ANALISIS BIAYA PRODUKSI TEMPE PADA UNIT PENGOLAHAN HASIL (UPH) ERO MATE’NE DI KABUPATEN TAKALAR

Muh Tahir, Rahmawati Ning Utami

Abstract


Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis proses produksi tempe di Unit Pengolahan Hasil (UPH) Ero Mate’ne, Kabupaten Takalar, serta menghitung biaya pokok produksi dan potensi keuntungan usaha. Kegiatan dilaksanakan pada Februari–Maret 2025 menggunakan metode observasi langsung dan analisis biaya. Hasil analisis menunjukkan total biaya produksi tahunan sebesar Rp.173.952.700 dengan biaya pokok per kemasan Rp. 4.142 dan harga jual Rp. 5.000. Dengan margin hingga 30%, keuntungan bulanan dapat mencapai Rp. 4.000.000. Temuan-temuan lain menunjukkan bahwa efisiensi transportasi bahan baku dan distribusi produk berpotensi meningkatkan profitabilitas usaha. Variasi produk akhir berupa olahan lanjut menjadi keripik tempe, memberikan nilai penjualan yang lebih menguntungkan dan merupakan strategi penjualan terkini.


Full Text:

PDF

References


Cahyadi, W. (2007). Teknologi dan Khasiat Kedelai. Jakarta: Bumi Aksara.

Pramudya, B dan Dewi, N. (1992). Ekonomi Teknik. JICA-DGHE/IPB Project/ADAET: JTA-9a(132). Institut Pertanian Bogor. Bogor.

PUSIDO. (2012). Tempe: Persembahan Indonesia untuk Dunia. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Salengke. (2012). Engineering Economy: Techniques for Project and Business Feasibility Analysis. Makassar: Penerbit Identitas Unhas.

Tambunan, T. (2019). Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia: Isu-Isu Penting. Jakarta: LP3ES.

Drury, C. (2013). Management and Cost Accounting (8th ed.). London: Cengage Learning. Horngren, C. T., Datar, S. M., & Rajan, M. (2015). Cost Accounting: A Managerial Emphasis (15th ed.). Pearson.

Undang Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Shurtleff, W. 2025. Lima keunggulan tempe, diakses pada 10 Juni 2025. https://indonesia.go.id.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.