Daya Dukung Lingkungan Pertambangan Batugamping di Dusun Geneng, Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Muhammad Mar’ie Adhitama, Rima Indriani, Mahadhika Muhammad, Michele Jonathan Putra Elnanda, Tuah Bernas Syahputra, Luthfi Hanifah

Abstract


Tingginya eksploitasi sumberdaya alam di Daerah Istimewa Yogyakarta telah memicu pertanyaan mengenai
daya dukung lingkungan lahan pertambangan yang semakin tertekan. Penelitian ini mengkaji bagaimana
aktivitas pertambangan batugamping memengaruhi kapasitas lingkungan untuk mewadahi dan menopang
kehidupan serta keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut. Studi ini berupaya mengembangkan model
penilaian daya dukung lahan pertambangan yang holistik. Untuk itu, dalam penelitian ini akan ditentukan harkat
dan ranking penggunaan lahan pertambangan dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP).
Perangkingan didasarkan pada tiga komponen lingkungan yaitu geofisik-kimia, biotik, dan sosial yang
didalamnya mencakup tujuh parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, tekstur tanah, banjir atau
genangan, jarak terhadap sungai, tutupan vegetasi, dan jarak jalan utama. Hasil penelitian diperoleh bahwa lahan
pertambangan batugamping di Dusun Geneng, Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul,
Daerah Istimewa Yogyakarta berstatus daya dukung lingkungan kelas III (daya dukung sedang) dan kelas IV
(daya dukung baik). Status daya dukung lingkungan sedang hingga baik menunjukkan bahwa kawasan memiliki
kemampuan untuk mendukung aktivitas pemanfaatan lahan sebagai lahan pertambangan, namun masih terdapat
sejumlah faktor pembatas yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah karena tingkat
kerentanan gangguan hidrogeometeorologis yang relatif tinggi.

Full Text:

PDF

References


Hafiz, S., Jambak, M. A., Wijaya, B., Meirawaty, M., Riyandhani, C. P., Koesmawardani, W. T., Nuryana, S. D.,

& Zefanya, O. E. (2023). Karakteristik Batugamping Formasi Wonosari di Daerah Bunder dan

Sekitarnya, Wonosari, Gunungkidul, D.I.Y. Jurnal Trisakti, 4 (2): 116-122.

Kurniawati, A, T. & Munir, M. (2017). Analytical Hierarcy Process (AHP) Untuk Menentukan Rangking

Penggunaan Lahan. Journal of Research and Technology, 3 (1): 54-62.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2014). Pedoman Penentuan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan

Hidup. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(2019). Buku Pedoman Penentuan Daya Dukung dan Daya

Tampung Lingkungan Hidup Daerah. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah

Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030.

Puslit Tanah. (2004). Klasifikasi Intensitas Curah Hujan. Bogor: Puslit Tanah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan

Hidup.

Ridha, R., Nyoman, U.V., Alit, W. (2016). Analisa Daya Dukung Lahan Sebagai Pengembangan Fasilitas

Perkotaan Kecamatan Mpunda Kota Bima Tahun 2015-2035. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 4 (1):

-80.

Suryoputro, Agus, Nugroho. (2005). Evaluasi Kemampuan Lahan untuk Mendukung Pengembangan Pariwisata

Wilayah Pesisir Pacitan. Semarang: Universitas Diponegoro.

Nuzha, F.D. (2009). Evaluasi Kesesuaian Lahan Lokasi Pemukiman Di Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri

Provinsi Jawa Tengah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nugraha, W.S., Sawitri, S., Arwan, P.W. (2015). Penentuan Lokasi Potensial untuk Pengembangan Kawasan

Industri Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Boyolali. Semarang: Universitas

Diponegoro.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2012 tentang Program

Menuju Indonesia Hijau.

Pratiwi, D. A., Lukito, H., & Purwanta, J. (2021). Evaluasi Daya Dukung Lingkungan pada Kawasan

Penambangan Kalkarenit untuk Perencanaan Wisata di Dusun Tandansari, Kecamatan Semin,

Kabupaten Gunungkidul.

Zulfiah. (2019). Upaya Peningkatan Daya Dkuung Lahan di DAS Jeneberang Hulu Melalui Focus Group

Discussion (FGD) dan Analytical Hierarcy Process (AHP). Jurnal Muslim Maros, 1 (1): 25-38


Refbacks

  • There are currently no refbacks.