Karakteristik Organoleptik, Fisik Dan Kimia Edible Film Gelatin-Kitosan-Jahe

Sri Rahayu Kalaka, Asri Silvana Naiu, Rahim Husain

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji mutu kemasan edible film yang berbasis gelatin-kitoson-jahe. Perlakuan pada penelitian ini yaitu penggunaan gelatin yang berbeda (0,5g, 1g dan 1,5g). Parameter yang diuji meliputi pengujian organoleptik hedonik (rasa, tekstur dan aroma), ketebalan dan kelarutan. Penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film formula A memiliki kriteria tidak berasa, sulit larut, tekstur sangat elastis, bau sedikit asam, ketebalan 0,0202mm dan kelarutan 29,10%. Edible film formula B memiliki kriteria tidak berasa, mudah larut, tekstur elastis, bau sedikit asam, ketebalan 0,0272mm dan kelarutan : 37,13%. Edible film formula C memiliki kriteria tidak berasa, mudah larut, tekstur cukup elastis, Ketebalan 0,0293mm dan Kelarutan : 39,90%.

Keywords

Edifle film, Gelatin, Kitosan, Jahe

Full Text:

PDF

References

Ali, H., Baehaki, A., Dwita, S., Program, L., Teknologi, S., & Perikanan, H. (2017). Karakteristik Edible Film Gelatin-Kitosan dengan Tambahan Ekstrak Genjer (Limnocharis flava) dan Aplikasi pada Pempek. FishtecH – Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 6(1), 26–38.

Aprianda, R., Fachraniah, & Rihayat, T. (2018). Pemanfaatan kitosan sebagai biofilm dengan penambahan turmeric essential oil untuk meningkatkan aktivitas antibakteri. Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe, 2(1), 221–225.

Arima, N. I., & Fithriyah, N. H. (2015). Pengaruh waktu ekstraksi terhadap rendemen gelatin dari tulang ikan nila merah. Seminar Sains Dan Teknologi, November, 1–6.

Fera, M., & Nurkholik. (2018). Kualitas Fisik Edible Film Yang Diproduksi Dari Kombinasi Gelatin Kulit Domba Dan Agar (Gracilaria sp). Journal of Food and Life Sciences, 2(1), 45–56. https://jfls.ub.ac.id/index.php/jfls/article/view/47

Juwayriyah, & Nugraha, I. (2014). Sintesis Dan Karakterisasi Komposit Edible Film Berbahan Dasar Gelatin Ceker Ayam Dan Montmorillonit. 2(2), 382–392.

Lestari, R. B., Munir, A. M. S., & Tribudi, Y. A. (2018). Penghambat Bakteri pada Edible Coating Utilization of Shrimp Skin Chitosan with Addition of Kesum Leaf Extract as Bacterial Inhibitor on Edible Coating. Jurnal Teknologi Pertanian, 19(3), 207–214.

Naiu, A. S., & Yusuf, N. (2018). Nilai Sensoris dan Viskositas Skin Cream menggunakan Gelatin Tulang Tuna sebagai Pengemulsi dan Humektan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 21(2), 199–207. https://doi.org/10.17844/jphpi.v21i2.22838

Negara, I. M. S., & Simpen, I. N. (2014). Sintesis dan Karakterisasi Edible Film Berbahan Baku Gelatin Hasil Isolasi Kulit Ceker Ayam Broiler. Jurnal Kimia, 8(1), 120–126.

Rifaldi, R. (2020). Efektivitas Penambahan Bahan Alami (Lindur, Jahe Dan Bawang Putih) Pada Formulasi Coating Kitosan Terhadap Lama Penyimpanan Produk Holtikultura. Prosiding Seminar Nasional Biotik, 306–313.

Setyaningsih, D., Apriyantono, A., & Sari, M. P. (2010). Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. IPB Press.

Sinaga, L. L., Melisa Seri Rejekina S, & Mersi Suriani Sinaga. (2013). Karakteristik Edible Film Dari Ekstrak Kacang Kedelai Dengan Penambahan Tepung Tapioka Dan Gliserol Sebagai Bahan Pengemas Makanan. Jurnal Teknik Kimia USU, 2(4), 12–16. https://doi.org/10.32734/jtk.v2i4.1485

Warkoyo, Budi, R., Wiseso, M. D., & Wahyu, K. J. N. (2014). Sifat Fisik, Mekanik dan Barrier Edible Film Berbasis Pati Umbi Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) yang Diinkorporasi dengan Kalium Sorbat. Agritech, 34(01), 72–81. https://doi.org/10.22146/agritech.9525

Wahyuni, T.M. 2017. Pengaruh Konsentrasi Kasein dan Volume Larutan Edible yang berbeda terhadap Karakteristik Edible Film. Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Wijayani, K. D., Darmanto, Y. ., & Susanto, E. (2021). Karakteristik Edible Film dari Gelatin Kulit Ikan yang Berbeda. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Perikanan, 3(2), 6.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.