Pengembangan model latihan defend futsal daipatimu (dfd)

Moh Rifki Daipatimu, Ruslan Ruslan

Abstract


Pendahuluan: Kemampuan bertahan merupakan salah satu aspek fundamental dalam permainan futsal yang berperan penting dalam mencegah terciptanya peluang dan gol oleh lawan. Namun, ketersediaan model latihan bertahan yang sistematis, variatif, dan mudah diterapkan oleh pelatih masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan bertahan dalam permainan futsal yang diberi nama Defend Futsal Daipatimu (DFD) sebagai alternatif model latihan yang efektif bagi pemain futsal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 20 pemain futsal Al Naya FC Kota Gorontalo. Produk yang dikembangkan berupa video panduan model latihan bertahan yang memuat 25 variasi latihan berdasarkan lima prinsip utama, yaitu Datangi, Intersep, Padatkan, Tutup, dan Mundur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket validasi ahli materi, validasi ahli media, dan angket respons pemain. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan skala Likert untuk menentukan tingkat kelayakan produk. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan DFD memperoleh persentase validasi ahli materi sebesar 100% dengan kategori sangat layak, validasi ahli media sebesar 91% dengan kategori sangat layak, serta respons pemain sebesar 87,6% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model latihan yang dikembangkan dinilai menarik, mudah dipahami, praktis diterapkan dalam proses latihan, serta mampu meningkatkan pemahaman dan kemampuan bertahan pemain futsal. Pembahasan dan Kesimpulan: Model latihan Defend Futsal Daipatimu (DFD) terbukti valid, praktis, dan sangat layak digunakan sebagai alternatif model latihan bertahan dalam permainan futsal. Penerapan lima prinsip utama dalam model DFD memberikan variasi latihan yang sistematis dan terstruktur sehingga dapat membantu pelatih dalam meningkatkan kualitas pertahanan pemain. Oleh karena itu, model DFD direkomendasikan sebagai pedoman latihan bertahan bagi klub maupun sekolah futsal yang memiliki karakteristik serupa.


Keywords


pengembangan model latihan; bertahan; futsal; DFD; ADDIE

Full Text:

PDF

References


Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and methodology of training (6th ed.). Human Kinetics.

Habibie, M., Kasanrawali, A., & Fawaid, M. (2025). Coaching clinik latihan bertahan futsal mix defence pada club futsal Fernando BSM U-19 Banjarbaru. Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI), 1(2), 408–414. https://doi.org/10.62567/jpi.v1i2.1227

Himawan, F., & Gustiawati, R. (2025). Minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler futsal SMAN 3 Karawang. Jurnal Literasi Olahraga, 6(4), 14–17. https://doi.org/10.35706/jlo.v6i4.13091

Mahyudin, R., et al. (2026). Kebugaran fisik dan performa futsal. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 4(2), 853–860.

Miller, M. G., Herniman, J. J., Ricard, M. D., Cheatham, C. C., & Michael, T. J. (2006). The effects of a 6-week plyometric training program on agility. Journal of Sports Science and Medicine, 5(3), 459–465.

Reilly, T., Williams, A. M., & Franks, A. (2000). Science and soccer (2nd ed.). Routledge.

Setiawan, W. A., Festiawan, R., Heza, F. N., Kusuma, I. J., Hidayat, R., & Khurroman, M. F. (2021). Peningkatan keterampilan dasar futsal melalui metode latihan passing aktif dan pasif. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 10(1), 45–53.

Sheppard, J. M., & Young, W. B. (2006). Agility literature review: Classifications, training and testing. Journal of Sports Sciences, 24(9), 919–932.

Waruwu, M. (2024). Metode penelitian dan pengembangan (R&D): Konsep, jenis, tahapan dan kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(2), 1220–1230. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i2.2141

Widu, S. H., Yuliadarwati, N. M., & Fransiska, T. D. (2026). Edukasi fisioterapi tentang penanganan pertama PRICE pada cedera olahraga di komunitas futsal Champion Tlogomas Kota Malang. Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan, 2(11), 516–522.

Young, W. B., James, R., & Montgomery, I. (2002). Is muscle power related to running speed with changes of direction? Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, 42(3), 282–288.

Bangsbo, J. (1994). Fitness training in football: A scientific approach. HO+Storm.

Bangsbo, J., Mohr, M., & Krustrup, P. (2006). Physical and metabolic demands of training and match-play in the elite football player. Journal of Sports Sciences, 24(7), 665–674.

FIFA. (2023). FIFA training centre: Football performance and coaching. FIFA.

Jeffreys, I. (2011). Developing agility and quickness. Human Kinetics.

Lloyd, R. S., & Oliver, J. L. (2012). Strength and conditioning for young athletes: Science and application. Routledge.

Plisk, S. S. (2008). Speed, agility, and speed-endurance development. Ultimate Athlete Concepts.

Schmidt, R. A., & Lee, T. D. (2019). Motor learning and performance: From principles to application (6th ed.). Human Kinetics.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Alfabeta.




DOI: https://doi.org/10.37905/ts:jo.v3i1.39613

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Moh Rifki Daipatimu

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.