KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI BISKUIT MP-ASI BERBASIS TEPUNG KOMPOSIT (PISANG GOROHO, KACANG MERAH, DAN IKAN CAKALANG)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensori biscuit MP-ASI berbahan dasar tepung komposit (pisang goroho, kacang merah dan ikan cakalang). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang terdiri dari 4 perlakuan, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan, yaitu tepung kacang merah (100gr, 70gr, 60gr, 50gr), dan tepung ikan cakalang (0gr, 30gr, 40gr, 50gr) dengan masing-masing perlakuan menggunakan 100 gr tepung pisang goroho. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi tepung komposit (pisang goroho, kacang merah dan ikan cakalang) menghasilkan karakteristik biskuit MP-ASI yang terdiri dari kadar air 4,08-4,40%, kadar lemak 26,8-32,30%, kadar protein 11,28–6,76%, kadar abu 1,33%-1,54%, kadar karbohidrat 50,49-61,01%, daya serap air 17,30-22,61%, serta organoleptik terdiri dari warna 4,37-5,57, aroma 4,93-5,97, rasa 4,33-5,77, tekstur 5,17-5,53.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ardiyani, N. P. S., Nurali, E. J. N., & Lalujan, L. E. (2022). Karakteristik Sensori dan Kimia Flakes Dari Tepung Komposit Pisang Goroho (Musa acuminate L), Ubi Jalar Kuning (Ipomea batatas L) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L). Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal, 12 (1), 18. https://doi.org/10.35791/jteta.v12i1.38856.
Devi, L., & Fitriyaningsih, E. (2022). Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Merah Ubi Jalar Ungu Terhadap Sifat Organoleptik Formula Instan MP-ASI Bayi Usia 6 - 12 Bulan. Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science, 11 (4), 218 - 224.
Dewi. A, A, T., Sumarto.,& Uun. K. (2015). Sifat Organoleptik, Kadar Kalsium, Kadar Protein, Dan Sifat Fisik MP-ASI Bubur Instan Bayi Substitusi Tepung Ikan Pepetek. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
Karisma, V. W. (2014). Pengaruh Penepungan, Perebusan, Perendaman Asam, dan Fermentasi Terhadap Komposisi Kimia Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.).[Skripsi].Institut Pertanian Bogor.
Litaay, C. (2012). Fortifikasi Tepung Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) Terhadap Karakteristik Mie Sagu. [Tesis]. Institut Pertanian Bogor.
Listyoningrum, H., & Harijono. (2015). Optimalisasi Susu Bubuk Dalam Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3 (4), 1302 – 1312.
Mutia, A. K., Abdullah, F., & Butolo, S. (2020). Pengaruh Penambahan Daging Ikan Cakalang Terhadap Kadar Air, Kadar Protein dan Kadar Abu Abon Jagung manis. Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian, 4 (1), 15 – 20.
Napsarina, Suparmi dan Dewita. (2011). Studi Formulasi Sosis Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni) Dengan Penggunaan Jumlah Tepung Tapioka Berbeda Terhadap Penerimaan Konsumen. Artikel. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.
Pangastuti, H. A., Affandi, D. R., & Ishartani, D. (2013). Karakteristik Sifat Fisik dan Kimia Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Dengan Beberapa Perlakuan Pendahuluan. Jurnal Teknosains Pangan, 2 (1), 20 – 29.
Sudarmadji, Slamet dan Bambang, Suhardi. (2010). Analisa Bahan Makanan dan Pertanian Liberty.Yogyakarta.
Wahyujuningsih, S. B., Septiani, A. R., & Haslina, H. (2018). Organolpetik Cereal Dari Tepung Beras Merah (Oryza nivara Linn) dan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris Linn). Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 16 (2), 131-142. https://doi.org/10.36762/litbangjateng.v16i2.758.
Yustiyani. (2013). Menggunakan Komposit Tepung Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) dan Pati Gayong (Canna Eduliskerr) Sebagai Makanan Pendamping Asi. Dapartemen Gizi Masyarakat Institu Pertanian Bogor.
DOI: https://doi.org/10.37905/jjft.v7i02.30836
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 lisa Amu, Marleni Limonu, Widya Rahmawaty Saman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
