PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI MEDIA PERBANYAKAN Trichoderma brevicompactum UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI DALAM CEKAMAN BIOTIK

Rezka Lamatenggo, Delvirawati Isami, Rida Iswati, Siska Irhamnawati Pulogu

Abstract


Penurunan produktivitas cabai di Provinsi Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi oleh serangan penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum, patogen tular tanah yang dapat menurunkan hasil hingga 50%. Pengendalian penyakit ini umumnya masih mengandalkan fungisida sintetis yang berisiko menimbulkan resistensi patogen dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi limbah pertanian, yaitu ekstrak kulit kopi dan kulit singkong, sebagai media perbanyakan Trichoderma brevicompactum serta efektivitasnya sebagai pemacu pertumbuhan dan pelindung benih cabai terhadap infeksi F. oxysporum. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan, mencakup kontrol, infeksi patogen, perlakuan fungisida, serta biopestisida berbasis ekstrak limbah pertanian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa F. oxysporum menurunkan daya berkecambah dan indeks vigor secara signifikan, dengan nilai terendah pada perlakuan P1 (30% dan 0%). Sebaliknya, perlakuan fungisida (P2) dan biopestisida T. brevicompactum (P3–P6) mampu mempertahankan daya berkecambah tinggi (93,33–96,67%). Indeks vigor tertinggi setelah kontrol ditunjukkan oleh perlakuan ekstrak kulit singkong + F. oxysporum (P6) sebesar 93,33%, mengindikasikan adanya sinergi antara T. brevicompactum dan senyawa bioaktif kulit singkong dalam menekan patogen. Secara keseluruhan, ekstrak limbah pertanian terutama kulit singkong berpotensi sebagai media perbanyakan T. brevicompactum sekaligus sebagai biopestisida hayati ramah lingkungan untuk meningkatkan viabilitas benih cabai dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Full Text:

PDF

References


Abdila, A. nur, & Maduratna, M. (2021). Uji Efektivitas Fungisida Nabati (Kombinasi Tepung Jagung Dan Ekstrak Daun Sirsak) Dalam Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) Pada Tanaman Cabai. Holistic Science, 1(1), 17–20. https://doi.org/10.56495/hs.v1i1.17

Afriani, A., Heviyanti, M., Harahap, F. S., Studi, P., Fakultas, A., Universitas, P., Studi, P., Fakultas, A., Dan, S., Universitas, T., & Sumatera, L. (2019). Efektivitas gliocladium virens untuk mengendalikan penyakit Fusarium oxysporum F. sp. capsici pada tanaman cabai. Jurnal Pertanian Tropik, 6(3), 403–411.

BPS Provinsi Gorontalo. (2023). Provinsi Gorontalo Dalam Angka 2023. Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo. https://gorontalo.bps.go.id/Id/StatisticsTable/2/Mti3izi=/Produksi-Tanaman-Perkebunan-Menurut-Kabupaten-Kota.Html

Firlandiana, M., Mustikaningrum, D., Suprayitno, S., Kristiawan, K., Maimunah, M., Setyana, A. D., Prasetya, H., & Subiyanto, S. (2024). Pengenalan Trichoderma sp . sebagai Solusi Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Cabai di Kecamatan Grabagan , Tuban. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(02), 56–67.

Harman, G. E., Howell, C. R., Viterbo, A., Chet, I., & Lorito, M. (2004). Trichoderma Species Opportunitic , Avirulent Plant Symbionts. Microbiology, 2(January), 43–56. https://doi.org/10.1038/nrmicro797

Hutauruk, D. S. (2018). Potensi Bakteri Kitinolitik NR09 Pada Beberapa Media Pembawa Dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Patogen Sclerotium rolfsii dan Fusarium oxysporum Pada Benih Cabai Merah (Capsicum annuum L.). BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan), 4(2), 140–153.

Ihkwanisa, N., Nugraheni, I. A., Kurniawati, T., & Fardhani, D. M. (2023). Uji antagonis Trichoderma spp terhadap layu Fusarium tanaman cabai (Capsicum annuum). Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 1, 244–252. https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/view/56

Iswati, R., Aini, L. Q., Soemarno, & Abadi, A. L. (2024). Exploration and characterization of indigenous Trichoderma sp. as antagonist of Rhizoctonia solani and plant growth promoter of maize. Biodiversitas, 25(4), 1375–1385. https://doi.org/10.13057/biodiv/d250405

Maysixteen, R. A., & Haryadi, N. T. (2022). Efektivitas Biopestisida Berbahan Aktif Trichoderma harzianum Pada Berbagai Formulasi Dan Lama Penyimpanan Dalam Mengendalikan Penyakit Damping-Off Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill). Jurnal Bioindustri, 5(1), 68–80.

Mbiyu, M., Muthoni, J., Kabira, J., Muchira, C., Pwaipwai, P., Ngaruiya, J., Onditi, J., & Otieno, S. (2012). Comparing Liquid and Solid Media on the Growth of Plantlets from Three Kenyan Potato Cultivars. American Journal of Experimental Agriculture, 2(1), 81–89. https://doi.org/10.9734/ajea/2012/715

Purnamasari, R. T., & Wahyuni, H. (2021). Pendayagunaan Limbah Bunga Potong Krisan Dampak dari Pandemi Covid-19 untuk Pembuatan Pupuk Organik di Kota Surabaya. Jurnal Akses Pengabdian Indonesia (JAPI), 6(1), 39–44.

Sukmawati, Subagja, I. I., & Tantri, E. (2025). Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Sabun Cair dari Ekstrak Kulit Singkong (Manihot esculenta Crantz). Jurnal Medika Farmaka, 3(2), 318–325. https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v3i2.66

Suyanto, A., Youlla, D., Astar, I., & Setiawan. (2024). Peningkatan Produktivitas dan Nilai Tambah Komoditi Cabai Rawit Melalui Teknologi Penggunaan Pestisida Hayati Metabolit Sekunder dari Trichoderma sp . dan Pengolahan Hasil Cabai Rawit. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 4(1), 155–162.

Wartabone, S., Matike, F. H., Pulogu, S. I., Iswati, R., & Agriani, S. (2024). Efektivitas Dosis Aplikasi Trichoderma brevicompectum TZ12BN2 Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Rawit. Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa, 3(2), 180–185.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.