PENGARUH PENGGUNAAN JENIS TEPUNG YANG BERBEDA TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK BAKSO DAGING BEBEK

Kartika Diko, Andra Wisnumurti Dengo, Moh. Zulkifli Taabi, Siswatiana Rahim Taha

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis tepung yang berbeda, yaitu tepung terigu, tepung tapioka, dan tepung sagu terhadap sifat organoleptik bakso daging bebek. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo dengan menggunakan tiga perlakuan, yaitu P1 (tepung terigu), P2 (tepung tapioka), dan P3 (tepung sagu). Pengujian organoleptik dilakukan oleh 20 panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan skala hedonik 1–5, kemudian data dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis tepung yang berbeda memengaruhi tingkat kesukaan panelis terhadap bakso daging bebek. Perlakuan P3 (tepung sagu) memperoleh nilai rata-rata tertinggi pada parameter warna (3,50), aroma (3,65), dan rasa (3,65), sedangkan P2 (tepung tapioka) berada pada urutan kedua dan P1 (tepung terigu) memperoleh nilai terendah pada sebagian besar parameter. Tingginya tingkat kesukaan panelis pada perlakuan tepung sagu diduga karena kemampuannya menghasilkan karakteristik bakso yang lebih baik dan sesuai dengan preferensi panelis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung sagu sebagai bahan pengisi memberikan kualitas organoleptik bakso daging bebek yang paling disukai.

Kata kunci: Bakso Daging Bebek, Organoleptik, Tepung Terigu, Tepung Tapioka, Tepung Sagu.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Ardiyansyah, M., Kusuma, R., & Hidayat, T. 2024. Pengaruh Penggunaan Jenis Tepung yang Berbeda terhadap Karakteristik Organoleptik Produk Pangan. Journal of Food Innovation and Technology, 5(2): 45–53.

Azizah, N. 2021. Substitusi Daging Sapi dengan Daging Ikan Gabus terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Bakso. Skripsi. Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang, Semarang.

Faturohman, T. 2018. Pengaruh Penggunaan Tepung yang Berbeda terhadap Tekstur, Kadar Protein, Kadar Lemak, dan Organoleptik pada Bakso Daging Kelinci. Maduranch: Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis, 3(1): 1–9.

Hanifah, N., dkk. 2025. Pengaruh Jenis Tepung terhadap Karakteristik Organoleptik Bakso. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Ternak, 7(1): 15–23.

Hawa, F., Salim, A., & Yusuf, N. 2024. Pemanfaatan Tepung Sagu pada Produk Olahan Daging dan Pengaruhnya terhadap Sifat Organoleptik. Jurnal Teknologi Agroindustri dan Pangan, 9(2): 67–75.

Herlambang, S., dkk. 2019. Pengaruh Penambahan Jenis Tepung sebagai Bahan Pengisi terhadap Kualitas Bakso. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak, 14(2): 85–92.

Irmawaty. 2021. Pengaruh Penambahan Tepung Sagu terhadap Mutu Organoleptik Bakso Daging. Jurnal Ilmu Industri Peternakan, 7(2): 90–97.

Junianto, J., Jaya, P., Himmati, A., & Suripto, A. 2024. Tingkat Kesukaan Bakso Udang pada Berbagai Imbangan Formulasi Tepung Tapioka dan Terigu. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(7).

Maubere, M., dkk. 2024. Pengaruh Jenis Tepung terhadap Kualitas Organoleptik Bakso. Jurnal Nukleus Peternakan, 11(1): 45–53.

Muliawan, D., Santoso, B., & Prasetyo, A. 2024. Evaluasi Organoleptik sebagai Metode Penilaian Mutu Produk Pangan. Jurnal Mutu Pangan Indonesia, 6(2): 88–96.

Sujana W. 2001. Pengawetan bakso daging sapi dengan bahan aditif kimia pada penyimpanan suhu kamar. Fakultas Peternakan IPB. Bogor.

Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Wulandari, C. 2020. Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dengan Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Blackie) terhadap Nilai Organoleptik Bakso Ayam. Journal of Animal Center (JAC), 2(2)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.