Pemberdayaan Masyarakat melalui pembentukan kelompok Warga Perduli Aids (WPA) Berbasis kearifan local

Irwan irwan, Nurayini S.Lalu

Abstract


Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh virus HIV (KPA, 2010). Kearifan local masyarakat setidaknya menjadi spirit bagi para pengidap , aktivitas , dan anggota masyarakat lainnya untuk menghentikkan penularan HIVditengah-tengah masyarakat.

Pembentukkan Warga  Peduli AIDS (WPA) merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang melibatkan partisipasi masyarakat. Kelompok masyarakat yang tergabung dalam WPA terdiri dari berbagai komponen dalam suatu lingkungan masyarakat. Tujuan kegiatan ini yaitu menggerakan  masyarakat untuk ikut serta terlibat secara langsung dalam  upaya pencegahan dan penanggulangan HIV Aids. Metode pengambilan data dilakukan dengan teknis sosialisasi dan penyampaian materi yang mudah di terima oleh kalangan pelajar.

Kata Kunci: Pemberdayaan, Warga peduli AIDS, kearifan local


Full Text:

PDF

References


Demartoto Argyo. Warga Peduli AIDS Wujud Peran Serta Masyarakat dalam Penanggulangan HIV/AIDS. April 2018. [Diakses Tanggal 17 September 2020]. Available at :https://jurnal.uns.ac.id/ jas /article/view/21886

Ditjen PP & PL Kemenkes RI. Statistik kasus HIV/AIDS diIndonesia. Jakarta Kemenkes RI

Irwan. 2018. Kearifan Lokal dalam Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja BeresikoTinggi. Yogyakarta : Absolute Media

Irwan .(2020) ; Model Of Local Wisdom Based-Community Empowerment To Control HIV/AIDS. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/article/view/5377

DOI: https://doi.org/10.35971/gojhes.v4i1.5377

Kumparan.com “ODHA di Gorontalo mengalami peningkatan”. Tanggal 16 Desember 2019. [diakses pada tanggal 17 September 2020]. Available at: https://kumparan.com/banthayoid/odha-di-gorontalo-mengalami-peningkatan-1sSKWgqSUKR/full

Kementrian Kesehatan RI. 2015. Laporan Perekembangan HIV/AIDS Triwulan IV tahun 2013. Jakarta: Kementrian Kesehatan

Kementrian Kesehatan Republik Indonesi. 2015. Profil kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kemenkes RI

Moeliono, L., dkk. (2013). Proses belajar aktif kesehatan reproduksi remaja: Bahan pegangan untuk memfasilitasi kegiatan belajar aktif untuk anak & remaja usia 10-14 tahun. Jakarta : UNFPA, BKKBN, PKBI.

Moeliono, L., Nurpatria, I. et. al. (2016). Memahami dan meningkatkan kesehatan reproduksi remaja melalui kerangka tegar remaja : Informasi dan panduan bagi fasilitator. Jakarta : BKKBN, UNICEF dan KWARNAS.

Needle, R. H., Burrows, D., Friedman, S., Dorabjee, J., Touze, G., Badrieva, L., Ground, J-P. C., Kumar, M. S., Nigro, L., Manning, G., & Latkin, C. (2005). Effectiveness of community based outreach in preventing HIV/AIDS among injecting drug users. International Journal of Drug Policy (Suplement). Forthcoming

Irwan ; (2020) Hubungan Dukungan Sosial Dengan Perilaku Merokok Pada Siswa SMK N 2 Limboto.

Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community

http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/article/view/2125

DOI: https://doi.org/10.35971/gojhes.v1i1.2125

Cochran et.al.(2000) Beyond Hellfire: An Exploration of the Variable Effects of Religiosity on Adolescent Marijuana and Alcohol Use. Journal of Research in Crime and Delinquency. Vol. 26 (2000) pp. 198–225.

Friedman,S (2013) HIV Prevalence, Risk Behaviours, and High-Risk Sexual and Injection Networks Among Young Women Injectors Who Have Sex With Women. Journal Public Health. 2003 June; Vol. 93, No.6, pp. 902–906. http://www.ncbi.nlm.nih.gov (Acessed dated, Juli 16, 2017)

Ghozali, initial(s) (2014). Structural Equation Modeling, Concepts and Applications premises AMOS 19.0 program, issue 1, Diponegoro University, Semarang

Huebner, A. & Garrod, A. (1991). Equilibration and the Learning Paradox . Human development, 34, 261-272.

M. Katherine Hutchinson & Elyssa B. Wood. (2000) Reconceptualizing Adolescent Sexual Risk In A Parent-Based Expansion Of The Theory Of Planned Behavior. Medicine - Miscellaneous Papers

Notoatmodjo, Soekidjo , (2010). Health promotion, theory and applications, Rineka Cipta, Jakarta

O' Wusu initial (2011) Religion, Religiosity and Adolescend Sexual health risk s behaviors in Lagos Metropolis Nigeria. Journal of Humanities and social science. http://www.ajol.info/index.php/ijhss/article/view/69507.(accessed on Mei 27, 2017)

Richard W. Gelles (2001): Adolescent Risk Behaviors and Religion: Findings from a National Study of University of Pennsylvania scholarly Commons Published in the Journal of Adolescence, Volume 30, Issue 2, April 2007, 231-249 ages. Publisher URL: http://dx.doi.org/10.1016/j.adolescence.2006.02.005

Robert Mallow et.al. (2006) Intervention and Patterns in Adolescend HIV/AIDS Prevention. Journal Institude Of Health NIH Public Access. publish 15 Desember 2008 (Acessed dated Juni 26, 2017).

Santrock J.W. (2003): Adolescend, Adolescent Development. (Shinto B.Adelar & Sherly Saragih, Translators, Jakarta Airlangga.

Scholly. K.et.al (2015) : Using social norms theory to Explain Perceptions and Sexual Health Behaviours of Undergraduate college Students: an Exploratory study, Journal of American College Health. Vol. 53, No. 4 2005, pp. 159-166.

Supriyanto, S and A.J. Djohan (2011) Business Research Methodology and Health, publisher of Graphic Wangi PT Kalimantan, Banjarmasin.

Solita, S. (2014) Sociology of Health, Some Concepts and Their Application, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta




DOI: https://doi.org/10.37905/.v1i1.7286

Refbacks

  • There are currently no refbacks.