Daya Dukung Lingkungan Pertambangan Batugamping di Dusun Geneng, Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
daya dukung lingkungan lahan pertambangan yang semakin tertekan. Penelitian ini mengkaji bagaimana
aktivitas pertambangan batugamping memengaruhi kapasitas lingkungan untuk mewadahi dan menopang
kehidupan serta keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut. Studi ini berupaya mengembangkan model
penilaian daya dukung lahan pertambangan yang holistik. Untuk itu, dalam penelitian ini akan ditentukan harkat
dan ranking penggunaan lahan pertambangan dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP).
Perangkingan didasarkan pada tiga komponen lingkungan yaitu geofisik-kimia, biotik, dan sosial yang
didalamnya mencakup tujuh parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, tekstur tanah, banjir atau
genangan, jarak terhadap sungai, tutupan vegetasi, dan jarak jalan utama. Hasil penelitian diperoleh bahwa lahan
pertambangan batugamping di Dusun Geneng, Desa Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul,
Daerah Istimewa Yogyakarta berstatus daya dukung lingkungan kelas III (daya dukung sedang) dan kelas IV
(daya dukung baik). Status daya dukung lingkungan sedang hingga baik menunjukkan bahwa kawasan memiliki
kemampuan untuk mendukung aktivitas pemanfaatan lahan sebagai lahan pertambangan, namun masih terdapat
sejumlah faktor pembatas yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah karena tingkat
kerentanan gangguan hidrogeometeorologis yang relatif tinggi.
Full Text:
PDFReferences
Hafiz, S., Jambak, M. A., Wijaya, B., Meirawaty, M., Riyandhani, C. P., Koesmawardani, W. T., Nuryana, S. D.,
& Zefanya, O. E. (2023). Karakteristik Batugamping Formasi Wonosari di Daerah Bunder dan
Sekitarnya, Wonosari, Gunungkidul, D.I.Y. Jurnal Trisakti, 4 (2): 116-122.
Kurniawati, A, T. & Munir, M. (2017). Analytical Hierarcy Process (AHP) Untuk Menentukan Rangking
Penggunaan Lahan. Journal of Research and Technology, 3 (1): 54-62.
Kementerian Lingkungan Hidup. (2014). Pedoman Penentuan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
Hidup. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(2019). Buku Pedoman Penentuan Daya Dukung dan Daya
Tampung Lingkungan Hidup Daerah. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030.
Puslit Tanah. (2004). Klasifikasi Intensitas Curah Hujan. Bogor: Puslit Tanah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup.
Ridha, R., Nyoman, U.V., Alit, W. (2016). Analisa Daya Dukung Lahan Sebagai Pengembangan Fasilitas
Perkotaan Kecamatan Mpunda Kota Bima Tahun 2015-2035. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 4 (1):
-80.
Suryoputro, Agus, Nugroho. (2005). Evaluasi Kemampuan Lahan untuk Mendukung Pengembangan Pariwisata
Wilayah Pesisir Pacitan. Semarang: Universitas Diponegoro.
Nuzha, F.D. (2009). Evaluasi Kesesuaian Lahan Lokasi Pemukiman Di Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri
Provinsi Jawa Tengah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Nugraha, W.S., Sawitri, S., Arwan, P.W. (2015). Penentuan Lokasi Potensial untuk Pengembangan Kawasan
Industri Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Boyolali. Semarang: Universitas
Diponegoro.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2012 tentang Program
Menuju Indonesia Hijau.
Pratiwi, D. A., Lukito, H., & Purwanta, J. (2021). Evaluasi Daya Dukung Lingkungan pada Kawasan
Penambangan Kalkarenit untuk Perencanaan Wisata di Dusun Tandansari, Kecamatan Semin,
Kabupaten Gunungkidul.
Zulfiah. (2019). Upaya Peningkatan Daya Dkuung Lahan di DAS Jeneberang Hulu Melalui Focus Group
Discussion (FGD) dan Analytical Hierarcy Process (AHP). Jurnal Muslim Maros, 1 (1): 25-38
Refbacks
- There are currently no refbacks.