Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Akulturasi Budaya Karawo Dan Motif Batik Khas Yogyakarta untuk Mendorong Kegiatan Perekonomian Masyarakat Desa

Eduart Wolok, Rosbin Pakaya

Abstract


Akulturasi budaya, yang melibatkan perpaduan teknik sulaman Karawo dan motif batik Yogyakarta, telah menghasilkan inovasi tekstil yang unik dan bernilai tinggi. Produk-produk tekstil hasil akulturasi ini tidak hanya memperkaya warisan budaya Indonesia, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pengrajin di kedua daerah. Melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), pengrajin mampu meningkatkan kualitas produk mereka dan memperluas jangkauan pasar, baik secara lokal maupun internasional. Dampaknya, terjadi peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan lapangan kerja, dan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, produk hasil akulturasi ini juga berperan dalam pelestarian budaya, dengan memperkenalkan tradisi tekstil Karawo dan batik ke audiens yang lebih luas, termasuk dalam sektor pariwisata. Meskipun terdapat tantangan dalam mempertahankan kualitas dan autentisitas produk, akulturasi ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akulturasi budaya dapat menjadi alat penting dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi, sambil tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya yang berharga.

Keywords


Pemberdayaan; akulturasi budaya; karawo; batik; ekonomi.

Full Text:

PDF

References


Aminudin, A., Husain, N. H. A., & Batalipu, R. (2021). Pemberdayaan Usaha Karawo Desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo Selama Masa Pendemi Covid-19. Wisanggeni: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 52–60.

Budiono, Aris. Pengaruh Akulturasi Budaya Terhadap Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Budaya Nusantara, Vol. 9, No. 2, 2023, pp. 145-159.

Djafri, N., & Naway, F. (2020). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN KARAWO DI DESA BUMELA KECAMATAN BOLIYOHUTO KABUPATEN GORONTALO. MONSU’ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1). https://scholar.archive.org/work/4omogd4wbjbz5foglz6a3qm6hu/access/wayback/http://lonsuit.unismuhluwuk.ac.id/index.php/monsuan/article/download/499/340

Handayani, Sri. Batik Yogyakarta: Tradisi, Inovasi, dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Lokal. Jurnal Kesenian dan Kebudayaan Indonesia, Vol. 13, No. 2, 2022, pp. 78-92.

Sudana, I. W. (2019a). Dinamika Perkembangan Seni Karawo Gorontalo. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 17(1), 31–43.

Sudana, I. W. (2019b). Seni Karawo Gorontalo: Bentuk Estetik dan Konsep Pengembangan [PhD Thesis, ISI Surakarta]. http://repository.isi-ska.ac.id/3240/

Sudana, I. W. (2022). Fungsi Seni Karawo dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Gorontalo. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 8(2), 601–610.

Soedjono, Susi. (2021) Pemberdayaan Masyarakat Melalui Seni Tekstil: Studi Kasus Karawo di Gorontalo. Penerbit Angkasa.

Trixie, A. A. (2020). Filosofi Motif Batik Sebagai Identitas Bangsa Indonesia. Folio, 1(1), 1–9.

Waty, M. (2021). Optimalisasi Kompetensi Kearifan Lokal Seni Karawo Siswa SMK Program Keahlian Kriya Tekstil Melalui Praktik Kerja Industri (Studi Kasus di Industri Karawo’Q). Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 4(1), 026–031. https://proceeding.un




DOI: https://doi.org/10.37905/sibermas.v14i2.27285

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by:

LPPM Universitas Negeri Gorontalo

Jln. Jenderal Sudirman No.6 Kota Gorontalo

Homepage : http://lppm.ung.ac.id

E-mail: [email protected]

Creative Commons License
Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License