexually transmitted infections. Sex Transm Infect. 2020;96(5):342–7.

Sikoki B, Larastiti C, Suriastini NW, Pujiastuti S. A qualitative study on perceptions of adolescents’ sexual and reproductive health education in Yogyakarta, Indonesia. Int J Adolesc Med Health [Internet]. 2024 Oct 28;36(5):425–32. Available from: https://www.degruyterbrill.com/document/doi/10.1515/ijamh-2023-0036/html

Wang C, Wang Z. The effects of model age and familiarity on children’s reproduction of ritual behaviour. The British journal of developmental psychology. 2023.

WHO. Consolidated guidelines on HIV , viral hepatitis and STI prevention , diagnosis , treatment and care for key populations. 2022.

Hall K, Stafford J, Cho B. Women Receive More Positive Reactions to Childhood Sexual Abuse Disclosure and Negative Reactions are Associated With Mental Health Symptoms in Adulthood for Men and Women. J Interpers Violence [Internet]. 2023 Aug 13;38(15–16):8803–23. Available from: https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/08862605231159630




DOI: https://doi.org/10.37905/jpkm.v7i1.37845

Refbacks

  • There are currently no refbacks.