Aplikasi Edible Film Berbasis Pati Sukun (Artocarpus altilis) dan Ekstrak Gel Lidah Buaya (Aloe barbadensis) Sebagai Kemasan Bumbu Mi Instan

Lusan Anjarinanti, Sunarti Sunarti

Abstract


Bungkus mi instan merupakan salah satu penyumbang masalah plastik di Indonesia. Edible film diharapkan dapat menciptakan pembungkus yang praktis, efisien, serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik edible film berbasis pati sukun dan bahan tambahan ekstrak gel lidah buaya serta aplikasinya sebagai kemasan bumbu mi instan. Metode dari penelitian ini adalah pembuatan edible film berbasis pati sukun dengan tambahan variasi ekstrak gel lidah buaya sebesar 0%, 1%, 5%, dan 10%. Dari hasil analisis karakteristik edible film terbaik digunakan untuk mengemas bumbu mi instan dan disimpan pada variasi lama penyimpanan 0, 7, 14, dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film kontrol (tanpa tambahan ekstrak gel lidah buaya) mempunyai karakteristik terbaik dengan kuat tarik tertinggi, yaitu 0,290 N/m2 dan laju transmisi uap air terendah, yaitu 0,26257 g/m.s.kPa. Selain itu edible film kontrol juga mempunyai antimikrobia sebesar 24,80 mm. Sedangkan aplikasi edible film kontrol pada bumbu mi instan menunjukkan bahwa pada penyimpanan hari ke-21, kadar air masih memenuhi SNI, yaitu 1,89% dimana kadar air maksimal sesuai SNI adalah 12%. Selain itu hasil cemaran mikrobia menunjukkan nilai masih di bawah SNI pada hari ke-14, yaitu 6,75 x 105 koloni/g, dimana standar SNI adalah di bawah 106 koloni/g.

Keywords


antimicrobial, best characteristics, storage life, tensile strength, water vapour transmission rate

Full Text:

PDF

References


Afriyah, Y., Putri, W. D. R., & Wijayanti, S. D. (2015). Penambahan Aloe vera L. Dengan Tepung Sukun (Artocarpus communis) and Ganyong (Canna edulis Ker.) Terhadap Karakteristik Edible Film. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(4), 1313–1324.

Annur, C. M. (2023). Jumlah Konsumsi Mi Instan di Indonesia Meroket Semenjak Pandemi Covid-19. Kata Data Media Network.

Apriyani, M., & Sedyadi, E. (2015). Sintesis Dan Karakterisasi Plastik Biodegradabel Dari Pati Onggok Singkong Dan Ekstrak Lidah Buaya ( Aloe vera ) Dengan Plasticizer Gliserol. J. Sains Dasar, 4(2), 145–152.

Ariyanti, N. K., Darmayasa, I. B. G., & Sudirga, S. K. (2009). Daya Hambat Ekstrak Kulit Daun Lidah Buaya (Aloe barbadensis Miller) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 Dan Escherichia coli ATCC 25922. Jurnal Biologi, 16(1), 1–4.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Batas Maksimal Cemaran Mikroba Dalam Pangan Olahan. BPOM RI.

Badan Standardisasi Nasional. (2009). Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2022). Rempah dan bumbu – Penentuan kadar air (ISO 939:2021, IDT) (939:2021). Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Budiyati, C. S., Kumoro, A. C., Ratnawati, R., & Retnowati, D. S. (2016). Modifikasi Pati Sukun (Artocarpus Altilis ) d engan Teknik Oksidasi Menggunakan Hidrogen Peroksida Tanpa Katalis. Teknik, 37(1), 32–40.

Damiana. (2023). Gokil! Orang RI Makan Mi Instan Paling Banyak No 2 Sedunia. CNBC Indonesia.

Deden, M., Rahim, A., & Asrawaty. (2020). Sifat Fisik Dan Kimia Edible Film Pati Umbi Gadung Pada Berbagai Konsentrasi. Jurnal Pengolahan Pangan, 5(1), 26–33.

Eka, A. R., & Suyatno. (2015). Pengaruh Konsentrasi Karagenan terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Edible Film dari Pati Bonggol Pisang Dan Karagenan dengan Plasticizer Gliserol. Prosiding. Surabaya, 3-4 Oktober 2015. Seminar Nasional Kimia, 34–40.

Fatimah, S., Hekmah, N., Fathullah, D. M., & Norhasanah. (2022). Cemaran Mikrobiologi pada Makanan, Alat Makan, Air dan Kesehatan Penjamah Makanan di Unit Instalasi Gizi Rumah Sakit X di Banjarmasin. Journal of Nutrition College, 11(4), 322–327.

Fera, M., & Nurkholik. (2018). Kualitas Fisik Edible Film Yang Diproduksi Dari Kombinasi Gelatin Kulit Domba Dan Agar (Gracilaria sp). Journal of Food and Life Science, 2(1), 45–56.

Hikmah, N. (2022). Aplikasi Edible Film Pati Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana C.) Dengan Penambahan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera L.) Pada Mentimun (Cucumis sativus L.). Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang.

Huri, D., & Nisa, F. C. (2014). Pengaruh Konsentrasi Gliserol Dan Ekstrak Ampas Kulit Apel Terhadap Karakteristik Fisik Dan Kimia Edible Film. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(4), 29–40.

Ida, N., & Noer, S. F. (2012). Uji Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Lidah Buaya ( Aloe vera L.). J Farmasi Farmakologi, 16, 79–84.

Ifmaily. (2018). Penetapan Kadar Pati Buah Sukun ( Artocarpus altilis L ) dengan Metode Luff Schoorl. Chempublish, 3(1), 1–10.

Indraswari, D. L. (2023). Jalan Panjang Menuju Indonesia Bebas Sampah. Kompas.id.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Grafik Komposisi Sampah. https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/

Kencana, P. K. D. (2016). Pengemasan Pangan (Fakultas Teknologi Pertanian (ed.); 1 ed.). Universitas Udayana.

Masrifah, E., Noorachmat, B. P., Sukmawati, A., & Pertanian, F. T. (2015). Kesesuaian Penerapan Manajemen Mutu Ikan Pindang Bandeng ( Chanos chanos ) Terhadap Standar Nasional Indonesia. 10(2).

Muthiah, U., Ningtyas, R., & Imam, S. (2020). Pengaruh Penambahan Konsentrasi Gliserol dan Aloe Vera pada Pembuatan Plastik Biodegradable Pati Ubi terhadap Sifak Mekanik dan Antimikroba. Journal Printing and Packaging Technology, 1, 93–104.

Nulfia, I., & Etika, S. B. (2022). Plastik Biodegradable dari Pati Buah Sukun ( Artocarpus altilitis ) Dengan Penambahan Plasticizer Gliserol. Periodic, 11(2), 45–49.

Nur, C. M. (2023). Jumlah Konsumsi Mi Instan di Indonesia Meroket Semenjak Pandemi Covid-19. Databooks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/05/25/jumlah-konsumsi-mi-instan-di-indonesia-meroket-semenjak-pandemi-covid-19

Rizky, P. (2019). Pembuatan Edible Film Pati Sukun ( Artocarpus Altilis ) Termodifikasi Dari Proses Asetilasi Menggunakan Asetat Anhidrat. Regional Development Industry & Health Science, Technology and Art of Life, 2(1), 135–142.

Rozalina, M., & Yusbarina. (2017). Pembuatan Edible Film Dari Pati Sukun Dan Ekstrak Kulit Jeruk. Konfigurasi, 1(1), 65–73.

Rusli, A., Metusalach, Salengke, & Tahir, M. M. (2017). Karakterisasi Edible Film Karagenan Dengan Pemlastis Gliserol. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 20(2), 219–229.

Santi, F. U. (2015). Teknik Pengemasan dan Labeling Produk Makanan.

Santoso, B. (2020). Edible Film : Teknologi dan Aplikasinya (1 ed.). Noer Fikri.

Silalahi, M. (2021). Pemanfaatan Sukun (Artocarpus altilis) Sebagai Obat Tradisional dan Bahan Pangan Alternatif. Biologi Education Science & tTechnologyJournal, 4(1), 9–18.

Sobarsa, H. G., Suyatma, N. E., & Kusumaningrum, D. (2023). Potensi Ekstrak Kulit Daun Lidah Buaya sebagai Bahan Antibakteri pada Active Film Berbasis Pektin. J. Teknol. dan Industri Pangan, 34(1), 62–69.

Syaputra, M. D., Sedyadi, E., Fajriati, I., & Sudarlin. (2020). Aplikasi edible film pati singkong dengan penambahan ekstrak lidah buaya (aloe vera) pada cabai rawit (capsicum frutascens l.). Integrated Lab Journal, 01(01), 1–16.

Tasripin. (2013). Serba Serbi Kemasan Pangan. Kementerian Kesehatan.

Wijayani, K. D., Darmanto, Y. S., & Susanto, E. (2021). Karakteristik Edible Film Dari Gelatin Kulit Ikan Yang Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan, 3(1), 59–64.

Wiradipta, I. D. G. A. (2017). Pembuatan Plastik Biodegradable Berbahan Dasar Selulosa Dari Tongkol Jagung. Institut Teknologi Sepuluh Nopember




DOI: https://doi.org/10.37905/jjft.v7i03.36753

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Lusan Anjarinanti, Sunarti Sunarti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.