Analisis Filogenetik Dan DNA Barcode Ektoparasit Octolasmis cor Yang Terinfestasi Pada Kepiting Bakau Scylla spp.

Sutianto Pratama Suherman, Sulastri Arsad

Abstract

Indentifikasi morfologi memiliki keterbatasan dan hanya bisa diaplikasikan pada saat memasuki fase remaja atau dewasa, Identifikasi menggunakan sekuens DNA merupakan alternative yang dipakai dalam mengungkapkan taksonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi DNA dari gen 18s rRNA ektoparasit Octolasmis cor dan menganalisis filogenetik serta identifikasi spesies. Hasil menunjukan karakteristik molekuler 18 rRNA dari sampel parasit O.cor yang ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan diperoleh panjang DNA 1500 bp dengan komposisi basa Adenin 354 (23,6 %), Guanin 444 (29,6 %), , Timin 360 (24 %) dan Citosin 342 (15,1%). Berdasarkan hasil analisis filogentik menunjukan jarak 0,004 yang artinya memiliki kedekatan hubungan atau kemungkinan dari spesies yang sama

Keywords

Octolasmis cor , 18s rRNA, Analisis Filogenetik

Full Text:

PDF

References

Baker, G.C., Shabarni-Gaffar, Cowon, D.C., Suharto, A.R. 2001. Microbial community analysis of Indonesian hot-springs. FEMS Microbial Lett. 103-9.

Chan, K.K., Prabowo, Romanus, Lee, Kwen-Shen. 2012. Octolasmis cor (Aurivillius, 1892). http://barnacle.biota.biodiv.tw/pages/1059 [diakses tanggal 14 agustus 2013].

Chippindale, P.T., Dave, V.K, Whitmore, D.H., Robinson, J.V. 1999. Phylogenetic relationships of North American Damselflies of the GenusIschnura (Odonata: Zygoptera: Coenagrionidae) based on sequences of three mitochondrial genes. Molecular Phylogenetics and Evolution. 11(1): 110-121.

Domitila, Ohoiulun., Marthinus, I. H. H. 2020. Analisis Morfometrik Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Hasiltangkapan Dari Perairan Desa Warwut Kabupaten Maluku Tenggara. Jambura Fish Processing Journal. 2(1): 28-35.

Irvansyah, M., Yusuf, Nurlita A., Gunanti M. 2012. Identifikasi dan intensitas ektoparasit pada kepiting bakau (Scylla serrata) stadia kepiting muda di pertambakan kepiting, kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Sains Dan Seni ITS 1(1).

Jeffries, William, B., Harold, K., Voris, P.N., Somsak, P. 2005. Pedunculate Barnacles of the symbiotic genus Octolasmis (Cirripedia: Thoracica: Poecilasmatidae) from the Northern Gulf of Thailand The Natural History. Journal of Chulalongkorn University 5(1): 9-13.

Jeffries, William, B., Harold, K., Voris, Sombat, P., Heil, L.C. 1995. The live cycle Lepadhormorph barnacle, Octolasmis cor and methods for their laboratory culture. Phuket Marine Biol. Cent. Bull. 29-35.

Marcos P´erez-Losada, Jens, T., Hoeg, Keith, A., Crandall. 2004. Unraveling the evolutionary radiation of the Thoracican barnacles using molecular and morphological evidence: A comparison of several divergence time estimation approaches. Society of Systematic Biologists. 53(2):244–264.

Praptiasih, Indah. 2010. Mengenal Octolasmis, parasit leher angsa pada Crustacea. Info Karikan, edisi ketujuh. Pusat Karantian Ikan.

Sambrook, J., Fritsch, E.F., Maniatis, T. 1989. Molecular Cloning: A Laboratory Manual. New York:Cold Spring Harbor Laboratory Press. 113–127 p.

Sulistijowati, R., Mile, L.. 2016. Identification of Lactic Acid Bacteria Isolates from Intestine of Milkfish (Chanos-Chanos) Potential Activity against Pathogen Bacteria Used PCR 18s Rrna Methode. International Journal of Bio-Science and Bio-Technology. 8(3).

Tallei, T.E., Rembet, R.E., Pelealu, J.J., Kolondam, B.J. 2016. Sequence variation and phylogenetic analysis of Sansevieria trifasciata (Asparagaceae). Bioscience Research. 13(1): 01-07.

Tindi, Monalisa, N., Gustaf, F., Mamangkey, Stenly, W. 2017. DNA barcode dan analisis filogenetik molekuler beberapa jenis bivalvia asal perairan Sulawesi Utara berdasarkan gen Coi. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 1: 2.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.