Analisis Tingkat Kerawanan Gerakan Tanah Desa Tontayuo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo
Abstract
Tontayuo Village, Batudaa Pantai District, Gorontalo Regency is an area with hilly topography and morphological characteristics with variations in slope gradients as well as lithology and rainfall conditions that have the potential to trigger landslides. This study aims to analyze the lithology of study area and the level of landslide vulnerability in the area. The research methods include field geogogical mapping, secondary data processing, and spatial analysis based on Geographic Information System (GIS). Assessment of landslide vulnerability levels is based on slope gradient parameters, lithology types, rainfall, lineament density, and land cover. The results of the study show that the lithology that makes up the study area includes basalt, granodiorite, limestone, and alluvial units. Based ono the analysis results, the level of landslide vulnerability in the study area can be categorized into 3 (three) classes, namely, low landslide vulnerability class (29,93 ha), medium landslide vulnerability class (178,3 ha), and high landslide vulnerability class (197,38 ha).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adfy, D. M., Marzuki. (2021). Analisis Kerawanan Bencana Longsor dari Karakteristik Hujan, Pergerakan Tanah dan Kemiringan Lereng di Kabupaten Agam. Jurnal Fisika Untad (JFU), Vol.10, No.1, 8-14.
Asiki, M.I., Maryati, S., Akase, N. (2019). Analisis Tingkat Kerentanan Tanah Longsor Daerah Muara Sungai Bone Kota Gorontalo. Jurnal Jambura Geoscience Review, Vol. 1. (2), 87-101.
Bachri, S. 2006. Stratigrafi Lajur Volkano-Plutonik Daerah Gorontalo, Sulawesi. Jurnal Geo-Resources, Vol. XVI No.2.
Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP). 2009. Identifikasi dan Karakterisasi Lahan Rawan Longsor dan Rawan Erosi di Dataran Tinggi untuk Mendukung Keberlanjutan Pengelolaan Sumberdaya Lahan Pertanian. BBSDLP, Bogor.
Bemmelen, Van, R.W. (1949). The Geology of Indonesia. Martinus Nyoff, The Haque: Government Printing Office.
Dewi, T.S., Sari, B.K, Heru, S.P. (2017). Zonasi Rawan Bencana Tanah Longsor dengan Metode Analisis GIS: Studi Kasus Daerah Semono dan Sekitarnya, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Jurnal Mineral, Energi, dan Lingkungan, I, 50-59.
Fajarulloh, A. S., Ariwibowo, L. K., Mustofa, A. N. H. (2020). Analisis Gerakan Tanah di Daerah Sekaran dan Sekitarnya Beserta Rekomendasi Penanggulangannya. Paradigma Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Pascasarjana, Vol. 1 N0. 1.
Fransiska, L., Tjahjono, B., Gandasasmita, K. (2017). Studi Geomorfologi dan Analisis Bahaya Longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan Sekitarnya. Buletin Tanah dan Lahan, Vol.1, No.1, 51-57.
Hall, R. dan Wilson, M.E. J. 2000. Neogene Sutures in Eastern Indonesia. Journal of Asian Earth Sciences, 18 (6), 781-800.
Hidayah, A., Paharuddin, Massinai, M. A. (2017). Analisis Rawan Bencana Longsor Menggunakan Metode AHP (Analiytical Hierarchy Process) di Kabupaten Toraja Utara. Jurnal Geocelebes, Vol, 1, No.1, 1-4.
Kalandoro, A. S. Z. (2018). Analisis Spasial Sebaran Rawan Longsor Di Kabupaten Bandung. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Karnawati, D. (2007). the Mechanism of Rock Mass Movements As the Impact of Earthquake. Dinamika Teknik Sipil, 7(1979), 179–190.
Kurniawan, F. A. (2018). Mitigasi Daerah Rawan Longsor DAS Citarum. (Laporan KELITBANGAN Bidang Sumber Daya Air). Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta.
Menteri Pekerjaan Umum. (2007). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 22/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.22/Prt/M/2007, 22, 1–148.
Paimin, Sukresno, Pramono, I. B. (2009). Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor: Tropenbos International Indonesia Pragramme.
Pangular, D., (1985). Petunjuk Penyelidikan & Penanggulangan Gerakan Tanah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengairan. Balitbang Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta, Indonesia.
Pradhan, B., Ahmed, M. Y. (2010). Manifestation of Remote Sensing Data and GIS on Landslide Hazard Analysis Using Spatial-Based Statistical Models. Arabian Journal of Geosciences, 3(3), 319-326.
Prastowo, R., Trianda, O., Novitasari, S. (2018). Identifikasi Kerentanan Gerakan Tanah Berdasarkan Data Geologi Daerah Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kebupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Jurnal KURVATEK, Vol.03 No.2, 31-40.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi 2023 (PVMBG). https://vsi.esdm.go.id (diakses 23 Maret, 2024).
Puslittanak. (2004). Laporan Akhir Pengkajian Potensi Bencana Kekeringan, Banjir, dan Longsor di Kawasan Satuan Wilayah Sungai Citarum-Cisadane. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.
Rusdiana, D. D., Nuryandini, R., Imelia, J. H., dan Hafidah, N. S. (2021). Pemanfaatan Informasi Spasial Berbasis SIG Untuk Pemetaan Tingkat Kerawanan Longsor di Kabupaten Karangasem, Bali. Jurnal Geosains dan Remote Sensing, 2(2), 49-55.
Sompotan, A. F. (2012). Struktur Geologi Sulawesi. Bandung: Perpustakaan Sains Kebumian Institut Teknologi Bandung.
Subowo, E. (2003). Pengenalan Gerakan Tanah. Bandung: Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ESDM.
Suryolelono, K. B. (2001). Konsep dan Analisa Penanggulangan Bahaya Tanah. Longsor. Yogyakarta: KMTS UGM.
DOI: https://doi.org/10.37905/jrpi.v3i3.39353
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Ana Saputri R Yahya, Ahmad Zainuri, Noviar Akase

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





