AUTHOR GUIDELINES

1. Identitas, fokus, dan ruang lingkup

Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat diterbitkan oleh Department of Public Health, Universitas Negeri Gorontalo, dan berfokus pada publikasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan, pemberdayaan komunitas, serta pengembangan praktik kesehatan masyarakat berbasis bukti.

Jurnal mengundang naskah orisinal yang relevan dengan ruang lingkup kesehatan masyarakat, meliputi epidemiologi; pendidikan dan promosi kesehatan; kesehatan lingkungan; kesehatan dan keselamatan kerja; administrasi dan kebijakan kesehatan; biostatistik kesehatan; kesehatan reproduksi; manajemen rumah sakit; ilmu gizi; serta sistem informasi kesehatan. Topik pengabdian dapat mencakup edukasi dan promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pelatihan dan pendampingan, penerapan teknologi tepat guna, penguatan kapasitas kader kesehatan, intervensi berbasis komunitas, serta pengembangan dan evaluasi program kesehatan masyarakat.

Jurnal menerima artikel pengabdian kepada masyarakat yang menyajikan kegiatan secara sistematis, mulai dari identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat, perencanaan serta metode pelaksanaan, hingga evaluasi hasil dan keberlanjutan program. Naskah diharapkan menunjukkan manfaat yang jelas bagi kelompok sasaran, ketepatan metode pelaksanaan, hasil yang dapat dievaluasi, serta kontribusi nyata terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, perilaku kesehatan, atau kapasitas masyarakat.

Bahasa publikasi yang digunakan adalah Bahasa Inggris, yang diutamakan, dan Bahasa Indonesia, sesuai dengan ketentuan jurnal. Naskah harus menunjukkan relevansi terhadap populasi atau komunitas sasaran serta implikasi praktis bagi program, pelayanan, atau kebijakan kesehatan masyarakat.

Seluruh naskah dinilai berdasarkan kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, orisinalitas dan kontribusi kegiatan, ketepatan metode pelaksanaan, transparansi pelaporan, pemenuhan prinsip etika, kualitas evaluasi hasil, relevansi referensi, serta kejelasan penulisan akademik. Setiap naskah menjalani penyaringan editorial awal dan dapat ditolak apabila tidak sesuai dengan fokus jurnal atau tidak memenuhi standar ilmiah dan editorial yang ditetapkan. Pedoman ini mendukung praktik publikasi ilmiah yang baik dan tidak menjamin indeksasi atau kuartil tertentu.

2. Jenis naskah

Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat terutama menerima artikel pengabdian kepada masyarakat (community service articles) yang melaporkan kegiatan berbasis bukti, inovatif, dan berorientasi pada pemecahan masalah kesehatan masyarakat. Naskah dapat mencakup edukasi dan promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pelatihan dan pendampingan, penerapan teknologi tepat guna, penguatan kapasitas kader kesehatan, intervensi berbasis komunitas, serta pengembangan dan evaluasi program kesehatan masyarakat.

Artikel yang dikirimkan harus menunjukkan kejelasan tujuan, ketepatan metode pelaksanaan, relevansi terhadap kebutuhan masyarakat, hasil yang dapat dievaluasi, serta kontribusi nyata bagi peningkatan pengetahuan, keterampilan, perilaku kesehatan, atau kapasitas masyarakat. Naskah diharapkan menyajikan uraian yang sistematis mengenai identifikasi masalah, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, evaluasi hasil, serta keberlanjutan program. Artikel yang melibatkan pengumpulan dan analisis data harus menjelaskan metode evaluasi secara transparan dan memenuhi prinsip etika yang berlaku.

Jurnal ini juga mempertimbangkan artikel yang mengintegrasikan pendekatan ilmiah dalam pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk model intervensi inovatif, kolaborasi lintas sektor, dan penerapan hasil penelitian untuk menjawab permasalahan kesehatan di tingkat komunitas.

Artikel penelitian asli (original research articles) yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tinjauan sistematis (systematic reviews), tinjauan naratif kritis (critical narrative reviews), artikel metodologis (methodological articles), laporan singkat (short reports), dan laporan kasus (case reports) bukan merupakan prioritas publikasi, kecuali jika secara khusus relevan dengan fokus dan ruang lingkup jurnal.

Seluruh naskah yang masuk akan melalui proses penyaringan editorial awal. Pemimpin Redaksi (Editor-in-Chief) atau editor yang ditunjuk berhak menolak naskah yang tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal, tidak menunjukkan kontribusi yang jelas terhadap pengabdian kepada masyarakat, memiliki kelemahan metodologis yang signifikan, tidak memenuhi persyaratan pengiriman naskah, atau tidak memenuhi standar bahasa akademik yang dipersyaratkan. Pengiriman naskah tidak menjamin bahwa naskah akan diterima atau diterbitkan.

3. Bahasa dan format umum

  • Bahasa naskah: Bahasa Inggris (diutamakan) dan Bahasa Indonesia sesuai kebijakan jurnal. Untuk memperluas keterbacaan internasional, penggunaan bahasa Inggris akademik sangat dianjurkan; naskah berbahasa Inggris harus diperiksa tata bahasa dan terminologinya sebelum dikirim.
  • Berkas utama: Microsoft Word (.docx), menggunakan template resmi jurnal yang tersedia pada laman jurnal. Jika ketentuan template berbeda dengan pedoman ini, ikuti template resmi yang telah disahkan editor.
  • Gunakan font dan ukuran, margin, spasi, format heading, serta tata letak sesuai template jurnal. Jangan mengubah header/footer, logo, atau metadata jurnal pada template.
  • Judul harus spesifik, informatif, dan mencerminkan fokus/temuan utama. Hindari singkatan yang tidak lazim dan judul yang terlalu umum. Lokasi penelitian dicantumkan jika relevan untuk memahami konteks atau generalisasi.
  • Abstrak disarankan 200–350 kata dan ditulis dalam satu paragraf atau format terstruktur sesuai template. Untuk artikel penelitian, abstrak memuat latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama yang disertai data penting, dan kesimpulan.
  • Sertakan 3–6 kata kunci yang spesifik. Gunakan istilah dari MeSH atau kosakata terkendali lain bila tersedia dan relevan.
  • Naskah harus belum pernah diterbitkan dan tidak sedang dipertimbangkan jurnal lain. Pengiriman simultan tidak diperkenankan.
  • Semua penulis harus menyetujui versi akhir, urutan penulis, dan pengiriman naskah. Penulis korespondensi bertanggung jawab atas komunikasi editorial.

4. Struktur artikel penelitian asli

Urutan yang dianjurkan: Title; Authors and Affiliations (pada title page); Abstract; Keywords; Introduction; Methods; Results; Discussion; Conclusion; Limitations (jika relevan); Declarations; Acknowledgments (jika ada); References; Supplementary Material (jika ada). Gunakan heading yang jelas dan konsisten. Jika jurnal menggunakan peer review anonim, unggah title page terpisah dan hapus identitas penulis dari naskah utama serta metadata berkas.

4.1 Pendahuluan

Introduction

Pendahuluan harus membangun argumentasi ilmiah yang menjelaskan urgensi masalah kesehatan masyarakat dan dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian. Uraian disusun secara logis dengan alur: masalah → bukti ilmiah → state of the art → kesenjangan (gap) → kebaruan dan kontribusi → tujuan kegiatan. Pendahuluan tidak boleh hanya berupa kumpulan definisi atau rangkuman literatur satu per satu.

  • Masalah: Jelaskan masalah kesehatan masyarakat secara spesifik, kelompok atau komunitas yang terdampak, skala permasalahan, serta dampaknya terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Uraikan kebutuhan atau permasalahan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian.

  • Evidence: Gunakan data internasional, nasional, dan lokal yang relevan jika tersedia. Prioritaskan data resmi, penelitian primer, tinjauan sistematis berkualitas, dan sumber ilmiah mutakhir. Cantumkan tahun, karakteristik populasi, serta konteks data untuk memperjelas urgensi masalah.

  • State of the art: Sintesis hasil kegiatan pengabdian dan penelitian terdahulu yang relevan berdasarkan tema, kelompok sasaran, pendekatan intervensi, metode pelaksanaan, atau konteks komunitas. Jelaskan efektivitas, keterbatasan, serta konsistensi atau perbedaan temuan yang menjadi dasar pengembangan kegiatan.

  • Kesenjangan (gap): Identifikasi kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, keterbatasan program sebelumnya, kelompok yang belum terjangkau, kendala implementasi, atau aspek promosi dan pelayanan kesehatan yang masih memerlukan penguatan. Kesenjangan harus didukung oleh telaah literatur dan/atau data kebutuhan masyarakat yang relevan.

  • Kebaruan dan kontribusi: Jelaskan aspek inovatif kegiatan secara spesifik, misalnya pendekatan pemberdayaan masyarakat, model pendampingan, penerapan teknologi tepat guna, kolaborasi lintas sektor, penguatan kapasitas kader, atau metode evaluasi program. Kontribusi tidak cukup hanya didasarkan pada pelaksanaan kegiatan di lokasi yang berbeda, tetapi harus menunjukkan nilai tambah bagi masyarakat, pengembangan program, pelayanan, atau praktik kesehatan masyarakat.

  • Tujuan: Akhiri pendahuluan dengan menyatakan tujuan kegiatan pengabdian secara jelas, spesifik, dan konsisten dengan masalah serta kesenjangan yang telah diuraikan. Tujuan dapat mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, perilaku kesehatan, kapasitas masyarakat, akses pelayanan, atau penguatan pelaksanaan program kesehatan. Hindari menjadikan alasan personal sebagai dasar utama pelaksanaan kegiatan.

Setiap data, klaim faktual, teori, atau gagasan yang berasal dari sumber lain harus disertai sitasi. Gunakan sistem sitasi Vancouver bernomor, sesuai urutan pertama kali sumber muncul dalam teks. Nomor sitasi ditempatkan sebelum tanda titik, misalnya: Masalah tersebut masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat (1). Sitasi terhadap sumber yang sama harus menggunakan nomor yang sama. Untuk sumber berurutan, gunakan rentang nomor, misalnya (2–4). Pengelolaan sitasi dan daftar pustaka sebaiknya menggunakan perangkat lunak manajemen referensi untuk menjaga konsistensi penomoran.

4.2 Metode

Metode harus ditulis secara sistematis dan cukup rinci agar penelitian dapat direplikasi. Gunakan paragraf dan subjudul bila diperlukan; jangan hanya menyebut nama desain atau uji statistik.

  • Desain dan alasan pemilihan desain; setting/lokasi serta waktu penelitian.
  • Populasi target, populasi terjangkau, unit analisis, sumber kerangka sampel, dan karakteristik setting.
  • Sampel: teknik sampling, kriteria inklusi/eksklusi, alur rekrutmen, serta perhitungan ukuran sampel berikut asumsi, parameter, tingkat kemaknaan, power/besar efek atau prevalensi yang diharapkan, dan antisipasi nonrespons bila relevan.
  • Variabel paparan, luaran, kovariat/perancu, definisi operasional, sumber definisi, kategori/cut-off, skala pengukuran, dan waktu pengukuran.
  • Instrumen/alat ukur, asal instrumen, adaptasi/penerjemahan, validitas, reliabilitas, kalibrasi, uji coba, dan pelatihan pengumpul data bila relevan.
  • Prosedur pengumpulan data, urutan intervensi/pengukuran, sumber data, pengelolaan data, kerahasiaan, serta penanganan data hilang.
  • Potensi bias dan perancu serta langkah pencegahan/pengendaliannya; jelaskan pembutaan, standardisasi, matching, adjustment, atau analisis sensitivitas bila digunakan.
  • Analisis data: statistik deskriptif, pemeriksaan asumsi, uji/model statistik, alasan pemilihan, perangkat lunak dan versinya, tingkat kemaknaan (misalnya α=0,05), ukuran efek dan CI, serta penanganan data hilang/multipel bila relevan.
  • Etika: nama komite/lembaga pemberi persetujuan, nomor dan tahun persetujuan etik; informed consent/assent; perlindungan data; dan izin institusi. Jangan menyatakan persetujuan etik diperoleh bila tidak benar.
  • Gunakan pedoman pelaporan sesuai desain: STROBE untuk studi observasional; CONSORT untuk uji acak; PRISMA untuk systematic review/meta-analysis; COREQ atau SRQR untuk studi kualitatif; dan pedoman EQUATOR lain yang sesuai. Checklist dapat diminta saat pengiriman.

4.3 Hasil

  • Sajikan temuan menurut urutan tujuan/pertanyaan penelitian; bedakan hasil deskriptif dan inferensial.
  • Laporkan jumlah peserta pada setiap tahap, karakteristik sampel, data hilang, dan denominator yang relevan.
  • Sajikan estimasi, ukuran efek, interval kepercayaan, nilai p, dan statistik uji sesuai jenis analisis. Jangan menulis p=0,000; gunakan p<0,001 bila sesuai.
  • Narasi menyoroti hasil utama dan tidak menyalin semua angka tabel. Jangan menafsirkan hasil secara panjang pada bagian ini.
  • Hasil kualitatif harus menunjukkan tema/subtema, proses analisis yang transparan, dan kutipan partisipan yang dianonimkan.
  • Jangan menyamakan tidak signifikannya hasil dengan bukti tidak adanya hubungan atau efek.
  • Nomori secara berurutan dan rujuk setiap tabel/gambar di dalam teks. Judul tabel berada di atas; judul gambar/grafik di bawah.
  • Tabel dan gambar harus terbaca, informatif, tidak redundan, serta ditempatkan dekat dengan penyebutan pertama dalam teks.
  • Gunakan tabel terbuka tanpa garis vertikal; gunakan garis horizontal seperlunya. Hindari grafik 3D dan penyajian yang dapat menyesatkan.
  • Jelaskan singkatan, simbol, satuan, denominator, dan uji statistik pada catatan di bawah tabel/gambar.
  • Cantumkan sumber jika tabel/gambar diadaptasi atau diambil dari sumber lain dan dapatkan izin jika diperlukan.
  • Gunakan koma sebagai tanda desimal pada naskah Bahasa Indonesia. Pada naskah Bahasa Inggris gunakan titik desimal; konsistensi harus dijaga.

4.4 Tabel, gambar, dan grafik

  • Nomori secara berurutan dan rujuk setiap tabel/gambar di dalam teks. Judul tabel berada di atas; judul gambar/grafik di bawah.
  • Tabel dan gambar harus terbaca, informatif, tidak redundan, serta ditempatkan dekat dengan penyebutan pertama dalam teks.
  • Gunakan tabel terbuka tanpa garis vertikal; gunakan garis horizontal seperlunya. Hindari grafik 3D dan penyajian yang dapat menyesatkan.
  • Jelaskan singkatan, simbol, satuan, denominator, dan uji statistik pada catatan di bawah tabel/gambar.
  • Cantumkan sumber jika tabel/gambar diadaptasi atau diambil dari sumber lain dan dapatkan izin jika diperlukan.
  • Gunakan koma sebagai tanda desimal pada naskah Bahasa Indonesia. Pada naskah Bahasa Inggris gunakan titik desimal; konsistensi harus dijaga.
  • Gambar harus memiliki resolusi yang layak untuk produksi dan tidak boleh dimanipulasi untuk mengubah makna ilmiah.

4.5 Pembahasan

Pembahasan adalah bagian analitis utama dan tidak boleh hanya mengulang hasil. Ikuti alur: temuan utama → interpretasi → teori/mekanisme → perbandingan dengan penelitian terdahulu → alasan persamaan/perbedaan → implikasi.

  • Awali dengan temuan utama yang menjawab tujuan.
  • Jelaskan makna temuan dan mekanisme yang masuk akal; bedakan interpretasi yang didukung data dari hipotesis.
  • Bandingkan secara kritis dengan studi primer dan tinjauan yang relevan, mutakhir, serta bermutu. Jelaskan persamaan dan perbedaan secara substantif.
  • Bahas alasan yang mungkin atas perbedaan hasil: karakteristik populasi, setting, definisi variabel, instrumen, desain, ukuran sampel, confounding, atau konteks sistem kesehatan. Hindari spekulasi tanpa dasar.
  • Jelaskan implikasi bagi kesehatan masyarakat, pelayanan, program, kebijakan, teori, atau riset berikutnya secara proporsional.
  • Untuk studi cross-sectional, gunakan istilah 'berhubungan', 'berasosiasi', atau 'terkait'; jangan menyimpulkan sebab-akibat langsung tanpa desain dan analisis yang mendukung.
  • Hindari generalisasi di luar populasi, setting, dan periode penelitian; signifikansi statistik tidak otomatis berarti signifikansi klinis atau kebijakan.

4.6 Kesimpulan dan keterbatasan

Kesimpulan harus menjawab tujuan dan didukung hasil; jangan memperkenalkan data baru atau klaim yang lebih luas dari desain. Rekomendasi harus realistis dan terhubung dengan temuan. Cantumkan subbagian Limitations secara eksplisit, jelaskan keterbatasan desain/sampling/pengukuran/bias/confounding/generalizability serta dampaknya terhadap interpretasi dan langkah mitigasi.

5. Pernyataan wajib dan transparansi

Cantumkan bagian deklarasi setelah kesimpulan dan keterbatasan, sebelum daftar pustaka, sesuai urutan template jurnal. Jika tidak berlaku, nyatakan secara eksplisit.

Ethics approval. Sebutkan nama komite, nomor dan tahun persetujuan. Jika pengecualian etik ditetapkan secara resmi, jelaskan dasar dan otoritasnya.

Informed consent. Nyatakan bentuk persetujuan peserta/wali atau pengesampingan yang disetujui komite etik.

Consent for publication. Cantumkan bila terdapat informasi/gambar individu yang dapat dikenali.

Funding. Sebutkan pemberi dana dan nomor hibah serta perannya. Jika tidak ada, nyatakan tidak ada pendanaan khusus.

Conflict of interest. Ungkap konflik finansial/nonfinansial yang relevan atau nyatakan tidak ada.

Acknowledgments. Sebutkan bantuan yang substansial tetapi tidak memenuhi kriteria kepengarangan; pastikan izin dari pihak yang disebut.

Author contributions. Gunakan peran CRediT yang relevan: Conceptualization, Methodology, Software, Validation, Formal analysis, Investigation, Resources, Data curation, Writing—original draft, Writing—review & editing, Visualization, Supervision, Project administration, Funding acquisition.

Data availability. Sebutkan repositori/DOI/URL atau prosedur permohonan akses yang sah. Jika dibatasi etik/privasi, jelaskan alasan dan batasannya.

AI use statement. Ungkap nama alat dan tujuan penggunaan AI generatif untuk drafting, editing, translation, analysis, coding, atau gambar bila digunakan. Contoh: 'The authors used [tool] for [specific purpose]. All outputs were critically reviewed and verified by the authors, who take full responsibility for the manuscript.' Jika tidak digunakan, nyatakan demikian. AI tidak dapat menjadi penulis; tanggung jawab ilmiah tetap pada manusia.

Protocol registration. Untuk uji klinis atau review yang relevan, cantumkan registri, nomor, dan URL. Untuk systematic review/meta-analysis, nyatakan registrasi protokol jika ada dan jelaskan bila tidak.

Availability of materials/code. Jika relevan, jelaskan akses ke instrumen, kode analisis, protokol, atau bahan tambahan.

6. Etika publikasi dan integritas ilmiah

  • Plagiarisme, self-plagiarism yang menyesatkan, fabrikasi/falsifikasi data, manipulasi gambar, sitasi yang direkayasa, dan kepengarangan tidak sah dilarang.
  • Naskah harus orisinal, tidak sedang ditinjau di jurnal lain, dan tidak menduplikasi publikasi sebelumnya tanpa transparansi yang memadai.
  • Semua penulis harus berkontribusi secara substantif, menyetujui naskah akhir, dan bertanggung jawab atas integritasnya. Perubahan authorship setelah submission harus disertai alasan dan persetujuan tertulis semua pihak terkait serta persetujuan editor.
  • Editor dan reviewer harus menjaga kerahasiaan, mengungkap konflik kepentingan, dan tidak menggunakan informasi naskah untuk kepentingan pribadi.
  • Peer review dilakukan secara independen sesuai kebijakan jurnal; reviewer memberi komentar yang spesifik, konstruktif, berbasis bukti, dan sopan.
  • Penggunaan AI oleh penulis harus diungkapkan sesuai kebijakan. AI bukan penulis, tidak boleh menjadi pengganti analisis/validasi ilmiah, dan tidak boleh digunakan untuk membuat data, hasil, sitasi, atau gambar yang menyesatkan.
  • Editor dapat memeriksa kemiripan, referensi, gambar, data, dan kepatuhan etika. Dugaan pelanggaran ditangani melalui prosedur yang adil dengan mengacu pada prinsip COPE.

7. Sitasi dan daftar pustaka: Vancouver

Gunakan Vancouver bernomor berdasarkan urutan kemunculan dalam teks, bukan alfabetis. Semua referensi di daftar pustaka harus disitasi di dalam teks dan setiap sitasi harus memiliki entri daftar pustaka. Gunakan singkatan jurnal sesuai NLM Catalog/Index Medicus bila tersedia dan sertakan DOI dalam format https://doi.org/... jika ada. Rekomendasi editorial: sekurang-kurangnya 15 referensi untuk artikel penelitian, dengan proporsi sumber primer dan sumber 10 tahun terakhir yang tinggi; target operasional yang disarankan adalah ≥80% sumber primer dan ≥80% referensi terbit dalam 10 tahun terakhir, kecuali sumber klasik yang memang diperlukan. Target ini merupakan kebijakan editorial yang diusulkan dan perlu disahkan.

  • Contoh sitasi satu sumber: ... menjadi isu kesehatan masyarakat (1).
  • Contoh beberapa sumber: ... dilaporkan pada beberapa populasi (2,3).
  • Contoh rentang berurutan: ... dalam berbagai studi (4–6).
  • Contoh artikel jurnal: Page MJ, McKenzie JE, Bossuyt PM, Boutron I, Hoffmann TC, Mulrow CD, et al. The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ. 2021;372:n71. doi:10.1136/bmj.n71.
  • Contoh artikel dengan DOI: von Elm E, Altman DG, Egger M, Pocock SJ, Gøtzsche PC, Vandenbroucke JP. The Strengthening the Reporting of Observational Studies in Epidemiology (STROBE) statement. PLoS Med. 2007;4(10):e296. doi:10.1371/journal.pmed.0040296.
  • Contoh buku: World Health Organization. World health statistics 2024: monitoring health for the SDGs, sustainable development goals. Geneva: World Health Organization; 2024.
  • Penulis dianjurkan menggunakan Zotero, Mendeley Reference Manager, EndNote, atau aplikasi sejenis.
  • Pilih gaya 'Vancouver' atau gaya khusus jurnal yang telah disahkan dan kompatibel dengan Vancouver.
  • Impor metadata dari DOI, PubMed, Crossref, atau laman penerbit; periksa kembali nama penulis, judul, tahun, volume, nomor, halaman/article number, dan DOI.
  • Gunakan plugin pengolah kata untuk menyisipkan sitasi dan membuat daftar pustaka otomatis. Jangan mencampur penomoran manual dan sitasi otomatis.
  • Sebelum submission, perbarui bibliography, pastikan nomor sesuai urutan kemunculan, semua sitasi cocok dengan daftar pustaka, dan DOI/URL berfungsi.

7.1 Zotero, Mendeley, EndNote, dan reference manager

  • Penulis dianjurkan menggunakan Zotero, Mendeley Reference Manager, EndNote, atau aplikasi sejenis.
  • Pilih gaya 'Vancouver' atau gaya khusus jurnal yang telah disahkan dan kompatibel dengan Vancouver.
  • Impor metadata dari DOI, PubMed, Crossref, atau laman penerbit; periksa kembali nama penulis, judul, tahun, volume, nomor, halaman/article number, dan DOI.
  • Gunakan plugin pengolah kata untuk menyisipkan sitasi dan membuat daftar pustaka otomatis. Jangan mencampur penomoran manual dan sitasi otomatis.
  • Sebelum submission, perbarui bibliography, pastikan nomor sesuai urutan kemunculan, semua sitasi cocok dengan daftar pustaka, dan DOI/URL berfungsi.

8. Panduan sesuai jenis desain

Studi observasional: ikuti STROBE. Uji klinis/intervensi acak: ikuti CONSORT dan registrasi prospektif sesuai ketentuan yang berlaku. Systematic review/meta-analysis: ikuti PRISMA, jelaskan strategi pencarian dan seleksi, penilaian risiko bias, metode sintesis, heterogenitas, dan registrasi protokol bila ada. Studi kualitatif: ikuti COREQ atau SRQR, jelaskan paradigma, sampling, posisi peneliti/refleksivitas, prosedur, analisis, dan trustworthiness. Studi diagnostik: pertimbangkan STARD. Studi prediksi: pertimbangkan TRIPOD. Gunakan checklist yang paling sesuai.

9. Proses submission dan peer review

  • Submission dilakukan melalui OJS jurnal. Registrasi/login diperlukan untuk mengirim dan melacak naskah.
  • Unggah berkas sesuai instruksi: naskah utama, title page bila diperlukan, supplementary files, checklist pelaporan, dan dokumen etik/izin yang relevan.
  • Naskah utama untuk double-blind review tidak boleh menyebut nama penulis/afiliasi dalam teks atau metadata. Hindari self-citation yang membuka identitas secara tidak perlu; jangan menghapus referensi secara menyesatkan.
  • Editor melakukan pemeriksaan awal terkait scope, kelengkapan, orisinalitas, etika, kualitas metode, dan kebaruan. Naskah dapat dikembalikan untuk perbaikan teknis atau ditolak sebelum peer review.
  • Naskah yang lolos pemeriksaan awal ditelaah oleh reviewer independen sesuai kebijakan jurnal. Keputusan dapat berupa revisi, diterima, atau ditolak; revisi bukan jaminan penerimaan.
  • Tanggapan revisi harus menjawab setiap komentar, menunjukkan perubahan dan lokasi halaman/baris, serta memberikan alasan ilmiah yang sopan jika penulis tidak mengikuti saran tertentu.

10. Checklist sebelum pengiriman

☐ Naskah sesuai scope dan template jurnal.

☐ Pendahuluan memuat evidence, sintesis state of the art, gap, novelty, dan tujuan yang jelas.

☐ Metode cukup rinci untuk replikasi, termasuk ukuran sampel, instrumen, analisis, dan etika.

☐ Hasil menjawab tujuan dan melaporkan statistik secara lengkap serta proporsional.

☐ Pembahasan bersifat analitis, membandingkan studi terdahulu, menjelaskan kemungkinan perbedaan, dan membahas implikasi.

☐ Keterbatasan dinyatakan eksplisit.

☐ Tabel/gambar diberi nomor, judul, dirujuk, dan diberi catatan/sumber.

☐ Vancouver konsisten; metadata referensi dan DOI diperiksa menggunakan reference manager.

☐ Pernyataan etika, consent, funding, conflict of interest, acknowledgments, author contributions, data availability, dan AI use dilengkapi.

☐ Semua penulis menyetujui naskah dan pengiriman; berkas anonim bila diminta.

11. Dasar kebijakan dan tautan penting

1. International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE). Recommendations for the Conduct, Reporting, Editing, and Publication of Scholarly Work in Medical Journals. https://www.icmje.org/recommendations/

2. Committee on Publication Ethics (COPE). Core Practices. https://publicationethics.org/core-practices

3. EQUATOR Network. Reporting guidelines for health research. https://www.equator-network.org/

4. National Library of Medicine. Citing Medicine: The NLM Style Guide for Authors, Editors, and Publishers. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK7256/

5. Elsevier/Scopus. Content policy and selection criteria, including peer review, publication regularity, international readability, and publication ethics. https://www.elsevier.com/products/scopus/content/content-policy-and-selection

6. Elsevier. Publishing Ethics. https://www.elsevier.com/about/policies-and-standards/publishing-ethics