Diskursus Penegakan Hak Asasi Manusia Di Asean Dan Africa Union Sebagai Organisasi Regional

Grace Christinery Kuhe, Abas Kaluku

Abstract


Abstrak

Perkembangan kontemporer perlindungan HAM telah jauh berkembang hal ini dapat di lihat banyak kawasan regional yang telah mengatur prinsip-prinsip HAM dalam piagam pendirian contohnya Piagam ASEAN dan African Union Constitutive Act. ASEAN dan  Africa Union (AU), di anggap sebagai representatif perlindungan HAM di kawasan regional akan tetapi berbeda dengan AU, ASEAN  masih jauh tertinggal secara konsep hal ini di buktikan masih kuatnya prinsip kedaulatan negara dan prinsip non-intervensi di kawasan ASEAN. Adapun yang menjadi rumusan masalah yaitu adanya diskursus terkait penerapan prinsip non intervensi, kedaulatan negara dan intervensi kemanusian yang menjadi inti permasalahan penegakan HAM di ASEAN. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, menggunakan pendekatan konsep dan pendekatan perbandingan. Untuk dapat mengatasi permasalah pelanggaran HAM di ASEAN maka: (1) ASEAN perlu melakukan pertemuan antar negara guna memperoleh penyelesain permasalahan HAM di dasarkan atas kemufakatan; (2) ASEAN perlu melakukan peninjauan kembali terhadap penerapan prinsip kedaulatan negara dan non intervensi dengan melihat perkembangan hukum internasional kontemporer (3) ASEAN perlu berkomitmen penuh terhadap AICHR guna mendukung ekosistem perlindungan dan penegakan HAM di ASEAN.

 


Keywords


Hak Asasi Manusia; Non-Intervensi; Kedaulatan Negara; Intervensi Kemanusiaan

References


Adolf, Huala. (2015). Aspek-Aspek Negara dalam Hukum Internasional. Bandung: Keni Media.

Altman, Andrew. Wellman, Christopher Heat. (2011). A Liberal Theory of International Justice. Oxford: Oxford University Press.

Awaludin, Hamid. (2012). HAM, Politik, Hukum dan Kemunafikan Internasional. Jakarta:PT Kompas Media Nusantara.

Baldini, Stefania. Ravasi, Guido (ed). (2000). Humanitarian Action And State Sovereignty. Edizioni Nagard: Dragan European Foundation.

Boas, Gideon. (2012). Public Internatinal Law (Contemporary Principles and Perspectives). U.K: Edward Elgar.

Geenens, Raf. (2016). “E pluribus unum? The Manifold Meanings ofSovereignty”. Netherlands Journal of Legal Philosophy, 45 (2).

Gunawan, Yordan. Elven, Tareq Muhammad Aziz (ed). (2017) “The Urgensi of ASEAN Human Rights Court Establishment to Protect Human Rights Ini Souteast Asia”. Dalam PROCEEDING International Conference on Law and Society, LP3M & Faculty of Law Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Ibrahim, Johnny. (2006). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayu Media Publishing.

Deng, Francis M. (2010) “From Sovereignty as Responsibility’ to the Responsibility to Protect”. Global Responsibility to Protect, 2, (1).

Keely, Charles B. (1995). Humanitarian Intervention And Sovereignty. Bereich Forschung und Beratung: Internationale Politik , Sankt Augustin.

Kusumaatmadja, Mochtar dan Agoes, Etty R. (2003) “Pengantar Hukum Internasional”. Bandung: P.T. Alumni.

Marzuki, Peter Mahmud. (2014) Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Nagan, Winston P. Hammer, Craig. (2004). “The Changing Character pf Soveriignty in Internasional Law and International Relations”. Colombia Journal of Transnational Law, 43, (1).

Puluhulawa, M. R., & Puluhulawa, J. (2020). Implikasi Pasal 28F Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 Terhadap Fenomena HOAKS di Era Digital. Jurnal Majelis : Media Aspirasi Konstitusi, 8.

Rahmanto, Tony Yuri. (2017). ”Prinsip NonIntervensi bagi ASEAN ditinjau dari Perspektif Hak Asasi Manusi”. Jurnal HAM, 8, (2).

Saragih, Santa Merelda. (2018) “Responsibility to Protect : Suatu Tanggung Jawab dalam Kedaulatan Negara.” Jurnal Lentera Hukum. 5,(1)

Sarkin, Jeremy. (2009). “The Role of The United Nations, the African Union and Africa’s Sub Regional Organization in Dealing with Africa’s Human Rights Problem: Connecting Humanitarian Intervention and Responsibility to Protect”. Journal of African Law, 53, (1)

Sharpe, Marina. (2017). From NonInterference to Non-Indifference:The African Union and the Responsibilityto Protect. Uganda: International Refugee Rights Initiative.

Sidhu, Jatswan S. Parnini, Syeeda Naushin. (2011) “International Responses to Human Right Violations in Myanmar: The Case of the Rohingya”. Journal of International Studies (JIS), 7.

Smith, R. K., Asplund, K. D., & Marzuki, S. (2008). Hukum hak asasi manusia. Pusat Studi Hak Asasi Manusia, Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII).

Struet, Michael J. (2006) “The Transformation of State Sovereign Rights and Responsibilities Under the Rome Statute for the International Criminal Court.” Chapman Law Review, 8, (1)

Trisnanto, A. (2012). Eropa dalam Asia: Adopsi atau Imitasi? ASEAN dalam Konteks Integrasi dengan Model Eu. Interaktif, 1(1), 243605

Yihdego, Zeray. (2011). “The African Union: Founding Principles, Frameworks and Prospects”. European Law Joernal, 17, (5)




DOI: https://doi.org/10.33756/jelta.v14i01.10206

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.