Pengembangan model senam aerobik mia (motivasi, irama, dan asik) untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan jasmani di sekolah dasar: studi penelitian dan pengembangan

Mohamad Ihlas Abdullah, Hariadi Said, Ella H Tumaloto

Abstract


Pendahuluan: Rendahnya keterlibatan siswa dalam aktivitas ritmik pada pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) masih menjadi tantangan di sekolah dasar. Kondisi ini dipengaruhi oleh penggunaan materi pembelajaran yang monoton dan repetitif, seperti Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), sehingga kurang mampu meningkatkan motivasi, minat, dan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi Model Senam Aerobik MIA (Motivasi, Irama, dan Asik) sebagai media pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik motorik siswa sekolah dasar serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar pada ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa video pembelajaran senam aerobik dan buku panduan sebagai media pendukung pembelajaran. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas VI SDN 16 Dungingi, Kota Gorontalo, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Validasi produk dilakukan oleh ahli desain pembelajaran, ahli senam, dan ahli multimedia. Efektivitas produk dievaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test pada ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil: Hasil validasi menunjukkan bahwa Model Senam Aerobik MIA memperoleh kategori Sangat Baik dan dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran PJOK. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh ranah pembelajaran. Rata-rata skor kognitif meningkat dari 50,13 menjadi 80,00, skor psikomotor meningkat dari 54,00 menjadi 77,91, dan skor afektif meningkat dari 55,20 menjadi 81,60. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan dk = 24, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test pada ketiga ranah pembelajaran. Pembahasan dan Kesimpulan: Model Senam Aerobik MIA (Motivasi, Irama, dan Asik) terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Penggunaan media pembelajaran berbasis video yang didukung buku panduan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Oleh karena itu, model MIA direkomendasikan sebagai inovasi pembelajaran PJOK yang dapat diterapkan dan direplikasi pada berbagai sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran aktivitas ritmik

Keywords


model ADDIE; senam aerobik; pengembangan instruksional; pendidikan jasmani; sekolah dasar; Research and Development.

Full Text:

PDF

References


Amirullah, G., & Bakhtiar, S. (2018). Pengembangan media pembelajaran permainan bola basket dalam penjasorkes menggunakan Adobe Flash. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 14(2), 45–52. https://doi.org/10.21831/jpji.v14i2.21826

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Longman.

Bailey, R., Armour, K., Kirk, D., Jess, M., Pickup, I., Sandford, R., & BERA Physical Education and Sport Pedagogy Special Interest Group. (2009). The educational benefits claimed for physical education and school sport: An academic review. Research Papers in Education, 24(1), 1–27. https://doi.org/10.1080/02671520701809817

Barnett, L. M., van Beurden, E., Morgan, P. J., Brooks, L. O., & Beard, J. R. (2016). Childhood motor skill proficiency as a predictor of adolescent physical activity. Journal of Adolescent Health, 44(3), 252–259. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2008.07.004

Baskoro, A., & Hariyanto, E. (2021). Inovasi media pembelajaran senam irama di sekolah dasar berbasis video interaktif. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 6(1), 12–21. https://doi.org/10.17509/jpjo.v6i1.31524

Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-387-09506-6

Castelli, D. M., Hillman, C. H., Hirsch, J., Hirsch, A., & Drolette, E. (2014). FIT kids: Time in target heart zone and cognitive performance. Preventive Medicine, 52(Suppl 1), S55–S59. https://doi.org/10.1016/j.ypmed.2011.01.019

Chaddock, L., Erickson, K. I., Prakash, R. S., Kim, J. S., Voss, M. W., VanPatter, M., Pontifex, M. B., Raine, L. B., Konkel, A., Hillman, C. H.,

Cohen, N. J., & Kramer, A. F. (2011). A neuroimaging investigation of the association between aerobic fitness, hippocampal volume, and memory performance in preadolescent children. Brain Research, 1358, 172–183. https://doi.org/10.1016/j.brainres.2010.08.049

Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The 'what' and 'why' of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01

Donnelly, J. E., Hillman, C. H., Castelli, D., Etnier, J. L., Lee, S., Tomporowski, P., Lambourne, K., & Szabo-Reed, A. N. (2016). Physical activity, fitness, cognitive function, and academic achievement in children: A systematic review. Medicine & Science in Sports & Exercise, 48(6), 1197–1222. https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000000901

Gallotta, M. C., Guidetti, L., Franciosi, E., Emerenziani, G. P., Bonavolontà, V., & Baldari, C. (2015). Effects of varying type of exertion on children's attention capacity. Medicine & Science in Sports & Exercise, 44(3), 550–555. https://doi.org/10.1249/MSS.0b013e318237e174

Gao, Z., Chen, S., Pasco, D., & Pope, Z. (2017). A meta-analysis of active video games on health outcomes among children and adolescents. Obesity Reviews, 16(9), 783–794. https://doi.org/10.1111/obr.12287

Hillman, C. H., Erickson, K. I., & Kramer, A. F. (2008). Be smart, exercise your heart: Exercise effects on brain and cognition. Nature Reviews Neuroscience, 9(1), 58–65. https://doi.org/10.1038/nrn2298

Kemdikbudristek. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran PJOK pada kurikulum merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2018). Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Krause, J. M., O'Neil, K., & Dauenhauer, B. (2017). Plickers as a formative assessment strategy: Elementary and secondary teacher perceptions. JOPERD, 88(1), 30–37. https://doi.org/10.1080/07303084.2016.1229862

Lubans, D. R., Morgan, P. J., Cliff, D. P., Barnett, L. M., & Okely, A. D. (2010). Fundamental movement skills in children and adolescents: Review of associated health benefits. Sports Medicine, 40(12), 1019–1035. https://doi.org/10.2165/11536850-000000000-00000

Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511811678

Ntoumanis, N. (2012). A self-determination theory perspective on motivation in sport and physical education: Current trends and possible future research directions. In G. C. Roberts & D. C. Treasure (Eds.), Advances in motivation in sport and exercise (3rd ed., pp. 91–128). Human Kinetics.

Nugroho, P., Hartono, & Setijono, H. (2023). Pengembangan model pembelajaran senam lantai berbasis ADDIE untuk siswa kelas V sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 19(1), 43–55. https://doi.org/10.21831/jpji.v19i1.56712

Opstoel, K., Chapelle, L., Prins, F. J., De Meester, A., Haerens, L., van Tartwijk, J., & De Martelaer, K. (2020). Personal and social development in physical education and sports: A systematic review. European Physical Education Review, 26(4), 797–813. https://doi.org/10.1177/1356336X19882054

Ortega, F. B., Ruiz, J. R., Castillo, M. J., & Sjöström, M. (2008). Physical fitness in childhood and adolescence: A powerful marker of health. International Journal of Obesity, 32(1), 1–11. https://doi.org/10.1038/sj.ijo.0803774

Pakaya, S., Datau, S., & Hidayat, J. T. (2025). Pengembangan media pembelajaran senam aerobik 'Fun Young' pada materi senam irama di SMP Negeri 1 Suwawa Timur. Jurnal Riset Pendidikan Jasmani Indonesia, 2(3), 426–430. https://doi.org/10.37905/jrpi.v2i3.31754

Schmidt, R. A., & Lee, T. D. (2011). Motor control and learning: A behavioral emphasis (5th ed.). Human Kinetics.

Standage, M., Duda, J. L., & Ntoumanis, N. (2012). A test of self-determination theory in school physical education. British Journal of Educational Psychology, 75(3), 411–433. https://doi.org/10.1348/000709904X22359

Subramaniam, P. R., & Silverman, S. (2020). Validity of scores from an instrument assessing student attitude toward physical education. Measurement in Physical Education and Exercise Science, 11(1), 15–23. https://doi.org/10.1080/10913670701294020

Sugiyono. (2019). Metode penelitian & pengembangan: Research and development (4th ed.).




DOI: https://doi.org/10.37905/ts:jo.v3i1.39788

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Mohamad Ihlas Abdullah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.