CEGAH STUNTING DAN SPEECH DELAY ANAK DALAM MEWUJUDKAN GENERASI EMAS 2045
Abstract
Stunting merupakan manifestasi malnutrisi kronis yang berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, kurangnya fokus selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat mengakibatkan masalah lain, termasuk speech delay (keterlambatan bicara). Masalah ini dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang, terutama dalam mencapai Generasi Emas 2045. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama ibu-ibu, mengenai pencegahan stunting dan speech delay melalui penyuluhan berbasis edukasi. Metode pelaksanaan melibatkan mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan yang bekerja sama dengan Posyandu Desa Bunyu Selatan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sehat dan murah, serta pelatihan stimulasi sensori-motorik untuk mencegah speech delay. Penyuluhan ini berlangsung dari 1 Juni hingga 10 Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini telah efektif meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola asuh yang efektif. Instruksi yang diberikan telah mendorong perubahan perilaku para ibu terkait kebutuhan gizi dan perkembangan anak mereka. Evaluasi menunjukkan adanya antusiasme peserta dan perbaikan pola pemberian makan serta stimulasi anak. Kesimpulan adalah kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting dan speech delay. Keberlanjutan program memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan prevalensi kedua masalah tersebut di Indonesia.Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan; Stunting; Speech Delay.
Full Text:
PDFReferences
N. S. Nisa, “Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas,” HIGEIA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH, vol. 4, no. Special 3, pp. 595–605, 2020.
Y. W. Migang and A. Manuntung, “Pencegahan Stunting Pada Balita Dengan Membuat Raport Gizi Sebagai Screening Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Paud),” JPKM : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, vol. 2, no. 1, pp. 84–91, 2021, doi: 10.37905/jpkm.v1i2.10436.
N. O. Nirmalasari, “Stunting Pada Anak : Penyebab Dan Faktor Risiko Stunting Di Indonesia,” QAWWAM: JOURNAL FOR GENDER MAINSTREAMING, vol. 14, no. 1, pp. 19–28, 2020, doi: 10.20414/Qawwam.v14i1.2372.
D. Astriani, A. C. Mufidah, and D. Farantika, “Deteksi Dini Masalah Psikologis Dan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini,” JPPNu (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Nusantara), vol. 3, no. 1, pp. 18–24, 2021.
F. M. Mulyaningrum, M. M. Susanti, and U. A. Nuur, “Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita Di Kabupaten Grobogan,” Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, pp. 74–84, 2021.
R. Lutfi, S. Putri, T. Wahyudi, and R. Probowati, “Faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas gatak sukoharjo,” Jurnal Universitas Pahlawah Tuanku Tambusai, vol. 5, no. September, pp. 7200–7208, 2024.
R. Ratnawati, F. Sukma, and N. Alam, “Metode Bibliotherapy sebagai Upaya Penanganan Speech Delay pada Anak Stunting,” Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, vol. 7, no. 5, pp. 6483–6492, 2023, doi: 10.31004/obsesi.v7i5.5332.
N. Nordianiwati, N. G. Fitriana, L. Situmean, A. Tyarini, and A. Setyawati, “Edukasi peran keluarga dalam pencegahan stunting pada balita Education on the role of family in stunting prevention in toddlers,” Abdimas Polsaka Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, pp. 14–19, 2024, doi: 10.35816/abdimaspolsaka.v3i1.62.
H. Hadjarati et al., “Penyuluhan Pencegahan Stunting Pada Anak Dalam Mencapai Tujuan Sustainable Development Goals ( Sdgs ) Di Desa Jaya Bakti Dan Desa Lambangan Kecamatan Pagimana Stunting Prevention In Children In Achieving The Objectives Of The Sustainable Development Goals,” JPKM : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, vol. volume 2 n, 2022.
R. P. Sari and Nuryani, “Analisis Keterlambatan Berbicara (Spech Delay) Pada Anak Study Kasus Anak Usia 10 Tahun,” Konfiks: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran.
Sirjon and F. Narahawarin, “Keterlambatan Berbicara Pada Anak Usia 5-6 Tahun,” Jurnal Panrita, vol. 02, no. 01, 2021.
L. Marinda, “Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Dan Problematikanya Pada Anak Usia Sekolah Dasar,” pp. 116–152.
F. Mohamad, D. I. Setiawan, N. S. Slamet, Z. Sapiun, and A. Y. Pomalingo, “The Potential Of ‘Tyam’ Biscuit (Biccuit With Tempe Flour And Spinning Powder Substitution) As Alternative To Prevent Stunting In Toddlers,” Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, vol. 5, no. 3, pp. 51–61, Apr. 2022, doi: 10.35971/gojhes.v5i3.13797.
M. S. Indramaya Tongkonoo, Dewi Wahyuni K Baderan, “The Relationship of Social , Economic , and Enviromental Factors With Stunting Occurrence in Toddlers,” Jambura Journal of Health Sciences and Research, vol. 3, no. 2, pp. 256–276, 2021.
D. I. Habsad, R. N. Maharani, S. Darma, A. H. E. Darussalam, and Muh. A. Jafar, “Characteristics of Speech Delay in Children Aged 2-5 Years for the Period January-December 2022 at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo,” Jurnal Biologi Tropis, vol. 24, no. 1, pp. 593–599, Mar. 2024, doi: 10.29303/jbt.v24i1.6642.
S. U. Huvaid, Yulianita, and S. Mindayani, “Deteksi Dini Speech Delay melalui Edukasi kepada Kader dan Ibu Balita,” Jurnal Pengmas Kestra (Jpk), vol. 4, no. 2, pp. 172–181, 2024, doi: 10.35451/jpk.v4i2.2398.
DOI: https://doi.org/10.37905/jpkm.v6i2.28299
Refbacks
- There are currently no refbacks.



_3.png)





