Pengembangan model latihan kelincahan amuda dalam sepak bola usia remaja di ssb paguat
Abstract
Pendahuluan: Kelincahan merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang menentukan performa pemain sepak bola remaja karena mendukung kemampuan melakukan akselerasi, bergerak ke berbagai arah, mengubah arah secara cepat, serta merespons situasi permainan secara efektif. Namun, model latihan kelincahan yang terstruktur dan sesuai dengan karakteristik pemain usia remaja masih terbatas, khususnya pada sekolah sepak bola di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi model latihan kelincahan AMUDA (Akselerasi, Multi Arah, Ubah Arah, Daya Reaksi, dan Agilitas) bagi pemain sepak bola remaja di SSB Paguat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dihasilkan berupa buku panduan latihan yang berisi 25 variasi latihan kelincahan yang disusun secara sistematis berdasarkan lima komponen AMUDA. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket skala Likert yang melibatkan ahli materi, ahli media, pelatih sepak bola, serta 20 pemain berusia 13–16 tahun. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase untuk menentukan tingkat kelayakan produk. Hasil: Validasi ahli materi memperoleh skor kelayakan sebesar 100%, sedangkan validasi ahli media mencapai 87,50%, yang keduanya termasuk kategori sangat layak. Uji coba lapangan menunjukkan tingkat kelayakan pada lima komponen AMUDA berkisar antara 80,00% hingga 91,25%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 84,60%, yang juga termasuk kategori sangat layak. Model latihan ini meningkatkan keterlibatan peserta selama latihan, memberikan variasi latihan yang lebih menarik, serta memudahkan pelatih dalam menyusun program latihan kelincahan secara sistematis, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan pemain remaja. Kesimpulan: Model latihan kelincahan AMUDA terbukti valid, praktis, dan sangat layak digunakan sebagai panduan latihan bagi pemain sepak bola remaja. Model ini dapat menjadi alternatif pembinaan kelincahan yang terstruktur serta direkomendasikan untuk diterapkan dan dikembangkan pada program pembinaan sepak bola usia remaja di berbagai sekolah sepak bola dengan karakteristik yang serupa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Antoro, H., Rahmat, Z., & Irfandi, I. (2021). Pengembangan model latihan zig-zag run terhadap kelincahan atlet sepak bola Tunas Muda Aceh Singkil. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 2(1), 1–10.
Ardiansah, F., & Miftakhi, D. R. (2020). Pengembangan buku ajar dengan model ADDIE pada mata kuliah manajemen teknologi pendidikan. Journal of Education and Instruction (JOEAI), 3(2), 247–258.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.
Chaouachi, A., Chtara, M., Hammami, R., Chtara, H., Turki, O., & Castagna, C. (2017). Multidirectional sprints and small-sided soccer games training effect on agility and change of direction abilities in youth soccer. Journal of Strength and Conditioning Research, 28(11), 3121–3127. https://doi.org/10.1519/JSC.0000000000000567
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The 'what' and 'why' of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268.
Detu, S., Datau, S., & Hidayat, J. T. (2024). Pengembangan model latihan passing Detu dalam permainan sepak bola: Studi pengembangan pada Persidago U-17. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(2), 210–218. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i2.9383
Dwindi Rusdiani, Ferry Hidayad, & Puput Sekar Sari. (2024). Pengaruh latihan kelincahan terhadap kemampuan tendangan sabit atlit pencak silat di Kapasita Desa Teluk Jaya Kecamatan Kelekar. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 4(2), 274–287. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v4i2.3451
FIFA. (2019). FIFA big count: Football's numbers. FIFA Communications Division.
Ibrahim, L. M., & Hariadi, I. (2025). Kontribusi antara kelincahan dan kecepatan dengan kemampuan menggiring bola pada SSB Mahesa Dharma Kediri. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 2(1), 1–16.
Nimphius, S., Callaghan, S. J., Bezodis, N. E., & Lockie, R. G. (2017). Change of direction and agility tests: Challenging our current measures of performance. Strength and Conditioning Journal, 40(1), 26–38. https://doi.org/10.1519/SSC.0000000000000309
Novra, A., Yamin, M., & Hendri, M. (2021). Pengembangan produk berbasis ADDIE untuk pembelajaran pendidikan jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 17(2), 89–98.
Okpatrioka, O. (2023). Research and development (R&D): Penelitian yang inovatif dalam pendidikan. PAKAR: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 1(1), 60–70.
Pranata, A. Y. (2022). Pengaruh aktivitas olahraga terhadap kualitas hidup masyarakat urban. Jurnal Kesehatan Olahraga, 10(2), 105–115.
Raya, M. A., Gusi, N., & Chamorro-Viña, C. (2013). Validity of six field and laboratory agility tests in assessment of dynamic balance. Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, 53(5), 511–518.
Sporis, G., Jukic, I., Milanovic, L., & Vucetic, V. (2023). Reliability and factorial validity of agility tests for soccer players. Journal of Strength and Conditioning Research, 24(3), 679–686. https://doi.org/10.1519/JSC.0b013e3181c4d324
Young, W. B., James, R., & Montgomery, I. (2015). Is muscle power related to running speed with changes of direction? Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, 42(3), 282–288.
DOI: https://doi.org/10.37905/ts:jo.v3i1.39360
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 S'bastian Amuda, Risna Podungge, Al Ilham

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







