Pemberdayaan Kelompok Majelis Qur'an Perempuan melalui Meja Mengaji Ergonomis Berbasis Antropometri
Andi Muhammad Asri, Nurnaningsih Nico Abdul
Abstract
Kelompok Majelis Qur'an Perempuan di Masjid Baitussalam, Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, selama ini mengaji dengan posisi duduk lesehan di lantai tanpa fasilitas meja mengaji yang memadai, kondisi yang berasosiasi dengan tingginya keluhan muskuloskeletal. Survei Nordic Body Map terhadap 15 jamaah aktif mencatat keluhan nyeri punggung bawah 80,0%, kaku leher/bahu 80,0%, kesemutan kaki/lutut 66,7%, dan kelelahan mata 86,7%. Program pengabdian ini menerapkan pendekatan Participatory Technological Action Research yang memadukan pengukuran antropometri, rekayasa ergonomi, dan edukasi literasi kesehatan. Sembilan dimensi tubuh diukur dan diterjemahkan melalui formulasi persentil ke-5, ke-50, dan ke-95 menjadi prototipe meja mengaji ergonomis adjustable dengan tatakan yang dapat dimiringkan (15°-30°), tiang teleskopik pengatur tinggi (28-33 cm), serta kaki lipat yang ringan dan portabel. Lima belas unit meja diproduksi dan didistribusikan, disertai lokakarya postural hygiene dan penyusunan SOP pembelajaran sehat. Satu bulan setelah implementasi, prevalensi nyeri punggung bawah dan kaku leher turun 83,4%, kelelahan mata turun 92,3%, durasi belajar efektif meningkat dari 45 menit menjadi 120-150 menit, dan pemahaman jamaah tentang postural hygiene meningkat dari 35,0% menjadi 88,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa perancangan produk berbasis antropometri mampu meningkatkan kenyamanan ibadah dan mutu pembelajaran secara terukur pada komunitas keagamaan perempuan
Keywords
antropometri, ergonomi, Majelis Qur'an, meja mengaji, postural hygiene
References
Bridger, R. S. (2018). Introduction to human factors and ergonomics (4th ed.). CRC Press.
Grandjean, E. (2013). Fitting the task to the man: An ergonomic approach (4th ed.). Taylor & Francis.
Kuorinka, I., Jonsson, B., Kilbom, A., Vinterberg, H., Biering-Sørensen, F., Andersson, G., & Jørgensen, K. (1987). Standardised Nordic questionnaires for the analysis of musculoskeletal symptoms. Applied Ergonomics, 18(3), 233-237. https://doi.org/10.1016/0003-6870(87)90010-X
National Institute for Occupational Safety and Health. (1997). Musculoskeletal disorders and workplace factors: A critical review of epidemiologic evidence for work-related musculoskeletal disorders of the neck, upper extremity, and low back. NIOSH.
Nurmianto, E. (2008). Ergonomi: Konsep dasar dan aplikasinya. Guna Widya.
Pheasant, S., & Haslegrave, C. M. (2018). Bodyspace: Anthropometry, ergonomics and the design of work (3rd ed.). CRC Press. https://doi.org/10.1201/9781315375212
Tarwaka. (2015). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja. Harapan Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Andi Muhammad Asri, Nurnaningsih Nico Abdul

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
ISSN CETAK: -
Website: http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/acares/

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.